INFINITY SYSTEM

INFINITY SYSTEM
7. Mempelajari Teknik



Yun Qi akhirnya sampai dihadapan penginapan yang dia cari.


Penginapan itu tak terlalu besar. Hanya ada dua lantai, dan beberapa dekorasi. Nama penginapannya adalah penginapan Angin Hitam.


Yun Qi menduga bahwa penginapan yang ada dihadapannya adalah penginapan untuk para kultivator jahat yang tidak punya tempat tinggal.


Sebab banyak sekali orang-orang dengan wajah garang yang keluar masuk dari penginapan itu.


Merasa tidak terlalu penting, Yun Qi melupakannya dan masuk kedalam penginapan.


Dilantai pertama penginapan dipenuhi oleh meja dan kursi. Lantai pertama sepertinya diisi untuk digunakan sebagai restoran.


Banyak orang yang sedang berpesta dengan segelas alkohol ditangan mereka. Ada juga seorang wanita berjubah hitam sedang duduk dipaling pojok.


Dia terlihat sedang duduk tenang dalam kesendirian dengan segelas kopi dimejanya.


Walaupun tubuhnya terlihat bagus dan mulus, tak ada satupun pria yang berani mendekatinya. Sebab dibalik perawakannya yang terlihat imut, aura membunuh yang sangat tinggi terus keluar dari tubuhnya.


Yun Qi tahu bahwa wanita itu adalah seorang kultivator berlevel Manifestasi. Level yang cukup tinggi bagi para penduduk benua Immortal.


Karena tak peduli dengan itu, Yun Qi memutuskan untuk pergi ke meja resepsionis. Karena tak dia sangka bagian dalam penginapan lebih bagus daripada luarnya.


Dia ingin segera tidur di kasur empuk yang sudah lama dia idam-idamkan.


Yun Qi sampai dihadapan meja resepsionis. Sang pegawai yang bertugas menjaga disana adalah seorang wanita cantik dengan rambut hitam yang terurai panjang.


Matanya berwarna biru langit. Warna mata yang sama dengan yang dimiliki Yun Qi.


"Halo tuan, apa kau ingin memesan kamar?" Tanya wanita itu dengan senyuman manis.


Yun Qi mengangguk, "Ya nona, aku ingin menginap selama satu malam saja."


Wanita itupun mengeluarkan sebuah buku dan kuas untuk menulis. "Nama tuan?"


"Yun Qi."


Saat mendengar itu, Wanita resepsionis menulis nama Yun Qi dibukunya. Selesai menulis, sang wanita resepsionis memberikan sebuah kunci pada Yun Qi. "Ini adalah kunci kamarmu, nomor kamar tuan tertulis dikayu kecil yang ada dikunci itu."


Yun Qi melihat kuncinya, "Nomor 35...." Setelah memastikannya, Yun Qi berterima kasih pada wanita itu, dan pergi menuju kamarnya.


***


Didalam kamarnya, Yun Qi terlihat sedang merenung. Wajahnya seolah sudah lelah dan tak bertenaga lagi.


"Apakah kehidupanku akan mulus? Atau malah lebih buruk lagi...." Gumamnya pelan.


[Jika ada aku, persentase kehidupan buruk tuan akan berkurang 80%]


"Kau suka sekali dengan angka 80 ya...."


[.....]


Yun Qi memejamkan matanya. Dalam sekejap, seluruh kilas balik dari pertama kalinya dia menginjakkan kakinya didunia ini melintas dikepalanya.


Banyak sekali yang dia ingin rasakan didunia baru ini. Namun harus sedikit ditahan agar tidak menggila dan tak terkontrol.


"Omong-omong, kenapa wanita yang kulihat selama perjalanan cantik-cantik semua ya?"


[Mereka rajin perawatan]


"Begitu ya...." Mata Yun Qi sudah semakin berat, dan akhirnya dia tertidur pulas.


***


Keesokan harinya Yun Qi pergi dari penginapan, tak lupa juga dia membayar tagihan dulu sebelum pergi.


Tagihannya tidak terlalu mahal. Padahal kamar yang dia pesan sangat nyaman dan mewah. Walaupun tidak semewah kamar hotel dibumi.


Tidak tahu harus melakukan apa, Yun Qi berjalan tanpa arah kearah timur. Melewati hutan-hutan rimbun yang menghalangi pemandangan.


Yun Qi baru sadar penginapan yang baru saja dia tinggali berada tepat ditengah hutan. Tak ada jalan untuk mengakses penginapan itu. Namun penginapan itu terlihat sangat ramai dan tak pernah sepi pengunjung.


"Apakah penginapan Angin Hitam adalah penginapan hantu?"


[Tidak]


"Aku cuma bergumam saja...." Yun Qi jadi semakin takut berpikir yang aneh-aneh, sebab tak dia sangka systemnya bisa mendengar kata hatinya.


"Tentu saja, sebab hanya aku kan yang bisa melihat layar panel itu?"


[Iya]


"Hahhh......" Yun Qi menghela nafasnya.


***


Yun Qi terus berjalan dan berjalan. Tak ada halangan apapun disaat perjalanannya. Hanya ada beberapa binatang kecil yang terus-terusan menganggunya.


Namun itu semua tak berarti, Yun Qi bisa menghancurkan mereka dalam satu ayunan tangan saja.


"Aku ingat aku punya title baru, boleh kau tunjukkan?"


[Penerus 9 Penguasa Kuno]


[Mempunyai darah dari salah satu 9 Penguasa Kuno 'Naga Petir Hitam' membuat tuan disegani oleh para ras demi-human. Tubuh tuan juga akan selalu bertambah kuat 5 kali lipat saat naik tingkat]


Yun Qi mengelus dagunya, menurut dia, title barunya itu lumayan berguna. Apalagi peningkatan fisiknya, jika ditambahkan dengan title Manusia Tertingginya, fisik Yun Qi bisa bertambah 45 kali lipat saat naik tingkat.


"Aku juga punya teknik yang belum kupelajari, pelajari saja."


[Mempelajari teknik Transformasi......]


[Selesai mempelajari. Tuan memiliki 10.000 Poin Skill, apa tuan ingin meningkatkan pemahaman tuan mengenai skill ini sampai ketingkat maksimal?]


"Ya."


[Mempelajari dan menelaah ilmu lebih dalam...... Selesai]


[5000 Poin Skill dikurangi]


Yun Qi memejamkan matanya, dalam waktu 1 detik saja, jutaan informasi mengenai skill barunya ini memasuki kepalanya.


Rasanya sangat menyakitkan dan melelahkan. Namun Yun Qi menahan itu semua agar dia bisa menjadi lebih kuat dan lebih aman.


Setelah 5 menit berlalu, sakit di kepala Yun Qi perlahan-lahan menghilang, hingga 1 menit kemudian lagi, sakit di kepala Yun Qi menghilang sepenuhnya.


[Apa tuan ingin mempelajari teknik yang lain?]


"Ya."


[Yakin?]


"Iya system...." Yun Qi adalah pria masokis. Jika demi ilmu dan tujuannya, dia rela disakiti sampai tidak berbentuk lagi. Namun jika tidak ada hasilnya, rasanya nyesek juga.


[Mempelajari Teknik Light Step.....]


[Selesai mempelajari. Tuan memiliki 5000 Poin Skill, apa tua-]


"Ya."


[Mempelajari dan menelaah ilmu lebih dalam...... Selesai]


Sama seperti sebelumnya, Yun Qi merasakan sakit yang teramat dikepalanya. Namun karena dia sudah sedikit terbiasa, rasanya tidak terlalu menyiksa seperti yang pertama.


"Kedua skill ini sangat gila. Aku bahkan tidak tahu harus bereaksi seperti apa," dengan teknik Transformasinya, Yun Qi mampu berubah wujud menjadi seekor naga hitam panjang yang ukurannya sangat masif. Bahkan 30 gunung yang dijajarkan saja masih belum cukup untuk menyamakannya.


Dan light step. Yun Qi bisa menguraikan tubuhnya menjadi partikel kecil yang tidak mempunyai massa bernama Foton. Saat dia menjadi Foton, dia seolah bisa melewati apapun tanpa halangan.


Mau itu tembok atau dinding yang sangat besar, semuanya bisa dia lewati dengan mudah. Bahkan karena dia tidak mempunyai massa, Yun Qi tidak bisa disentuh lagi oleh apapun.


Itu artinya, dia saat ini tidak terkalahkan.


Selesai dengan euphorianya, Yun Qi melanjutkan perjalanannya. Namun saat dia melangkah lebih jauh, 30 orang dengan jubah hitam tiba-tiba datang mengepungnya.


Yun Qi tidak panik, malah tersenyum lebar. "30 ya? Kenapa tidak 80?"


***


Sebenernya cahaya gak bisa nembus tembok atau benda-benda yang sekiranya bisa ngeblokir cahaya.


Tapi karena Yun Qi sudah mempelajari teknik Light Step sampai 100% dia bisa mengaturnya untuk bisa menjadi lebih kecil dan cepat lagi.


Jadi yah, maklumin aja ya....