INFINITY SYSTEM

INFINITY SYSTEM
12. Spirit



Setelah mendengar pengumuman yang diucapkan Dai Huo, Yun Qi dan Xian Zheng kembali mencari gadis pujaannya.


Nama gadis pujaan Xian Zheng adalah Xin Hua. Seorang gadis kecil yang memiliki rambut berwarna pink.


Kenapa bisa tahu? Sebab saat ini mereka berdua berhasil menemukan keberadaan Xin Hua.


Xin Hua terlihat sedang membantu ibu-ibu berjualan. Wajahnya terlihat lelah, tapi tidak menghilangkan kecantikannya.


"Beneran tuh gadis yang ingin kau nikahi? Tak sepadan sekali dengan wajahmu,"


Xian Zheng cemberut, tapi dia benar-benar ingin menikahi Xin Hua. "Jangan meremehkanku kakak, aku punya sesuatu yang tidak orang lain punya."


Yun Qi tersenyum mengejek, "Apa itu?"


"Spirit."


Yun Qi melebarkan matanya, dia tidak bisa langsung percaya saat Xian Zheng mengatakan hal itu. "Spirit? Kau pasti hanya asal ngomong."


"Heh, ayahku adalah seorang kultivator berlevel Manifestasi. Dia bercinta dengan ibuku saat ibuku masih melacur. Karena aku adalah hasil dari bibit kultivator berlevel Manifestasi, aku mempunyai sesuatu yang spesial. Seperti tubuh yang kuat, dan afinitas dengan Qi yang sangat tinggi. Jadi walaupun aku bukan kultivator, aku bisa sedikit mengeluarkan wujud spiritku."


"Tapi itu tetap saja tidak mungkin, kau bahkan bukan kultivator."


[Tuan, ada yang namanya bakat didunia ini]


Yun Qi terdiam, lalu mengangguk-anggukkan kepalanya. "Aku paham," Setelah itu dia menatap wajah Xian Zheng. "Lalu apa hubungannya antara Xin Hua dan spirit?"


"Spiritku adalah bunga anggrek putih. Xin Hua tak sengaja melihatnya saat aku sedang mengeluarkan spiritku. Dan kau tahu apa tanggapannya? Dia sangat suka dengan spiritku,"


"Wajahnya begitu terpesona dengan pipi yang sedikit memerah. Sejak saat itu, dia selalu datang menemuiku untuk melihat spiritku,"


"Rasa cintaku padanya pun perlahan tumbuh, hingga suatu hari aku menyatakan perasaanku. Dia hanya tertawa dengan wajah imutnya, dia bilang dia mau menikah denganku saat aku bisa membuat 1 juta bunga anggrek,"


"Aku menyetujuinya, dan selalu berlatih setiap hari. Tapi karena suatu kesialan, orang tuanya jatuh sakit dan terus berbaring diatas kasur. Permintaan 1 juta bungga anggreknya dia ganti menjadi uang agar bisa menyembuhkan kedua orangtuanya,"


"Tapi sayangnya aku tidak bisa memberikannya uang, karena pada saat itu, ekonomiku sedang berada disaat-saat yang sangat kritis. Aku dan kakakku berada diambang hidup dan mati. Jadi daripada memberikan uang pada orang lain, kami menggunakannya sendiri untuk bisa bertahan hidup,"


Yun Qi mengelus dagunya, tak disangka kisah percintaan bocah lebih dramatis daripada kisah percintaan dirinya. "Jadi sekarang kau sudah bisa membuat berapa bunga anggrek?"


"10 juta."


Yun Qi sedikit menelan ludahnya, dia berpikir, apakah mungkin orang yang bukan kultivator memperbanyak spiritnya sampai ke angka 10 juta?


"Kau hebat ya, aku akan mengangkatmu menjadi muridku,"


Xian Zheng menaikkan sebelah alisnya, "Woah, beneran nih? Kau tidak bercanda kan?!"


"Ya! Panggil aku guru."


"Baik guru!" Xian Zheng sujud tiga kali pada Yun Qi.


"Oke muridku, berikan uang ini pada gadis pujaanmu. Dan selesaikan urusanmu dengan gadis itu" Yun Qi memberikan sekantung emas besar kepada Xian Zheng.


Xian Zheng sangat terkejut saat melihatnya. Dia kira sekantung emas besar itu hanyalah mitos belaka. "Beneran?"


"Ya, benar."


"Ka-Kalau begitu aku akan menerimanya..." Xian Zheng dengan gugup menerima pemberian Yun Qi. Namun karena dia benar-benar butuh, Xian Zheng akhirnya bisa menerimanya.


"Terimakasih guru! Aku akan selalu mengingat jasamu!" Xian Zheng lagi-lagi bersujud pada Yun Qi, tapi tidak tiga kali, melainkan 10 kali.


Yun Qi tersenyum dan mengangguk.


Setelah itu Xian Zheng berjalan menemui Xin Hua. Wajah Xin Hua terlihat senang saat melihat Xian Zheng. Dia sebenarnya sangat rindu dengan Xian Zheng, karena bagaimanapun, Xian Zheng adalah cinta pertamanya.


Melihat semua pemandangan manis itu, Yun Qi tersenyum dan hatinya terasa sangat senang. "Baiklah, aku akan menyelesaikan urusanku."


Yun Qi tiba-tiba menghilang dari sana.