
Rambutnya berwarna putih panjang dengan kuciran seperti ekor kuda. Matanya berwarna emas kebiru-biruan, dengan wajah yang sangat tampan.
Deskripsi itu sangat tepat untuk seorang pemuda yang saat ini sedang duduk bersila; ditengah-tengah dataran hitam yang terus mengeluarkan aura suram.
Wajahnya terlihat mengerut, lalu beberapa saat kemudian dia memuntahkan sebuah cairan hitam.
Cairan hitam itu memancarkan bau yang sangat menyengat. Bahkan pemuda itu sampai menutup hidungnya karena tidak tahan dengan bau busuk yang dikeluarkan muntahannya.
"System, aku benar-benar muak dengan bau muntahanku, apa kita tidak bisa segera pergi dari sini?" Pemuda itu adalah Yun Qi. Seorang penjelajah waktu yang baru saja dipindahkan dari bumi kedunia yang asing ini.
[Tempat ini bernama dataran Tengkorak Hitam. Memiliki luas yang seluas pulau Bali. Jika tuan ingin keluar, tuan bisa berjalan kearah timur sampai bertemu pantai]
Yun Qi mengangguk, dan mulai berjalan kearah timur.
Selama perjalanan, Yun Qi selalu makan pil anti racun setiap empat menitnya. Dan dia benar-benar tak suka dengan itu, dia sangat tidak suka memuntahkan sesuatu yang menjijikan.
Bukan hanya menjijikan, sesuatu itu juga sangat bau. Bahkan ratusan kali lipat lebih bau daripada kotoran manusia.
"Apa aku tidak bisa berkultivasi disini?"
[Tak bisa, dataran ini termasuk kedalam dataran istimewa. Petir ungu yang selalu menyambar daratan memiliki kemampuan spesial untuk meniadakan Qi. Jadi karena petir ungu itu sudah menyambar tempat ini selama ribuan tahun, tak ada Qi yang tersisa sama sekali didalam pulau ini]
"Apakah Qi ini tak bisa beregenerasi ulang dari Qi yang ada didunia luar?"
[Tak bisa, jika suatu tempat sudah kehilangan fondasi sakralnya. Maka tempat itu akan terus hancur tanpa bisa kembali seperti semula, kecuali kau adalah tuhan]
"Jadi maksudmu fondasi sakral itu adalah Qi?"
[Ya, tempat ini sudah menjadi dunia yang berbeda dari dunia luar. Bahkan Qi pun tidak mau mendekati tempat ini]
Yun Qi mengangguk, lalu diapun berpikir, kenapa dia dipindahkan tuhan ketempat ini? Apakah ada suatu alasan, ataupun memang Tuhan jahil padanya.
[Apakah tuan mempertanyakan tujuan dari keputusan tuhan?]
"Ya, apa kau tahu?"
[Aku tahu, tetapi aku tidak memiliki hak untuk memberitahukannya padamu]
"Jadi aku harus cari sendiri ya?"
[Ya]
Yun Qi paham dengan itu. Dan melanjutkan perjalanannya.
Tak banyak pemandangan yang bisa dilihat Yun Qi. Sebab semuanya sudah hancur oleh petir yang terus menyambar. Yun Qi termasuk beruntung karena tidak ada satupun petir yang menyambarnya, paling hanya hampir menyambarnya saja.
Dataran yang polos hitam tanpa apapun membuat Yun Qi sedikit bosan. Dan dikala bosan itu, Yun Qi selalu bertanya-tanya informasi pada systemnya.
Mulai dari tempatnya dia berada, hingga tingkat hierarki yang dipakai didunia ini. Seperti tingkatan senjata, hingga tingkatan teknik.
Tingkatan senjata dibagi menjadi 9 kelas. Kelas 9 adalah yang terendah, dan kelas 1 adalah yang tertinggi. Untuk pembagian teknik, sistemnya sama saja dengan tingkatan senjata. Oleh sebab itu Yun Qi bisa dengan mudah paham; dengan semua penjelasan yang dikatakan systemnya.
Pulau Tengkorak Hitam berada dibagian paling selatan dari benua Immortal. Benua Immortal adalah benua paling besar yang ada di planet Qingxun.
Planet Qingxun adalah tempat dimana Yun Qi dipindahkan. Memiliki sistem tata Surya yang berbeda dengan sistem tata Surya yang ada dibumi.
Planet Qingxun Memiliki tiga buah bulan yang berotasi mengitarinya. Selain planet Qingxun, ada juga empat planet tetangga yang sama-sama mengitari satu buah matahari.
Nama matahari memang sudah familiar bagi para penduduk planet Qingxun. Jadi Yun Qi tidak perlu beradaptasi lagi dengan penyebutan bintang selain matahari.
Dari keempat planet tetangganya, hanya ada satu planet yang layak untuk dihuni. Namun planet itu hanya ditempati oleh binatang-binatang buas. Tak ada manusia sama sekali didalamnya.
Mungkin karena belum berevolusi, ataupun manusia yang ada disana sudah punah dimakan pada binatang buas.
Planet Qingxun memiliki ukuran yang kurang lebih sama dengan bumi. Namun atmosfer planet Qingxun lebih tebal dan tinggi daripada planet bumi. Sehingga orang terkuat yang ada di planet Qingxun belum mampu untuk menembusnya dan melakukan perjalanan luar angkasa.
Bulan planet Qingxun juga memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu hanya 3/10 ukuran dari bulan planet bumi.
Yun Qi bersyukur bisa hidup kembali kedunia dengan sihir ini. Sebab dia bisa melakukan perjalanan luar angkasa setelah dia menjadi kuat.
Sedari kecil dia memang sangat menyukai langit, cita-citanya adalah menjadi astronot dan menginjakkan kakinya dibulan.
Untuk menggapai impiannya, Yun Qi terus belajar setiap hari. Bahkan dia pernah hampir mati karena terus-terusan belajar tanpa peduli dengan waktu. Alhasil bukunya disita oleh ibunya saat itu.
Namun karena suatu insiden, dia berhenti belajar dan keluar dari sekolah. Hal itu menyebabkan impiannya untuk pergi keatas langit, terhenti dan tidak pernah lagi bisa dicapai.
Dia tidak pernah putus asa, banyak sekali jalan yang sudah dia tempuh untuk menggapai impiannya. Tetapi karena dia tidak memiliki pendidikan yang cukup untuk meneruskan jalannya, dia stagnan disatu tempat dan tidak pernah maju lagi.
Dan disaat itulah hidupnya hancur ditelan oleh keputusasaan. Tidak ada teman, tidak ada yang mendukung, dan hanya seorang diri saja dimasa-masa kemundurannya.
Sebuah prestasi dia tidak membunuh dirinya sendiri. Dikepalanya yang penuh dengan keputusasaan, nilai berharga dari sebuah kehidupan terus meyakinkannya untuk tetap hidup.
Namun ironisnya, semua keinginannya untuk tetap hidup membuatnya merasakan sebuah kesengsaraan. Seperti memilih antara dua jembatan yang sama-sama rusak.
Banyak sekali penderitaan yang dia rasakan. Sampai-sampai membuat dirinya menjadi ringan tangan untuk membunuh seseorang.
Dari yang tadinya kehidupan itu berharga, berubah menjadi kehidupan itu tidak berharga kecuali kehidupan dirinya sendiri.
Jika dalam bahasa kasarnya, dia sudah tidak waras. Jadi dia cukup beruntung direinkarnasikan kedunia lain saat belum sepenuhnya gila.
Semua pikiran nostalgia yang sedang dikenang oleh Yun Qi sirna saat melihat sebuah menara hitam yang menjulang tinggi keatas langit.
Petir terus menyambar dibagian ujung menara hitam itu. Dibagian bawahnya, terlihat sebuah goa besar yang menganga lebar tanpa ada satupun yang memasukinya.
Hal itu membuat Yun Qi sedikit tertarik untuk memasuki goa yang ada didepannya.
Tanpa basa-basi pada systemnya, Yun Qi berjalan kearah mulut Goa. Dia sedikit menganga saat melihat bagian atas dari goa itu.
"Tinggi sekali yah."
[Iyah]