
Selama 1 Minggu penuh, Yun Qi bertapa dihutan untuk bisa mewujudkan spiritnya. Dan itu berhasil, walaupun tidak 100%, setidaknya dia bisa menggunakannya sebanyak 80%
Dimalam hari yang tenang dengan tiga bulan bersinar terang. Muncul seorang pria berjubah coklat yang memancarkan aura agung.
Yun Qi menatap orang itu dengan perasaan heran, "Siapa kau?"
Si pria misterius tidak menjawab, dia membuat bom Qi ditangannya, lalu melemparnya ke arah Yun Qi.
Bummmmmmmm
Ledakkan besar terjadi, dentuman yang sangat keras terdengar beberapa kilometer jauhnya.
Asap-asap yang mengepul menghilang disapu angin. Kawah berdiameter 30 meter tercetak jelas diantara banyaknya pohon-pohon.
Yun Qi tiba-tiba muncul diatas langit yang berada jauh dari si pria misterius. Dia begitu terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.
"Analisa...!"
[Nama: Dong Bai Xiu
[Level: Raja (7)]
Yun Qi menelan ludahnya, ditahap energi tingkat satunya saat ini, dia akan sangat kesusahan untuk melawan kultivator tingkat raja, bahkan dia bisa saja kalah dengan itu.
"Dong Bai Xiu.... Untuk apa kau menemuiku?"
Pria misterius itu sedikit tersentak. Namun setelahnya dia tersenyum dan membuka tudung jubahnya.
"Bagaimana kau bisa tahu identitasku? Kau peramal ya?" Dibalik tudung yang menutupi, tersembunyi wajah tampan yang amat luar biasa.
Rambut hitam panjangnya menjuntai kebawah sampai pinggul. Matanya berwarna oranye cerah, yang dipenuhi oleh semangat berapi-api.
Tubuhnya terlihat lumayan tinggi, dan dilengkapi dengan otot-otot yang tertutupi oleh kain baju berwarna biru cerah.
"Bagaimana aku tahu? Kau tidak akan pernah mengetahuinya, dan selamanya tidak pernah."
"Jangan galak-galak begitu, aku hanya ingin menjadikanmu aset berhargaku,"
Yun Qi menaikkan sebelah alisnya, "Huh? Apa maksudmu?"
Dong Bai Xiu memejamkan matanya, "Kau adalah demi-human kan? Semenjak sang manusia pertama menginjakkan kakinya di planet ini, hanya ada 300 demi-human yang tertangkap oleh kami. Dan disaat dan diwaktu ini, demi-human yang masih hidup dan bertahan hanya ada dua. Yaitu Demi-human Yang peliharaan kaisar sihir, dan Demi-human Yin peliharaan Kaisar Pedang. Karena sangat berharga, demi human itu sangat langka! Lalu bagaimana jika aku mendapatkan satu demi-human? Jawabannya adalah kenaikkan jabatan! Anak-anakku akan hidup tentram di ibukota, dan tidak perlu menikahi wanita kejam seperti Dai Shouhu. Jadi kau memutuskan untuk menyerah dengan sukarela, atau malah ingin pakai cara kasar?"
Yun Qi tersenyum lebar saat mendengarnya, "Tak ada yang perlu ditanyakan, ayo langsung kita mulai saja."
Dong Bai Xiu menghela nafasnya, "Kau yang meminta, bocah."
Diatas hamparan rumput yang sangat luas. Ditemani dengan tiga bulan dan ribuan bintang yang bercahaya.
Terlihat dua sejoli yang sedang tiduran diatasnya. Mereka menatap langit malam yang sangat indah dalam damai.
Beberapa bintang jatuh juga selalu melesat dan menghilang. Cahaya bintang-bintang yang meledak, berubah menjadi lampu kelap-kelip yang menghiasi langit.
Mereka sangat menikmati semua pemandangan itu. "Xin...."
"Hua'er, panggil aku Hua'er."
Xian Zheng tersipu malu dengan wajah yang memerah. "Aku rindu padamu...."
"Aku juga, Zheng Gege," Xin Hua tersenyum manis pada Xian Zheng, hal itu membuat Xian Zheng lagi-lagi tersipu malu.
"Haha.... Hua'er, aku punya sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu," Wajah Xian Zheng dipenuhi oleh harapan saat mengatakan itu.
Xin Hua tersenyum, lalu menganggukan kepalanya. "Tunjukkan saja Zheng Gege."
"Hehe..." Xian Zheng cengengesan dan berdiri dari posisi tidurnya. Lalu dia berjalan kehadapan Xin Hua yang sedang duduk manis.
"Kau ingat dengan janji yang kau buat dulu? Yang tentang bunga anggrek itu loh..."
Xin Hua mengangguk kecil, "Aku sangat ingat, janji itu adalah janji yang selalu kutunggu-tunggu. Namun terpaksa harus aku hapus demi orang tuaku."
"Hehe, kau akan melihat janji itu saat ini juga, aku sudah berlatih banyak loh."
Xian Zheng merentangkan kedua tangannya. Sembari memejamkan matanya dan bersikap fokus. Xian Zheng merapalkan beberapa mantra untuk memperkuat fokusnya.
Sring....
Satu titik cahaya putih melayang-layang diudara. Beberapa saat kemudian, satu titik cahaya putih itu bertambah banyak dan semakin banyak.
Menutupi langit dengan cahaya putih yang sangat silau.
Xin Hua menutup matanya agar tidak terasa sakit. Lalu saat dia membuka matanya, semua titik putih itu bermekaran.
Rasanya sangat indah melihat bunga anggrek putih yang menghiasi langit malam. Bukan hanya sekadar hamparan bunga anggrek saja, mereka semua bersatu dan membentuk sebuah malaikat yang terbuat dari bunga-bunga anggrek.
Tak terasa Xin Hua meneteskan air matanya. Hatinya sangat terenyuh saat melihat malaikat anggrek yang dibuat Xian Zheng.
"Malaikat itu benar-benar sangat indah, terima kasih banyak Xian Gege."
Xian Zheng tersenyum hangat, tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat Xin Hua bahagia. "Sama-sama, Hua'er...."