INFINITY SYSTEM

INFINITY SYSTEM
1. Kesialan dan Keberuntungan



"Ah .... Aku ingin kembali menjadi anak kecil."


Ucap dari seseorang yang sudah terjatuh kedalam keterpurukan dan kemiskinan.


Mungkin jika dia hidup menjadi orang kaya saat besar, dia benar-benar tidak mau berbicara seperti itu.


Namun karena pikiran dan tubuhnya sudah lelah, dia ingin kembali hidup dimasa lalu. Masa dimana dia masih kecil dan tidak perlu pusing memikirkan uang.


Ya, uang. Semua sumber kesedihan yang dia rasakan adalah uang. Jika mempunyai banyak uang, dia tak akan selelah ini. Jika mempunyai banyak uang, dia tak perlu capek-capek memikirkan jodoh. Akan banyak sekali wanita cantik yang mendekat padanya.


"Tapikan kita harus mencari perempuan yang benar-benar tulus mencintai kita."


Tak apa. Bagi dia, perempuan tak ada artinya lagi selain pemuas ***** dan alat untuk memperbanyak keturunan.


"Hey! Kalau begitu apa artinya ibu bagimu?!"


Tak ada, selain orang yang melahirkan dan mengurus kita. Bagi dia, ibunya tak ada bedanya sama sekali dengan wanita yang lain.


"Jika pemikiranmu seperti itu, kau memang pantas untuk jatuh miskin. Orang yang tidak bisa menghargai orang tua sendiri, memang tidak layak untuk bahagia."


Aku tidak peduli.


Dia menutup kedua telinganya menggunakan jarinya. Wajahnya seolah tidak peduli. Dengan begitu banyak cemoohan dan hinaan, sudah luar biasa baginya untuk tidak bunuh diri.


Namun kali ini sepertinya berbeda. Baru saja ada seorang wanita cantik lewat dihadapannya. Tidak ada angin dan tidak ada hujan, wanita itu tiba-tiba menendang wajahnya hingga kepalanya terbentur ketembok.


Dia yang tidak bisa diam saja. Melawan wanita itu menggunakan sebuah pisau yang berasal dari kantongnya.


Wanita itu sangat terkejut, dan berniat untuk kabur. Namun tangannya digenggam dan ditarik kedalam gang oleh dia.


Dia membuat wanita itu terjatuh kedalam posisi tengkurap. Dan menggorok lehernya setelahnya.


Dia benar-benar tak terima dihajar tanpa alasan oleh seorang wanita. Seseorang yang hanya menjadi simbol pemuas ***** dan alat memperbanyak keturunan saja.


Namun sepertinya keputusannya salah. Terlihat seorang pria bertubuh besar dengan jas rapih yang menyelimuti tubuhnya sedang berteriak mencari seseorang.


Saat dia melihat pakaian dan aksesoris yang dipakai sang wanita. Punggungnya berkeringat menyadari bahwa wanita yang dia bunuh adalah orang kaya.


Dia ingin segera menyembunyikan tubuh sang wanita. Namun saat dia hendak melakukan itu. Si pria besar itu melihatnya!


Mengeluarkan pistol dari sakunya. Pria besar itu mengarahkan pistolnya tepat diarah dada dia.


Dia segera berlari secara zig zag berharap bisa menghindari tembakan yang mengarah pada dirinya.


Namun karena dia bukan seorang aktor film. Kaki, tangan, kepala, dada, hingga selangkangannya tertembak bertubi-tubi oleh si pria besar.


Tak sempat untuk menjerit, lehernya ditembak dengan segera oleh si pria besar.


Hatinya sakit saat menyadari bahwa hidupnya telah berakhir. Air matanya berlinang bercampur dengan darah.


Pandangannya perlahan-lahan memburam, lalu gelap gulita setelahnya.


***


Tak bisa dipastikan dimana tempat dia berada sekarang. Banyak sekali bola-bola bercahaya yang bersinar diseluruh arah.


Jumlahnya mungkin lebih dari triliunan. Tempat dia berada saat ini, persis sekali seperti langit malam yang dihiasi bintang.


Walaupun ketidaktahuan menyelimuti hatinya dengan ketakutan. Ada perasaan kagum saat melihat arah sekitarnya.


Dia merasakan perasaan nostalgia saat melihat langit malam yang dihiasi bintang.


Hatinya perlahan-lahan mulai tenang. Karena tidak tahu harus melakukan apa. Dia terdiam disana sembari melamun.


Dia juga suka melihat sebuah cahaya yang terus berkelibat, lalu menghilang seperti tidak pernah ada.


Dia berpikir bahwa tempat dia berada saat ini adalah sebuah neraka.


Jika hanya semenit dua menit dia tak akan merasakan apapun. Namun jika dia terus diam ditempat itu selama berjam-jam, rasanya akan sangat menyiksa.


Karena takut memikirkan hal itu. Dia terus menelusuri tempatnya berada seperti sedang berenang didalam air.


Dari arah Utara sampai selatan. Dia tak bisa melihat apapun selain bola-bola yang bercahaya. Tak lupa juga dengan cahaya yang berkelebat.


Menyadari bahwa hal yang dia lakukan hanya sia-sia. Dia terdiam diatas udara dengan tangan yang terlipat.


Tatapannya begitu sendu. Seperti orang yang sudah kehilangan semangat.


Saat ini dia sudah lelah untuk merasakan apapun. Dia tak mau merasakan takut lagi, dia tak mau merasakan perasaan senang lagi, dan dia tak mau merasakan perasaan sedih lagi.


Dia benar-benar ingin menjadi sebuah boneka. Sebuah benda mati yang tidak akan merasakan apapun sebanyak apapun situasi menyiksanya.


Kesadarannya perlahan-lahan terlarut kedalam jurang yang sangat dalam.


Bola-bola cahaya yang biasanya dia lihat dengan jelas. Mulai terlihat memburam selama dia terdiam.


Dia tak peduli dengan itu. Saat ini dia sedang berusaha menjadi sebuah boneka.


Namun pandangannya yang terus-terusan berubah menjadi gelap. Membuat hatinya gelisah dan ketakutan.


Karena mau bagaimanapun, dia bukanlah sebuah benda mati. Dia adalah sebuah mahluk hidup.


Mahluk hidup yang harus merasakan apapun walau dia tidak mau. Mahluk hidup yang memiliki insting tajam untuk tetap hidup.


Jika dia ingin menjadi boneka, berarti dia harus tidak hidup lagi.


Takut.


Hatinya diselimuti oleh ketakutan. Dia berusaha untuk bergerak. Namun sebanyak apapun dia berusaha, dia tetap tidak bisa bergerak.


Menjerit pun dia tidak bisa. Hingga semua inderanya perlahan-lahan mulai menghilang.


Dipikirannya tidak ada apapun selain perasaan teror.


Tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, tidak bisa merasakan. Hanya ada kehampaan didalam tubuhnya.


Dia lebih memilih kukunya dicabut, daripada merasakan kehampaan kosong.


Tak tahu berapa lama dia akan merasakan itu. Membuat dia bertambah ketakutan.


Kehidupan, kekayaan, kekuatan, pernikahan, percintaan, hingga wanita terbesit didalam pikirannya.


"Jika aku sekolah dengan benar, aku tidak akan seperti ini."


"Jika saja aku tampan, aku bisa menjadi aktris dan mendapatkan banyak uang."


"Jika saja aku kaya, aku bisa hidup didalam kebahagiaan."


"Jika saja aku tidak naif, aku tak akan berakhir seperti ini."


"Jika saja aku membuang perasaanku dari awal. Aku bisa hidup dengan lebih baik."


Perasaan jijik pada sendiri mulai menghilangkan rasa takut yang menyelimuti hatinya.


Dia menyesal telah salah memilih jalan hidup. Keputusan untuk menjadi orang baik dimasa lalu, benar-benar membuat dirinya sengsara sampai mati.


Jika dia diberi sebuah kesempatan kedua, dia akan hidup dengan lebih mementingkan diri sendiri. Tak peduli dengan kesusahan orang lain, dia akan membahagiakan dirinya sendiri.


Terlarut dalam perasaanya, akhirnya dia menemui ajalnya. Semua yang dia lihat dan rasakan saat tadi. Hanyalah sebuah proyeksi dari hidupnya dimasa lalu.


Dia mati dalam keadaan menyesal. Tak ada kedamaian sama sekali didalam kematiannya.


Dan ironisnya, dia mati dalam keadaan sebagai penjahat.


.


.


.


.


[Proses pengaktifan dimulai.....]


[Proses pengaktifan selesai]


[Selamat datang tuan, semoga kau selalu bahagia]


Suara wanita dewasa terus terngiang-ngiang didalam kepalanya. Membuat dia membuka matanya karena penasaran.


Matanya terasa sakit saat cahaya ungu berkilauan menerpanya. Dia sedikit menyipitkan matanya untuk mengurangi sedikit rasa sakit.


Saat sudah terbiasa, dia baru bisa melihat pemandangan yang ada dihadapannya.


Langit berwarna hitam dengan awan yang tak kalah gelapnya. Petir berwarna ungu terus bermunculan dengan gemuruh mengerikan yang menemaninya.


Lingkungan sekitarnya pun terlihat sudah rusak akibat disambar petir. Namun yang lebih aneh, tanah yang dia pijaki sangat berbeda dengan tanah yang ada dibumi.


Pasalnya, tanah yang saat ini sedang dia pijak memiliki warna ungu gelap dengan aura suram yang terus keluar.


Jika dia mengira, tanah yang dia pijak saat ini penuh dengan racun yang mematikan.


Matanya terlihat penuh dengan ketakutan. Dengan segera dia berdiri dan melompat-lompat untuk menghindari kontak langsung dengan tanah yang beracun.


Namun tak peduli sebanyak apapun dia meloncat, racun terus menyebar keseluruh tubuhnya. Baru saja dia hidup kembali, tapi sudah mau mati saja. Dia bahkan belum sempat tau dimana dia hidup sekarang.


Dia merasa seperti mainan rusak yang baru saja dibenarkan lalu dirusak lagi.


[Walaupun tuan merasa sial, tetapi aku tidak merasa seperti itu. Aku merasa telah menjadi orang yang paling beruntung karena bisa bertemu tuan. Sangking besarnya rasa senangku, rasa ini akan melindungi tubuhmu dari racun. Jalani kehidupan barumu dengan penuh kebahagiaan. Tak perlu memikirkan aku, sebab bisa melihat wajahmu saja sudah membuatku bahagia]


Memang terdengar mustahil. Namun faktanya jantung dia berhenti berdetak selama satu detik.


Dia merasa sangat terkejut saat mendengar suara wanita itu untuk yang kedua kalinya.


Karena tidak tahu harus melakukan apa, dia berusaha untuk mencoba lagi berkomunikasi dengannya.


"Kau.... Siapa?"


[Aku adalah system. Sesuatu yang tuhan buat untuk membantumu]


"Sesuatu yang tuhan buat untuk membantuku?" Tak dia sangka ternyata dirinya masih disayang oleh tuhan. Dia berpikir bahwa kehidupan dirinya dulu dibumi hanyalah awal untuk kehidupan yang baru.


[Setiap tak terbatas tahun kali, tuhan akan melepas benang takdir yang mengikat mahluk ciptaannya dalam waktu beberapa saat saja. Tuhan melakukan itu untuk mengundi mahluk ciptaannya agar mendapatkan system. Dan tuanlah yang kebetulan mendapatkan system. Jadi jangan bilang kau adalah mahluk yang paling sial ya tuan, kau adalah mahluk yang paling beruntung]


Dia memejamkan matanya. Sebenarnya dia juga merasa sangat beruntung bisa hidup kembali didunia asing. Walaupun dia mati lagi saat ini, sebuah prestasi baginya bisa hidup dua kali dan mati dua kali didunia yang berbeda.


Dia bisa pamer pada orang lain jika dia hidup dua kali diakhirat nanti. Namun ternyata keberuntungan dirinya masih belum berhenti.


Selain dipindahkan kedunia lain, dia juga diberi sesuatu yang spesial yang dibuat langsung oleh tuhan. Jika keberuntungan diibaratkan sebagai emas, maka dia adalah orang yang paling kaya di segala penjuru dunia.


"Fyuh.... Aku mengerti. Lalu system, kau mengatakan bahwa kau akan membantuku didunia lain. Pertanyaanku, apa kegunaanmu? Tak mungkin bukan jika kau tidak berguna tapi ditugaskan sebagai sesuatu yang akan membantuku."


[System memiliki toko yang menjual semua keperluan tuan. Alat tukar yang akan digunakan tuan untuk membeli sesuatu ditoko disebut dengan Poin System. Poin System bisa didapatkan dari membunuh mahluk hidup ataupun menyelesaikan misi. Lalu fungsi system yang kedua adalah sebagai penyedia informasi untuk tuan, dan fungsi system yang paling penting adalah system bisa menjadi teman terdekat tuan yang bisa dipercaya ><]


Dia menghela nafasnya saat melihat emote terakhir yang digunakan system. "Iya, lalu untuk membuka toko itu, apa yang harus kulakukan?"


[Ucapkan saja status, lalu tuan pilih panel bertuliskan toko yang terletak dibagian paling bawah]


Saat mendengar itu, dia melakukan apa yang dikatakan systemnya. "Status."


[Nama: Yun Qi]


[Title: Keberuntungan tak terbatas, manusia pilihan, manusia tertinggi]


[Level: Manusia biasa]


[Poin Pengalaman: (0/1000)]


[Poin System: 1000]


[Status: Terkena racun hitam]


[Toko]


[Misi]


[Versi: 0.1]


[Upgrade]


Ada tiga hal yang menarik perhatian Yun Qi. Yang pertama adalah title, lalu Poin Pengalaman, dan terakhir statusnya.


Tapi dari tiga hal itu, yang paling penting menurut Yun Qi adalah statusnya. Jika tak segera dibereskan, mungkin dia akan mati keracunan.


"System, katanya kau melindungi tubuhku dari racun. Tapi kenapa statusnya menunjukkan bahwa aku keracunan?"


[System hanya melambatkannya saja. Sebab hanya itulah yang bisa tuan dapatkan secara gratis]


"Aku mengerti, lalu bagaimana cara menyembuhkannya?" Entah kenapa Yun Qi merasa bahwa pandangannya semakin lama semakin kabur.


[Tuan bisa membeli pil anti racun didalam toko, harganya 1 Poin System untuk 100 pil anti racun]


Yun Qi membuka panel toko dan memencet sebuah kotak bertuliskan pil. Setelah itu dia mencari pil yang dikatakan systemnya.


Banyak sekali pil yang dijual, dan banyak sekali juga pil yang menarik perhatian Yun Qi. Namun yang pali dia butuhkan saat ini hanyalah pil anti racun.


Sudah menemukan apa yang dia cari. Yun Qi menghabiskan 5 poin Systemnya untuk membeli pil anti racun.


Didalam inventori systemnya, terlihat 500 butir pil berwarna hijau menggunung dan saling menumpuk.


Yun Qi mengambil satu buah pil lalu memakannya. Setelah memakannya, Yun Qi duduk bersila sembari memejamkan matanya.


Dia melakukan itu karena system yang menyuruhnya. Karena memang bermanfaat, Yun Qi tak mengeluh diperintah oleh systemnya.


Pil itu masuk kedalam tenggorokan Yun Qi. Lalu terjun bebas menuju kerongkongan dan lambung. Setelah dilambung, pil itu mencair dan menempel keseluruh dinding lambung.


Membuat Yun Qi merasakan sedikit mual. Namun setelah beberapa saat, cairan yang dihasilkan akibat pil anti racun meleleh mulai merambat keseluruh organ tubuh Yun Qi.


Membersihkan semua racun yang menempel di organ-organ tubuhnya.


5 menit berlalu, Yun Qi merasakan ada sesuatu yang berusaha keluar dari mulutnya. Karena tidak bisa ditahan, Yun Qi mengeluarkan sesuatu itu dari mulutnya.


Alangkah terkejutnya Yun Qi saat melihat apa yang baru saja dia muntahkan.


Ternyata Yun Qi memuntahkan sebuah cairan hitam dengan aura ungu gelap yang terus keluar.


Jika Yun Qi menduga, cairan hitam itu adalah racun yang menggerogoti tubuhnya.


Menyadari bahwa tubuhnya mulai terasa ringan kembali, Yun Qi segera menghela nafas lega. Jika tidak ada system, Yun Qi yakin dirinya akan mati dalam waktu beberapa menit saja.


[Pil itu akan membuat tuan kebal dengan racun selama 5 menit saja. Jadi alangkah baiknya tuan memakan pil itu lagi setelah waktu 4 menit terlewati]


Yun Qi menganggukkan kepalanya. "Ya, terimakasih System"


[Sama-sama ^^]


"Kuharap kau tidak menambahkan emot diakhir ucapanmu...."


[Karena system tidak punya wajah, system mengekspresikan perasaan system dengan cara memakai emot]


"Baiklah, asal kau bahagia."


Selesai dengan urusan racun, Yun Qi menjadi teringat dengan dua hal tadi yang membuatnya penasaran. "System, apa itu title?"


[Title adalah gelar yang akan diberikan, jika tuan menyelesaikan satu buah syarat. Syarat bisa berupa misi, ataupun hal-hal yang lain. Title memiliki buff sendiri jika tuan mendapatkannya, dan jika tuan ingin melihat buff apa yang terkandung didalam title, tuan bisa memencet salah satu title saja]


Yun Qi mengangguk, lalu setelah itu dia memencet title Keberuntungan tak terbatas.


[Keberuntungan tak terbatas]


[Karena kau adalah manusia pilihan Tuhan, dewa keberuntungan akan otomatis meningkatkan keberuntungan tuan. Keberuntungan tuan akan meningkat sebanyak 85%]


"Kenapa cuma 85%?"


[Tak boleh ada mahluk hidup yang memiliki keberuntungan 100%, sebab hal itu bisa membuat mahluk hidup terhindar 100% dari kematian. Keseimbangan dunia akan terganggu. Mahluk hidup itu bisa menjadi sebuah anomali yang menghancurkan apapun tanpa resiko sedikitpun]


Melihat apa yang dikatakan system, Yun Qi mengangguk mengerti. Walaupun keberuntungan 100% memang sedikit menggiurkan. Itu artinya kau bebas melakukan apapun yang kau mau, tanpa sebuah hukuman yang menunggumu. Sebab hukum dan peraturan yang ada, tidak bisa menyentuhmu karena keberuntungan yang sangat besar.


"Aku mengerti," lalu Yun Qi memencet titlenya yang kedua.


[Manusia Pilihan]


[Karena Tuhan senang sekali dengan seseorang yang berhasil mendapatkan system, maka dalam awal perjalanannya, semua harga ditoko system akan berkurang sebanyak 99%. Harga diskon itu akan menghilang setelah satu tahun]


Yun Qi merasa senang saat melihat hal itu. Pasalnya, titlenya yang kedua bisa sangat membantu perkembangan dirinya selama perjalanan.


"Baiklah, yang terakhir."


[Manusia Tertinggi]


[Diantara triliunan dan Kuadriliunan manusia yang ada didunia, tuan berada diatas mereka semua. Hierarki tuan diantara para manusia berada ditangga paling atas. Tak akan ada yang bisa menandingi derajat tuan. Bangsawan, raja, kaisar, semuanya harus tunduk pada tuan. Memiliki kemampuan untuk menelaah ilmu dengan lebih cepat. Memiliki penalaran yang sangat tinggi. Dan kemampuan untuk mempelajari sesuatu dengan lebih cepat. Jika tuan menjadi seorang kultivator, maka fisik tuan akan bertambah berkali-kali lipat. Pertambahan itu akan terus ada selama tuan berkultivasi. Jika berada ditingkat tertentu, maka tuan bisa kebal dengan racun ataupun dengan sesuatu yang merugikan tuan]


Yun Qi tak bisa menahan rasa senangnya saat melihat itu. Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang diberikan Tuhan kepadanya. Jika jujur mengakuinya, Yun Qi bersyukur sekali telah mati dibumi.


"Fyuhh....." Yun Qi menatap langit dengan tatapan sendu. Banyak sekali kesialan dan keperihan yang dia rasakan selama dibumi. Namun jika semua itu dibayar dengan keberuntungan tak terbatas, maka dia rela merasakan itu semua.


***


Tingkat kultivasi: (1-9)


-Kelahiran


-Transformasi


-Merasakan Qi


-Menyempurnakan Qi


-Manifestasi Qi


-Energi


-Penguasa


-Raja


-Kaisar