Interlude : Who Am I?

Interlude : Who Am I?
Episode 4 : Black Wings



"Jujur saja ku akui, aku seharusnya tak memakai sayap hitam bodoh itu, karena pada akhirnya, sayap hitam itu hanya akan membuatku celaka."


*******


Author


Suatu hari setelah Namjoon memberitahu Jungkook kalau ia akan membantu Yoongi dan juga member lainnya untuk menolong Taehyung, ia lalu meminta Taehyung agar malam ini Taehyung menginap di kamarnya sekali saja. Karena, kalau ia ke kamar Taehyung, dia takut akan merusak barang-barang kesukaan Taehyung. Namjoon berencana untuk melihat tindakan Taehyung malam ini.


Disaat yang bersamaan, Yoongi bersama Jungkook, Seokjin, Hoseok, dan Jimin, mulai memasang kamera CCTV di setiap sudut ruangan, bahkan di setiap kamar para member. Mereka akan memantau seluruh aktivitas Taehyung malam ini lewat kamar Yoongi yang luas. Untungnya, saat ini Taehyung ada di kantor BigHit bersama Namjoon, sehingga Taehyung tak akan tahu bagaimana rencana member yang sebenarnya, kecuali Namjoon. Mereka merencanakan hal ini, karena baru saja ada surat pemberitahuan dari tenaga listrik daerah Gangnam-gu, tepatnya di UN Village, bahwa malam ini akan ada pemadaman listrik karena suatu hal. Hal inilah yang membuat keenam member BTS selain Taehyung merasa senang karena mereka dapat menyelesaikan masalah Taehyung dengan mencoba mengawasi Taehyung.


"Untungnya, malam ini akan ada pemadaman listrik. Komputer milik Jungkook dapat kita pakai karena baterainya tahan hingga besok pagi. Jadi, malam ini, kalian menginap-lah dulu di kamarku yang luas ini. Aku punya banyak kasur, kalian boleh memakainya. Jungkook, untungnya kau memberitahu Namjoon soal Taehyung. Kita dapat menyelesaikan masalah ini dengan sangat cepat." tutur Yoongi, sambil mengingat kejadian tadi malam.


*******


"Untungnya kita berkumpul disini tepat saat Taehyung tertidur di kamarnya. Jadi, kita akan menyelesaikan masalah Taehyung dalam kurun waktu yang dekat ini." kata Namjoon sambil memulai pembicaraannya.


"Pertama-tama, aku sama sekali tak menyangka kalau kita berenam akan merencanakan sesuatu tanpa satu member, karena untuk pertama kalinya kita membahas sesuatu tanpa Taehyung. Namun, demi kebaikannya, kita harus berkumpul tanpanya."


Mata Jimin tak berkedip. Ia fokus mendengarkan ucapan Namjoon.


"Aku mengetahui semua ini dari Jungkook. Awalnya, dia cuma bertanya tentang alasan mengapa aku mengirim pesan serumit teori di grup chat akhir-akhir ini. Namun, di akhir, jawabannya meleset ke masalah Taehyung,"


"Nah, saat aku mendengar cerita tentang masalah yang dialami Taehyung dari Jungkook, aku pun berpikir kalau Yoongi hyung bisa melakukannya, namun dia harus dibantu oleh orang lain. Disitulah aku merasa, kalau kita berenam bisa bekerja sama, kita dapat menyelesaikan masalah Taehyung dengan cepat." pungkas Namjoon.


Yoongi mengangguk pelan, "Iya, aku setuju."


"Yah, mudah-mudahan saja kita dapat melakukan sesuatu agar dia dapat kembali seperti normal lagi. Jadi, kita tinggal melakukannya jika waktu kita sedang kosong.." imbuh Namjoon.


"Hm, Joona? Aku sudah melihat masa dimana Taehyung mulai masuk ke dunia itu. Dan aku berpikir, bagaimana jika kita akan berbuat sesuatu jika akan terjadi pemadaman listrik lagi? Mungkin saja, melalui pemadaman listrik itu, kita dapat melihat apa yang Taehyung lakukan. Aku merasa, minggu ini, akan ada lagi pemadaman listrik lagi dari pusat tenaga listrik Seoul." usul Yoongi.


Sontak saja, kelima member itu menoleh ke arah Yoongi. Mereka terkejut mendengar ucapan Yoongi barusan, terutama tentang pemadaman listrik itu.


"Hyung, kalau ucapanmu benar lagi, kami tak segan-segan berterima kasih padamu. Hyung benar-benar dapat memprediksi semuanya dari masa depan.." ucap Jimin.


"Iya, Hyung. Kalau saja itu benar, entah apa yang harus kami lakukan untuk membalas kebaikanmu yang benar-benar luar biasa itu..." timpal Namjoon.


Yoongi tertawa lucu, "Hahaha, kalian tak perlu sebaik itu padaku. Aku hanya memprediksinya saja. Belum tentu kejadian itu pasti terjadi.."


Namjoon menepuk pahanya, "Jadi, kita sepakat akan melakukan ini jika terjadi pemadaman listrik?? Aku akan meminta Taehyung menginap di kamarku, dan kalian memasang kamera CCTV di setiap sudut ruangan dan juga kamar kalian, dan awasi Taehyung saat pemadaman listrik berlangsung di kamar Yoongi. Oke?"


Seokjin, Yoongi, Hoseok, Jimin, dan Jungkook tersenyum lebar sambil mengacungkan jempolnya, "Arraseo! Kami setuju!!"


*******


"Hyung, mengingat kejadian tadi malam itu, membuat kami tak sungkan berterima kasih padamu. Ucapan Hyung yang kemarin itu memang benar-benar terjadi! Hari ini, pihak dari pusat tenaga listrik Seoul daerah Gangnam-gu malam ini akan terjadi pemadaman listrik." seru Jungkook sambil melakukan 'bow' dihadapan Yoongi. Hal itu membuat Hoseok dan Jimin ikut melakukan 'bow' dihadapan Yoongi.


Yoongi, yang melihat ketiga dongsaeng-nya melakukan bow, sontak terkejut. "Hei, kalian kenapa sih? Sudah kukatakan sebelumnya, kalian tak perlu seperti ini." ujarnya sambil tersenyum dan meminta Hoseok, Jimin, dan Jungkook untuk berdiri.


"Ayo, kita makan dulu! Apakah kalian tidak mau ayam?" seru Seokjin.


Yoongi, Hoseok, Jimin, dan Jungkook sontak berteriak. "Kami mau ayam!!!"


Dengan penuh rasa semangat, mereka berlima berjalan menuju ke ruang makan untuk makan ayam yang telah dipesan oleh Seokjin beberapa saat yang lalu.


*******


"Taehyung, ingat ucapanku. Malam ini, kau harus menginap di kamarku, sekali saja. Setelah ini, kau tak akan menginap di kamarku lagi. Kau tak boleh menolak permintaanku. Tolong kabulkan permintaanku sekali saja.."


Perkataan Namjoon masih terngiang di pikiran Taehyung. Di dalam hatinya, ia masih bertanya-tanya mengapa ia diminta oleh Namjoon untuk menginap di kamarnya.


Kenapa Namjoon hyung memintaku menginap di kamarnya? Selama ini, ia jarang mengajakku menginap, apalagi memasuki kamarnya saja belum.._ Ucap Taehyung dalam hati.


Taehyung lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan yang melegenda itu. Practice Room. Dia tadi berada disana untuk latihan dance sendirian untuk persiapan comeback lagu DNA.


Saat ia baru menyadari kalau ponselnya tertinggal di Practice Room, ia kembali memasuki ruangan itu. Ia bahkan belum mematikan lampu di ruangan itu. Karena terburu-buru, ia lalu pergi mengambil ponselnya yang tertinggal disana.


Taehyung lalu berjalan menuju meja yang ada di samping benda itu. Disana ia melihat ponselnya, dan sebuah kertas terlipat. Ia lalu mencoba membaca kertas itu, sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Tell me now who you are, I'll be waiting for you. Next to you, there is a black feather and also a pair of black wings that look broken. If you want to survive, wear those broken wings tonight. Wear the feather so you are safe from danger. The shadow is like people who was make you mad.." (Beritahu aku sekarang siapa dirimu sebenarnya, aku akan menunggumu. Di sampingmu, terdapat bulu hitam dan juga sayap hitam yang terlihat patah. Jika kau ingin selamat, gunakan sayap patah itu malam ini. Pakailah bulu itu jika kau ingin aman dari bahaya. Bayangan itu seperti orang yang membuatmu marah.)


"Sayap? Aku harus memakainya? Baiklah. Aku akan memakai ini jika aku kembali ke dorm malam ini.." gumam Taehyung dalam hati.


*******


1 menit yang lalu, di dorm BTS, sudah dimulai pemadaman listrik di daerah Gangnam-gu, tepatnya di UN Village, kawasan dorm BTS. Keenam member BTS sudah bersiap-siap untuk memulai rencana mereka yang sudah mereka persiapkan sejak kemarin malam hingga pagi ini.


Tak lama setelah itu, datanglah Taehyung yang memakai sayap hitam yang ia temukan di Practice Room, berjalan memasuki halaman dorm dengan tatapan datar.


"Listrik mati? Saatnya memulai aksi ini, Kim Taehyung,"


Taehyung dengan pakaian yang gelap, ditambah dengan sayap hitamnya, membuat ia terlihat sangat mengerikan, memasuki dorm dengan langkah yang lambat.


Sementara itu, Seokjin, Yoongi, Hoseok, Jimin, dan Jungkook sudah mengamati aktivitas Taehyung lewat kamera CCTV. Mereka tersentak kaget begitu melihat Taehyung memasuki dorm dengan menggunakan sayap yang terlihat patah berwarna hitam itu.


"Apa itu benar-benar dia? Dia sangat mengerikan..." seru Hoseok, sambil merinding ketakutan. Saking takutnya, ia bahkan tak berani melihat tatapan Taehyung yang menyeramkan.


"Taehyung hebat. Dia membuatku takut.." puji Seokjin, yang sekujur tubuhnya merinding karena wajah Taehyung yang seram.


Saat tangan Taehyung ingin menggapai bohlam lampu yang tepat di atasnya, tiba-tiba saja bohlam lampu itu pecah dengan sendirinya. Hal itu membuat kelima member BTS yang mengawasinya berteriak ketakutan.


"Aishhh!! Jangan berisik! Ayo fokus ke rencana kita! Kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini!!" seru Yoongi, lalu kembali fokus mengawasi tingkah Taehyung.


Disisi lain, Namjoon yang sudah siap siaga di dalam kamarnya, kini beranjak keluar dari kamarnya. Saat ia berdiri di depan kamarnya, ia melotot kaget. Pasalnya, Taehyung yang berdiri di ruang tengah, sedang menatap Namjoon dengan tatapan horor. Hal itu seketika membuat Namjoon menggigil ketakutan.


"T-Taehyung????"


Namjoon kaget melihat Taehyung memakai sayap hitam. Dari mana asal sayap hitam itu?_ Pikir Namjoon dalam hati.


Namjoon melangkah mundur, sedangkan Taehyung melangkah maju. Nampaknya, target selanjutnya adalah Namjoon, setelah Yoongi, Jimin, dan Jungkook.


Namun, Namjoon tak melupakan tujuan utamanya. Ia dengan berani lalu melangkah maju hingga akhirnya bertatapan muka dengan Taehyung.


Meskipun ia kelihatan takut, ia tetap berinisiatif untuk menarik perhatian Taehyung sehingga ia bisa menjebak bayangan hitam itu. Dengan lembut, ia meminta agar Taehyung bisa tenang.


"Taehyung, kau masih ingat janjiku di kantor tadi siang, kan? Nah, kalau urusanmu sudah selesai, masuklah ke kamarku. Aku akan menunggumu disana. Kalau begitu, ayo ikut aku. Aku ingin memperlihatkanmu sesuatu." pinta Namjoon dengan penuh hati-hati, agar Taehyung tak menyerangnya secara tiba-tiba.


Masih dengan pandangan datar, Taehyung berjalan mengikuti Namjoon. Ia tidak berbicara meskipun saat Namjoon mengajaknya ke suatu tempat sambil berbicara, namun ia masih saja terdiam. Jika Namjoon menoleh ke belakang dan menatapnya, Taehyung selalu menatapnya dengan tatapan yang horor.


"Ikuti aku."


Sementara itu, di kamar Yoongi, kelima member BTS sudah merencanakan sesuatu. Terutama Yoongi. Yoongi akan menjebak Taehyung di sebuah ruangan yang telah Namjoon tunjukkan padanya.


Namjoon dan Taehyung pun akhirnya berada di dalam ruangan itu berdua. Tiba-tiba, Namjoon meminta izin keluar dan berpura-pura kalau ia ingin ke kamar kecil. Namun, ia sebenarnya ingin keluar lalu mengunci pintu ruangan itu dari luar dan membiarkan Taehyung didalam dan akan melihat reaksinya lewat kamera CCTV dari kamar Yoongi.


Dan benar saja, Taehyung lalu kembali sadar dan normal seperti sedia kala, namun begitu ia berniat untuk berjalan menghampiri pintu ruangan itu, ia sudah ditarik oleh seseorang dari belakang sehingga membuatnya terjatuh.


BRUGGGG!!!!


Anehnya, tak ada orang yang menemani Taehyung saat itu. Hal itu membuat Namjoon, Seokjin, Hoseok, Jimin, dan Jungkook mengrinyitkan dahinya.


"Well, yang membuat Taehyung terjatuh itu tak lain adalah bayangan hitam Taehyung yang membuatnya bisa mengerikan di saat seperti ini. Mungkin dia orang yang memaksanya memakai sayap hitam bodoh itu." tutur Yoongi.


Sekilas, kelima member itu menoleh ke arah Yoongi. Mereka seolah tak percaya dengan ucapan Yoongi. Namun, mereka sudah membuktikan ucapan Yoongi lewat kamera CCTV itu.


Tiba-tiba saja, keenam member BTS itu terkejut melihat Taehyung berteriak sambil menangis lewat kamera CCTV itu. Taehyung berteriak minta tolong, karena ia baru saja diserang oleh Stigma dan juga bayangannya.


"Tolong lepaskan aku, dan biarkan aku hidup bahagia tanpa kalian!!!"


to be continued...