Interlude : Who Am I?

Interlude : Who Am I?
Episode 6 : Best Friendship



"Kau adalah sahabat terbaikku, yang selalu ada untukku disaat saat masa tersulitku.."


*******


"Jungkook??"


Taehyung benar. Ia merasa kalau ia melupakan sesuatu. Dan, mungkin saat ini Jungkook sedih karena ia belum memberi hadiah kejutan untuknya.


"Tapi, ini masih tanggal 31 Agustus. Nanti saat jam 1 malam aku akan membuatnya kaget di kamarnya. Aku akan mempersiapkan sesuatu untuknya.. Tapi, mengapa Jungkook mengirim pesan disaat seperti ini??"


Ia lalu mengambil ponselnya dan kembali ke kasur dan berbaring sambil fokus ke layar ponselnya. Ia melihat chat yang dikirim oleh Jungkook beberapa saat yang lalu.


"Hyung? Bisakah kau menemuiku di cafetaria sekarang??" pesannya lewat KakaoTalk akun milik Taehyung.


Taehyung berpikir, untuk apa dia menemui  Jungkook di cafetaria saat jam 9 malam? Bukannya jam 9 malam itu sebentar lagi cafetaria-nya akan ditutup??


"Hm, lebih baik aku harus menemuinya. Itu penting.."


*******


"Hei, kenapa kau memintaku kesini padahal ini sudah hampir larut? Aku lelah beraktivitas seharian, Jungkook. Kapan aku bisa istirahat kalau begini??" ujar Taehyung sambil berkacak pinggang menatap Jungkook dengan wajah datar. Sejujurnya, Taehyung sudah mengantuk, dan berniat ingin tidur lebih awal agar bisa bangun jam 1 malam, tapi Jungkook merusak rencananya.


"Aku tak bisa tidur, Hyung. Bisa kau temani aku??"


Karena rasa kantuknya tak bisa ditahan lebih lama lagi, ia mengangguk padahal ia belum yakin untuk menyetujui permintaan Jungkook.


"Kook, bawa aku ke kamarku, ya? Aku sudah mengantuk."


"Yah, jadi aku bagaimana? Aku tidak bisa tertidur.."


"Dengarkan lagu sedih seperti Hold Me Tight. Itu akan membuatmu tertidur lelap. Ok? Ayo kita pulang sekarang. Aku sudah tak tahan lagi.." ujar Taehyung sambil mengucek matanya.


"Ishh.." sebal Jungkook.


"Hei," seru Taehyung sambil menepuk bahu Jungkook, "Kau tak memiliki lagu IU noona? Kenapa bukan itu saja kau pilih sebagai playlist pengantar tidurmu? Lagipula, kau penggemar beratnya, kan??" ujar Taehyung sambil menyikut lengan Jungkook hingga membuat Jungkook tersipu malu.


"Hyung kenapa sih???"


Setibanya di dorm, Taehyung langsung berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata kepada Jungkook. Ia langsung mengunci kamarnya dari dalam agar Jungkook tidak membuka pintu kamarnya.


Sedangkan Jungkook, hanya bisa memandang Taehyung dengan keningnya yang berlipat-lipat saking herannya akan tingkah Taehyung. "Sebenarnya dia ada apa sih??"


Disisi lain, yaitu di dalam kamar Taehyung, Taehyung sedang mengecek ponselnya, lalu tiba-tiba saja ia menelpon seseorang. Jimin. Ia meminta sahabat karibnya itu untuk memberi kejutan pada sang Golden Maknae, Jungkook, yang akan berulang tahun tinggal beberapa jam lagi.


Karena mengetahui Jimin masih aktif, ia memutuskan untuk mengiriminya pesan.


Taehyung : Chim, kau belum tidur kan? Apa yang kau lakukan sekarang??


Pip!! Pesan yang baru saja Taehyung kirim, langsung dibaca oleh Jimin.


Jimin : Ho-oh, iya. Aku sedang berencana untuk memberi kejutan untuk Jungkook, nih. Kau punya rencana???


Taehyung : Hmm, aku juga sedang memikirkannya, nih. Bagaimana kalau kita meminta Seokjin hyung untuk mempersiapkan kue??


Jimin : Oh, tunggu. Aku melihat Seokjin hyung di dapur sedang mengambil minuman di kulkas. Aku akan coba menanyakannya. Tunggu sebentar.


Jimin lalu berjalan menemui Seokjin yang sedang berada di dapur. Ia menghampiri Seokjin yang sedang minum.


"Hyung, kau ingat kalau Jungkook akan berulang tahun tinggal beberapa jam lagi??"


Karena ia tak menyadari kedatangan Jimin, tiba-tiba saja ia menyemburkan air yang ia minum. Untungnya, air itu tak mengenai wajah Jimin.


"Fuuhh, untungnya air itu tak mengenai wajahku. Ada apa denganmu sampai-sampai kau melakukan itu??" kata Jimin sambil tertawa kecil.


Seokjin memukul punggung Jimin dengan pelan, "Hei! Kau baru saja mengagetkan aku yang sedang minum! Apa aku yang salah?" serunya.


Jimin berpura-pura tak bersalah. Ia meledek hyungnya itu.


"Hyung kagetan ama yang gituan, sampe air yang diminum ikut kesembur.." ejeknya sambil tertawa receh.


"Hyung, bagaimana kalau kita memberi kejutan kepada Jungkook? Tinggal beberapa jam lagi ia akan segera berulang tahun..."


Seokjin termangu. Ia berjalan mondar-mandir di depan Jimin sambil memikirkan sesuatu.


"Hm, kau punya rencana dengan Taehyung, gak? Ajak dia juga." timpal Seokjin.


Jimin membesarkan matanya, "Ah! Aku akan memberitahunya!!"


Jimin lalu kembali mengambil ponselnya dari saku celananya, dan mengirim pesan kepada Taehyung. Ia merasa kalau Taehyung sudah menunggu pesannya dari tadi.


Taehyung : Kau lagi buat apa, sih? Dari tadi aku tunggu! Lama banget!


Jimin : Ah, maaf. Aku lupa, hehehe..


Taehyung : So? Seokjin hyung bilang apa??


Jimin : Dia mau bekerja sama dengan kita, jadi kau datanglah ke dapur. Sekarang. Gak pake lama, oke?


Taehyung : on the way, Hyung!!^^


Taehyung lalu beranjak meninggalkan tempat tidurnya dan pergi menemui Seokjin dan Jimin di dapur untuk membuat kejutan untuk Jungkook. Karena mereka bertiga tak bisa melakukannya sendiri, mereka meminta bantuan kepada Hoseok agar berjaga-jaga di kamar Jungkook, dengan mengalihkan perhatian Jungkook agar Jungkook tidak keluar kamar.


Sedangkan Namjoon dan Yoongi, mereka sedang mempersiapkan sesuatu di ruang tengah. Mereka berdua sudah diberitahu oleh Seokjin tentang kejutan untuk Jungkook beberapa saat yang lalu saat Jimin mengirimi Taehyung pesan.


"Hm, semoga saja Jungkook tak tahu kejutan spesial ini.."


*******


Tepat pada jam 12 malam, tagar #HappyKookieDay #HappyJKDay langsung menjadi tagar yang trending seketika. Mungkin itu sudah menjadi rencana ARMY sebelum waktu itu berlangsung. Sementara di kamar Jungkook, Hoseok sudah meminta agar Seokjin, Jimin dan Taehyung membawa kue ulang tahun buatan mereka ke ruang tengah yang sudah didekorasi oleh Namjoon dan Yoongi. Begitu semuanya sudah siap, Hoseok meminta Jungkook ke ruang tengah.


Saat keluar dari kamar, seluruh lampu di dorm menjadi padam. Namun, Hoseok menuntun Jungkook agar Jungkook tidak pergi ke tempat yang salah. Mereka berdua akhirnya tiba di ruang tengah setelah berjalan sekitar kurang lebih 7 menit.


"Loh, kok gelap sekali?? Kenapa Hyung mengajakku kesini? Lagipula, ini sudah larut malam.." ujar Jungkook.


Tiba-tiba saja seluruh lampu di dorm kembali menyala, dan Taehyung memperlihatkan kue ulang tahun yang ia buat bersama Seokjin dan Jimin kepada Jungkook. Sedangkan Jimin, Seokjin, Namjoon, dan Yoongi memberi Jungkook ucapan selamat ulang tahun sambil bernyanyi dengan riang gembira.


"Ciee, yang sudah dewasa.. Aku harap kau bisa menjadi member kesayangan dan kebanggaan bagi para ARMY di seluruh dunia..." tutur Jimin.


"Jungkook-ah," ucap Seokjin sambil mengelus rambut cokelat Jungkook, "jadilah maknae yang baik, dan selalu menjadi Golden Maknae kami.."


Jujur saja, ucapan Seokjin tadi membuat Jungkook terharu.


"Terima kasih, Hyung." kata Jungkook sambil memeluk Seokjin erat.


*******


Taehyung membuka kedua matanya, dan ia menoleh ke kanan-kirinya, dan menatap sekeliling. Dia menyadari kalau ia terbaring diatas pasir pantai, dan member lainnya sedang berlari-larian di pinggir pantai. Jimin, menghampirinya dan mengulurkan tangan kanannya kepada Taehyung untuk memintanya berdiri.


"Aku sedang ada dimana???" ucap Taehyung seolah tak percaya dengan apa yang terjadi.


Jimin tersenyum lebar, "Kau sedang ada di pantai bersama kami, Taehyung. Apa kau tak percaya kalau ini nyata??" jawabnya sambil mengusap-usap rambutnya.


Sementara itu, Jungkook sedang berkejar-kejaran dengan Seokjin. Dan di pinggir pantai di depan tempat Jimin dan Taehyung yang sedang menatap ke arah laut, disana duduklah Yoongi, Hoseok, dan Namjoon.


"Sebentar lagi matahari akan terbenam. Aku harap kita tak akan melewatkan itu.." kata Namjoon sambil menggenggam pasir lalu membuangnya ke laut.


"Hei," seru Yoongi, sambil menggenggam tangan Hoseok dan Namjoon, "kuharap kita bisa selalu bersama selamanya. We still forever together, always forever. We're young forever.."


Tak lama setelah itu, terjadilah proses terbenamnya matahari. Seokjin, Yoongi, Hoseok, Namjoon, Jimin, Taehyung, dan Jungkook berdiri menatap pemandangan sunset itu sambil menggenggam erat tangan satu sama lain.


"Berjanjilah agar selalu bersama hingga akhir. Kita akan selalu bersama. Selamanya." ujar Namjoon, lalu merangkul bahu keenam sahabatnya itu.


"Kami berjanji!!" seru member BTS kompak.


to be continued.....