
"Kegelapan akan kalah, dan kebaikan akan menang. Bayangan akan hilang dan mati begitu saja. Hari ini, aku akan buktikan kalau kegelapan akan kalah.."
*******
"TOLONG LEPASKAN AKU!! BIARKAN AKU HIDUP BAHAGIA TANPA KALIAN!!!" Taehyung berteriak ketakutan begitu ia menyadari kalau ia baru saja diserang oleh bayangan yang selama ini mengganggunya.
"Kau memerintahku menggunakan sayap ini? Di surat itu jelas-jelas mengatakan kalau aku aman dari bahaya, namun begitu aku memakainya mengapa aku malah terjerumus ke dalam bahaya? Itu artinya kau sudah menipuku! Dasar pembohong!!!!" balas Taehyung.
Melihat Taehyung diserang, keenam member lainnya lalu berlari menemui Taehyung yang berada di ruangan terkunci itu. Saat mereka membuka pintunya, mereka melihat Taehyung sedang duduk menangis ketakutan di pojok ruangan. Mereka lalu menghampiri Taehyung begitu bayangan itu lenyap di hadapan mereka.
"Apakah kau baik-baik saja, Tae? Kau terlihat ketakutan.." ujar Yoongi, lalu meraih tangan Taehyung, disusul Namjoon, Jimin, dan Jungkook yang membantu Taehyung kembali berdiri.
"Bagaimana dengan bayangan itu? Bisakah ia pergi darimu selamanya?? Aku akan memintanya.." tambah Yoongi.
Disaat keenam member, termasuk Taehyung sudah berdiri di dekat pintu, Yoongi lalu melangkah maju dan mengambil sayap dan bulu hitam itu, agar mengusik bayangan itu.
Akhirnya, tak lama setelah itu, bayangan itu kembali, namun ia tak menyerang siapapun, termasuk Taehyung. Ia lalu berada di hadapan Yoongi, dan bertanya mengapa ia bisa memegang bulu dan sayap hitam itu.
"Mengapa kau memanggilku?"
Yoongi melipat tangannya. Ia memang bisa melihat bayangan itu dengan mata telanjangnya. Sedangkan yang lainnya, hanya bisa terdiam melihat aksi Yoongi melawan bayangan itu.
"Aku memanggilmu karena aku punya permintaan untuk kau kabulkan. Bisa?"
Tanpa berpikir panjang, bayangan itu langsung menjawab, "Iya."
"Aku menginginkan kalau kau pergi dari kehidupan Kim Taehyung, adikku. Selamanya. Apa kau tidak keberatan melakukannya?"
Sambil tersenyum, ia membalas permintaan dari Yoongi. "Aku memang tidak keberatan, namun ingat satu hal, terutama kau, Taehyung," ujarnya sambil menatap Taehyung, "Kau ingat mengapa bayanganmu hari itu menghilang di cermin? Sebenarnya, bayanganmu ada saat itu, hanya saja kau tak menyadarinya karena kau tak peduli dengan dirimu sendiri. Makanya ingat, cintai dirimu sendiri dan janganlah bersifat egois. Stigma-mu akan terus saja mengganggumu jika kamu bersifat egois. Aku tak akan mengganggumu lagi, tapi ingatlah perkataanku ini. Kalau begitu, aku pergi, dan berikan aku sayap dan bulu itu, agar aku bisa bebas..."
Yoongi lalu memberikan kedua benda itu padanya, dan ia lalu pamit, pergi menghilang begitu saja dihadapan ketujuh member BTS.
Namjoon, Seokjin, Hoseok, Jimin, Taehyung, dan Jungkook lalu bersorak kegirangan menghampiri Yoongi. Tiba-tiba saja, listrik kembali menyala, dan mereka berteriak saking bahagianya. Taehyung lalu menangis terharu karena ia tak menyangka ia berhasil keluar dari dunia Singularity-nya.
"Akhirnya, aku keluar dari jebakan ini. Terima kasih banyak, Hyung..." gumam Taehyung dalam hati, sambil memeluk tubuh Yoongi.
*******
Namjoon : Selamat karena sudah keluar dari dunia Singularity. Ketika pertanyaan kamu belum terselesaikan, maka Answer : Love Myself akan menjawab pertanyaanmu. Cintai dirimu, dan jadilah dirimu yang kemarin, hari ini, dan hari kedepannya. Pastikan semua kejadian ini bukanlah Serendipity, dan jadikanlah semua yang dikatakan olehnya adalah Epiphany agar kau dapat mencintai dirimu sendiri. Kau akan menjadi alasan dari sebuah Euphoria-nya.
Pesan yang dikirim baru saja oleh Namjoon, kini sudah dipahami oleh keenam member meskipun tak sepenuhnya mereka pahami maksud pesan itu. Yang mereka tahu, hanyalah teori comeback namun belum sepenuhnya mengerti. Adapun Taehyung, dia hanya bisa tersenyum karena ia adalah pemeran utama dibalik pesan yang dikirim Namjoon akhir-akhir ini.
"Aku tersenyum karena aku sudah bahagia..." pungkas Taehyung, sambil menghapus kedua air matanya yang mengalir di pipinya.
Ia lalu menatap dirinya di cermin, dan ia bahagia melihat dirinya kembali. Dia tak lagi takut bayangannya akan hilang, karena ia percaya pada dirinya kalau ia berani dengan apapun yang akan mengganggu pikirannya.
Namun, ia bahkan tak menyadari kalau dibelakangnya berdirilah Jimin, Jungkook, Seokjin, dan Yoongi. Jimin lalu memeluk tubuh Taehyung dari belakang sehingga Taehyung menyadari keberadaannya. Ia menoleh begitu ia merasa kalau ada yang memeluknya dari belakang.
"Bagaimana, Tae? Kau sudah melihatnya sendiri, bukan? Mungkin bayanganmu dulu hilang itu karena perasaanmu. Jadi ingatlah apa kata Stigma-mu kemarin malam." ujar Jimin, sambil memicingkan matanya.
"Aku sudah melihatnya sendiri.." jawab Taehyung sambil tersenyum.
Yoongi yang berada di belakang Jimin, berjalan maju menghampiri Taehyung dan memeluknya. Ia lalu mengelus rambut blonde milik Taehyung.
"Jadilah anak yang baik... Kami semua menyayangimu. Kau tahu bagaimana besar rasa sayangku padamu? Aku bahkan rela meminta Namjoon dan melakukan segala cara agar kau bisa bebas dari Stigma-mu, Taehyung. Jadi aku mohon, janganlah bersifat egois lagi.." Tiba-tiba saja, Yoongi menangis di pelukan Taehyung. Hal itu membuat Seokjin, Jimin dan Jungkook terharu melihat kejadian itu.
"Kau adalah pemeran utama dibalik ini semua. Jadi, bisakah kau menyadarinya??" ucap Yoongi, yang air matanya lalu dihapus oleh kedua tangan Taehyung.
"Iya, Hyung. Tapi semuanya, terima kasih banyak. Aku tak bisa memberikan apapun untuk membalas kebaikanmu, Hyung.." kata Taehyung sambil tersenyum sendu menatap Yoongi yang matanya masih berair.
"Kau tak perlu membalas kebaikanku. Kebahagiaanmu semua itu sudah cukup bagiku untuk membalas kebaikanku pada kalian.." ujar Yoongi.
Mendengar perkataan Yoongi, Seokjin, Jimin, Taehyung, dan Jungkook lalu memeluk Yoongi karena sangat terharu. Mereka terharu memiliki member sebaik Yoongi.
"Kami bersyukur bisa memilikimu.."
*******
"Cheosnun-e neol alaboge dwae- Aishh!! Jinjja!!!" Taehyung menjadi salah fokus karena ia selalu melamun saat ia diberikan naskah lirik lagu DNA oleh Yoongi.
"Taehyung, kapan kau bisa fokus untuk sesi rekaman, sih? Ini sudah 10 kali kau mengulanginya!! Apakah kau mau tetap di studioku sampai malam??" seru Yoongi.
"Mungkin sampai besok, hehehe.." canda Taehyung.
"Seriuslah sedikit, Taehyung. Aku tidak bercanda sekarang..." balas Yoongi.
Setelah urusannya di studio akhirnya selesai, ia kembali ke dorm untuk beristirahat. Ia langsung membantingkan tubuhnya di kasur begitu ia tiba di kamarnya.
"Ah~~ hari yang melelahkan. Rekaman seharian di studio Yoongi hyung, lalu mengikuti pertemuan di ruangan Bang PD-nim, dan menemani Jimin hyung saat rambutnya diwarnai, itu sangat membuatku lelah hari ini.."
"Um," gumam Taehyung sambil menatap langit-langit kamarnya, "apakah aku tidak melupakan sesuatu???"
Ia lalu duduk, dan memindai setiap isi kamarnya, dan berusaha mengingat ingat sesuatu. Saat ponselnya berdering, ia lalu mengambilnya di atas meja, dan begitu ia melihat notifikasi di layar ponselnya ia tersentak kaget.
"Jungkook??"
to be continued.....