
Yun Qi sampai disebuah bangunan bertuliskan 'Paviliun Phoenix Biru'. Dia datang ketempat itu hanya untuk mengetahui bentuk spiritnya.
Karena sudah banyak orang yang Yun Qi tanya, dan selalu Paviliun Phoenix Biru lah jawaban mereka.
Paviliun Phoenix Biru memiliki bangunan 7 tingkat. Dimana setiap tingkatnya, akan selalu ada satu lukisan Phoenix Biru sebagai dekorasinya.
Semakin tinggi tingkat bangunannya, semakin banyak juga lukisan Phoenix Birunya.
Setelah puas melihat-lihat, Yun Qi memasuki bangunan itu. Didalam bangunan banyak sekali orang-orang yang sedang melakukan jual beli, ada juga yang sedang diusir oleh penjaga karena mencuri.
Para wanita pelayan berbaju merah juga selalu melayani tamu-tamu yang datang. Tapi hanya untuk yang memakai baju mewah saja, para pengunjung yang memakai baju jelek tidak akan dilirik sama sekali.
Yun Qi didatangi oleh seorang wanita pelayan cantik dengan bibir yang mungil. Rambutnya berwarna hitam panjang, dengan mata berwarna coklat.
Wanita itu terlihat sangat ramah melayani Yun Qi. Senyuman manisnya membuat hati Yun Qi sedikit terpesona.
"Selamat datang tuan, apa yang tuan inginkan?" Suara yang lembut dan manis membuat Yun Qi sedikit berfantasi.
"Aku ingin mengetes spiritku," Jawab Yun Qi singkat.
Wanita itu sedikit ling lung, tapi beberapa saat kemudian dia sadar. "Ah oke, tolong ikut aku tuan."
Yun Qi mengangguk, dan berjalan mengikuti sang wanita pelayan.
Yun Qi dibawa sang wanita pelayan kesebuah lapangan yang kosong. Dipinggir lapangan, terlihat sebuah bangunan kecil berdiri kokoh, dengan seorang pria tua berambut putih sedang duduk dan melamun.
Dia terlihat begitu bosan melihat lapangan kosong dihadapannya. Sinar matahari yang menyengat juga membuat dia menjadi sedikit kesal.
"Halo kakek, ada yang ingin mengetes spirit, mohon bantuannya."
Si pria tua itu menaikkan sebelah alisnya. Dia melihat wanita pelayan dan Yun Qi secara bergantian. "Hmmm.... Oke, kau boleh pergi gadis kecil."
"Baik kakek, dadah."
Setelah wanita pelayan itu pergi, Yun Qi berjalan mendekati si kakek tua. "Namaku Yun Qi, salam kenal."
Yun Qi menyodorkan tangan kanannya.
Sang kakek tidak menyautinya, dia terlihat menaikkan sebelah alisnya. "Ya, salam kenal. Namaku Ji, tak usah salaman, aku takut kena virus."
Setelah itu, Yun Qi dibawa kakek Ji kebagian paling tengah lapangan kosong. kakek Ji juga membawa sebuah bola putih ditangannya.
"System, bola apa itu?"
[Bola pengetes ketebalan Dantian. Benda itu akan berguna untuk melihat setebal apa Dantian tuan]
Yun Qi mengangguk, "Apakah bola itu juga akan mewujudkan spiritku?"
[Ya]
"Letakkan tanganmu keatas bola ini."
Yun Qi mengangguk, walaupun dia sedikit terkejut karena alat untuk mengetes wujud spirit benar-benar sederhana. "Alat sesederhana ini saja kau tidak menjualnya diawal-awal."
[Bisnis ◉‿◉]
Setelah itu, Yun Qi melakukan apa yang disuruh Kakek Ji. Bola pengetes ketebalan Dantian tiba-tiba berubah warna menjadi hitam.
Bahkan bukan hanya bola, langit-langit planet berubah warna menjadi hitam. Seolah-olah hari berganti malam.
Kakek Ji tak bisa memercayai matanya. Bola pengetes ketebalan Dantian yang dia punya menunjukkan angka 9999999. Ini adalah hal yang paling mengerikan selama dia hidup.
"Mu-Mustahil!" Kakek Ji gemetar ketakutan. Dia melihat Yun Qi seolah sedang melihat monster mengerikan.
Sebuah nebula hitam berbentuk mata, tiba-tiba muncul diatas langit. Mata itu melihat apa yang ada dibawahnya seolah sedang melihat semut-semut kecil.
[Itulah spirit anda, kegelapan yang penuh ilusi]
Yun Qi menatap mata raksasa diatasnya dengan seksama. Mata itu mengingatkannya dengan sesuatu. "Kegelapan yang penuh ilusi..... Jadi itu cuma ilusi?"
[Ya, tuan bisa membuat ilusi sesuka hati anda]
Yun Qi tersenyum, lalu melepaskan bola pengetes ketebalan Dantian. "Maaf kakek tua, tapi aku harus pergi."
Setelah itu, Yun Qi tiba-tiba menghilang dari sana. Meninggalkan Kakek Ji yang masih gemetaran dan ketakutan.