INFINITY SYSTEM

INFINITY SYSTEM
11. Dai Shouhu, Si Putri Yang Kejam



Selesai dengan perkenalannya, mereka bertiga malam bersama-sama diatas lantai. Hal itu membuat Yun Qi sedikit bernostalgia.


"Masakanmu enak sekali nona Yui."


Yui Ganqing menganggukkan kepalanya.


Xian Zheng terlihat tidak enak saat melihat kakaknya yang terus-terusan bertingkah seperti kucing kecil.


"Masakan kakak memang enak, aku pun heran dengan itu," kata Xian Zheng.


Yun Qi mengangguk, lalu mencuci piring bekas dia makan didapur. Xian Zheng sudah mencegahnya. Namun Yun Qi tidak menghiraukannya.


Setelah urusannya sudah selesai, Yun Qi mengajak Xian Zheng untuk bertemu dengan gadis pujaannya.


Xian Zheng sedikit malu. Namun dia mengiyakannya.


Selesai pamitan dengan kakaknya, Xian Zheng mengajak Yun Qi pergi menemui gadis pujaannya.


***


Yun Qi diajak Xian Zheng kesebuah rumah gubuk yang sama rusaknya dengan rumah dirinya.


Namun yang lebih parah, temboknya hanya dilapisi sebuah kain.


Xian Zheng mengetuk rumah itu. Tapi tidak ada yang menjawabnya. Xian Zheng berpikir bahwa gadis pujaannya tidak ada dirumah karena sedang bekerja.


"Siapa nama gadis yang kau sukai?"


"Xian Hua."


Yun Qi menganggukan kepalanya. "Umurnya kurang lebih sama sepertimu kan?"


"Ya."


"Hebat sekali Xian Hua itu. Dari kecil sudah rajin bekerja. Tidak mengemis-ngemis sepertimu."


Xian Zheng mengerutkan dahinya, "Buat apa bekerja jika bisa mengemis."


"Pintar, tapi bodoh."


Setelah itu Yun Qi berjalan kearah sekitarnya. Banyak sekali rumah-rumah reyot yang saling berjajaran. Seperti perumahan elit yang jauh dari kata elit.


"Kenapa dikota yang besar ini banyak sekali gelandangan?" Kota Hanxiu adalah kota yang sangat besar. Ukurannya kira-kira setengah dari pulau Liaochun.


Dan pulau Liaochun adalah pulau yang sangat besar. Bahkan termasuk kedalam pulau-pulau besar benua Immortal.


"Korupsi."


Yun Qi menaikkan sebelah alisnya, lalu tertawa terbahak-bahak. "Bahkan sangking busuknya sisi gelap pulau Liaochun, anak kecil pun sampai tahu istilah itu."


"Heh, wajarkan saja."


***


Perjalanan Yun Qi berhenti saat melihat sebuah kereta kuda yang dikawal lebih dari 20 orang.


Kereta itu terlihat sangat mewah, bahkan bisa dibilang sangat mewah. Seperti kereta kuda khusus untuk para bangsawan.


"Kereta itu adalah kereta kuda milik keluarga Dong. Keluarga yang menguasai kota Hanxiu."


Yun Qi menyipitkan matanya, bukan kereta kuda itu yang membuatnya tertarik. Namun para pengawalnya yang kuatnya luar biasa.


"Apakah orang yang ada didalamnya adalah sosok yang sangat penting? Bahkan sampai dikawal oleh 5 orang tahap manifestasi."


Yun Qi mengelus dagunya. "Kenapa mereka berbondong-bondong ke arah balai kota? Apa yang ingin mereka lakukan?"


"Ayo kita lihat saja."


Yun Qi mengangguk, dan bersama dengan Xian Zheng dia berjalan mengikuti kereta kuda.


Bukan hanya Yun Qi dan Xian Zheng saja, bahkan seluruh warga yang melihatnya, mengikuti kereta kuda dengan wajah yang penasaran.


Kebetulan tempat Yun Qi berada sangat dekat dengan balai kota. Hanya perlu berjalan selama 15 menit saja untuk bisa sampai ditempat tujuannya.


Pintu kereta kuda terbuka. Seorang pria berambut hitam panjang, dengan mata berwarna merah cerah keluar dari sana.


Wajahnya sangat tampan, seolah dipahat langsung oleh dewa. Memakai baju panjang berwarna oranye, pria itu melangkah pergi menuju atas panggung.


Setelah sampai, dia menggunakan Qi untuk memperkuat suaranya. "Halo warga-wargaku yang tercinta," suara lembut nan hangat terdengar diseluruh telinga warga.


Para wanita menjadi salah tingkah saat mendengarnya. Bahkan nenek-nenek pun, sampai bertingkah seperti gadis muda yang sedang kasmaran.


Sadar bahwa semua orang sudah mendengarkannya, pria itu melanjutkan omongannya. "Namaku adalah Dong Huo, putra sulung Dong Bai Xiu sang pemimpin kota ini. Tujuanku disini adalah untuk meminta bantuan kalian semua. Khususnya para kultivator kuat."


"Seperti yang kalian tahu, aku baru saja dijodohkan dengan putri yang terkenal kejamnya, Dai Shouhu. Seorang jenius muda yang mempunyai banyak julukan, salah satunya adalah 'Putri Kejam'. Ibunya yang bernama Dai Lian kemarin memaksa ayahku untuk menjodohkan diriku dengan putrinya."


"Ayahku tentu saja tidak setuju, sebab Dai Shouhu sangat terkenal membenci laki-laki. Tujuan ibunya pun hanya untuk mencaplok kota ini. Tapi karena Dai Lian memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat, ayahku terpaksa untuk menerima perjodohan itu."


"Tapi ayahku tidak semudah itu menerimanya. Dia mengajukan satu syarat kepada Dai Lian agar bisa menikahkan ku dengan Dai Shouhu. Yaitu pertandingan."


"Aku dan Dai Shouhu akan membuat tim dengan masing-masing 10 orang, dan itu hanya khusus untuk anak diusia 1-17 tahun. Jika timku menang, sebagian wilayah kekuasaan Dai Lian akan menjadi miliki ayahku, dan aku tidak akan dijodohkan. Namun jika tim Dai Shouhu menang, seluruh kekuasaan ayah akan jatuh ke tangan Dai Lian dan aku akan jadi suami Dai Shouhu. Mungkin bukan jadi suaminya, tapi menjadi budak *** Dai Shouhu dan Dai Lian."


"Tolong wajarkan saja jika ayahku memberikan tawaran yang menggiurkan, sebab Dai Lian yang barbar tak akan menerima syarat ayah jika tidak menguntungkan dirinya."


"Setelah semua cerita yang panjang itu, aku ingin meminta bantuan kalian semua. Tolong aku dan kota ini dengan cara menjadi satu tim denganku, untuk syarat lainnya, tolong datang saja kedalam gedung bernama 'Paviliun Phoenix Biru' "


"Terimakasih."


Para warga mendengarkan dengan seksama. Mereka sedikit kesal dengan ayahnya yang dengan ringan memberikan seluruh kekuasaan kota Han Xiu pada Dai Lian.


Namun dilain sisi mereka mengerti. Jika tak membuat syarat seperti itu, Dong Bai Xiu dan Dai Lian akan berperang. Bahkan mungkin saja kota Hanxiu akan rata dengan tanah.


Selain itu, hidup dipimpin oleh wanita seperti Dai Lian akan sangat menyengsarakan laki-laki. Dai Lian adalah wanita yang menjunjung tinggi Feminisme.


Bahkan daripada kesetaraan gender, Dai Lian lebih ingin membuat derajat laki-laki berada jauh dibawah wanita. Sehingga wanita bisa berbuat sesuka hatinya pada lelaki, tanpa ada hukum yang menjeratnya.


"Batas waktunya adalah 2 Minggu. Setelah dievaluasi selama 1 Minggu, 9 orang terkuat akan dipilih masuk kedalam tim. Jika timku memenangkan turnamen, masing-masing dari kalian akan mendapatkan sepuluh juta emas. Selain itu, ayahku berjanji akan mensejahterakan gelandangan-gelandangan yang ada. Sehingga tidak akan ada lagi rumah reyot yang temboknya hanya dilapisi kain."


Mereka semua melebarkan matanya. Hadiah 10 juta memang besar. Namun janji yang diucapkan paling akhir memiliki nilai yang berjuta-juta kali lebih besar!


"Wow!! Tak kusangka mereka masih memiliki hati yang baik!"


"Hahaha! Aku dan anakku pasti bisa makan daging nantinya!"


"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali."


Mereka semua senang dengan hadiah yang akan diberikan. 10 tim Dong Huo akan menjadi harapan besar bagi para orang yang tidak mampu.


"Aku tertarik menjadi satu tim dengannya," Ucap Yun Qi sembari melipat tangannya.


Xian Zheng menaikkan sebelah alisnya, "Aku tahu kau kuat, tapi memangnya kau berusia 17 tahun?"


"Tentu saja, aku adalah anak muda sekarang."