INFINITY SYSTEM

INFINITY SYSTEM
10. Satu Ibu Dua Ayah



Xian Zheng memiliki perawakan yang cukup gagah bagi bocah 11 tahun seperti dirinya.


Rambut dan matanya berwarna hitam. Rambutnya tidak panjang, tapi pendek. Xian Zheng selalu dicukur oleh kakaknya jika rambutnya sudah mulai panjang.


"Xian Zheng ya? Nama yang keren."


"Kalau nama kakak apa?"


"Yun Qi, tak usah memanggil namaku. Panggil saja kakak."


"Namamu istimewa ya."


Yun Qi tersenyum, "Tentu saja. Xian Zheng, katanya kau ingin menikahi gadis yang kau sukai kan? Mau kakak bantu?"


Xian Zheng terlihat sangat senang. "Mau mau! Kenapa tiba-tiba kau ingin membantuku?"


"Aku kasihan pada gadis yang kau sukai. Jadi aku akan membantumu dengan cara menyembuhkan kedua orangtuanya."


Xian Zheng berterimakasih pada Yun Qi, dan berniat membawa Yun Qi kepada gadis yang disukainya.


Setelah itu Xian Zheng membawa Yun Qi ketempat yang sangat tersembunyi. Xian Zheng bilang, ada jalan rahasia yang bisa membawanya masuk kedalam kota Hanxiu tanpa mengantri.


Yun Qi setuju-setuju saja, sebab dia sangat malas mengantri sepanjang hari hanya untuk masuk kedalam kota.


Xian Zheng dan Yun Qi berjalan menjauh dari tempat mengantri. Mereka berjalan kedalam hutan dengan Xian Zheng yang menuntun Yun Qi untuk berjalan dibelakangnya.


Saat sampai disebuah goa. Xian Zheng berhenti dan menyuruh Yun Qi masuk. Yun Qi mengangguk, dan masuk bersama-sama dengan Xian Zheng kedalam goa itu.


Didalam goa, terlihat tidak ada satupun hal yang mencolok. Hanya ada satu buah batu biru yang bersinar terang didalam kegelapan.


Xian Zheng lalu berjalan kearah sinar itu. Dan menundukkan kepalanya untuk melihat lubang yang tersembunyi dibalik batu biru.


Yun Qi yang melihatnya, langsung berlari kecil mendekati Xian Zheng. Saat Yun Qi sudah sampai disebelah Xian Zheng. Xian Zheng mengajak Yun Qi untuk masuk kedalam lubang itu.


Didalam lubang tak ada yang istimewa, hanya ada sebuah jalan lurus yang mengarah kearah kota.


Yun Qi dan Xian Zheng berjalan bersama-sama didalam lorong gelap itu. Tak ada komunikasi diantara mereka berdua.


Xian Zheng bersenandung, dan Yun Qi sedang sibuk dengan systemnya.


Tak terasa sudah lima menit mereka berjalan, mereka akhirnya bisa melihat sebuah cahaya diarah atas mereka.


Mereka dengan segera memanjat, dan muncul diantara sampah-sampah yang berceceran.


Saat melihat kesekitarnya, Yun Qi sadar bahwa mereka berada didalam tempat sampah. Jalan pintas yang baru saja mereka lalui terhubung langsung dengan tempat sampah.


"Siapa yang membuat jalan ini?" Tanya Yun Qi.


"Tak tahu. Aku tak sengaja menemukannya saat sedang mulung sampah."


Yun Qi mengangguk, dan melihat kearah sekitarnya. "Dimana ini?"


"Ini adalah tempat pembuangan sampah umum. Terletak dibagian Barat Daya kota Hanxiu. Tempat ini sangat besar! Berton-ton sampah ditempatkan ditempat ini setiap harinya. Dan sampah-sampah itu akan dibakar setiap bulannya. Dan besok adalah hari pembakaran. Jadi sebelum kita hangus terbakar, ayo kita keluar dari sini!"


Yun Qi mengangguk, lalu menggendong tubuh Xian Zheng. "Siapkan dirimu bocah."


Kling....


00000000000000,1 detik kemudian Yun Qi muncul diluar tempat pembuangan sampah.


Xian Zheng terlihat sangat terkejut. Wajahnya dipenuhi oleh rasa penasaran dan rasa takut.


Sebab sebelum dia berkedip, tiba-tiba saja dia ada diluar tempat pembuangan sampah. Tidak perlu sampai membuang-buang waktu beberapa jam.


"A-Apa itu tadi?"


"Bukan apa-apa," Yun Qi tersenyum dan menurunkan tubuh Xian Zheng.


Xian Zheng terlihat oleng saat menyentuh tanah. "Aku merasa tubuhku seperti baru saja tercerai berai, lalu menyatu kembali."


"Baiklah, tunjukkan rumah gadis yang kau sukai."


Xian Zheng menatap Yun Qi, lalu mengelus perutnya. "Kita makan dulu boleh tidak? Aku lapar."


"Makan? Direstoran?"


Yun Qi mengelus dagunya, "Lalu setiap hari kau makan dimana?"


"Dirumahlah! Walaupun aku miskin, aku masih punya rumah! Makanan juga selalu ada saat aku pulang. Jadi ayo pulang dulu!"


Yun Qi mengangguk, dan berjalan mengikuti Xian Zheng dari belakang.


***


Setelah berjalan selama satu jam. Yun Qi sampai didalam kota. Kota dipenuhi oleh para warga yang sedang melakukan aktivitasnya.


Xian Zheng terlihat sangat hafal sekali seluk beluk kota Hanxiu. Dia selalu tahu jalan pintas yang tepat untuk sampai kerumahnya.


Hingga beberapa menit kemudian, Xian Zheng dan Yun Qi sampai dihadapan rumah bobrok dengan banyak kayu yang menyangganya.


Atap rumah itu menggunakan kayu kuning yang sangat tebal. Hal itu membuat ruangan didalam rumah kebasahan atau banjir karena hujan.


"Dinding boleh bobrok, tapi atap harus good," Kata Xian Zheng dengan bangga.


Yun Qi tak menjawabnya.


Yun Qi dan Xian Zheng memasuki rumah itu. Banyak perabotan tua yang ada didalamnya.


Ada juga seorang gadis cantik berambut coklat, sedang menata sayur-sayuran yang baru saja dia masak kelantai yang dialaskam kain merah.


Karena tidak ada meja, Xian Zheng dan kakaknya selalu makan dilantai.


Wanita itu sadar bahwa Xian Zheng datang. Dia dengan segera tersenyum, dan menyambut Xian Zheng dengan hangat.


"Halo kakak!"


Kakaknya hendak memeluk Xian Zheng. Namun dia segera berhenti saat melihat Yun Qi berdiri disebelah adiknya.


"K-Kau...."


Yun Qi tersenyum hangat, dia kenal betul dengan wanita itu. "Yui Ganqing ya?"


[☞ ̄ᴥ ̄☞]


Yui Ganqing terlihat erat memeluk Xian Zheng. Seolah sedang melihat hantu, tangan dan kaki Yui Ganqing gemetaran tak terkendali.


"Ka-Kau mau apa...?! Jangan sakiti kami...! Ambil saja yang kau mau....!" Ucapnya dengan nada yang gemetaran.


Yun Qi menggeleng, dia tidak berniat untuk menyakiti mereka sama sekali. "Tadinya aku ingin membantu adikmu, tapi karena ada kau. Aku akan membantu kalian berdua."


Xian Zheng terlihat bingung, dia tidak tahu bahwa Yun Qi dan kakaknya saling mengenal. "Kalian sudah saling kenalan?"


Yun Qi tersenyum, "Ya, saat dimulut hutan, kami bertemu. Dia mengira aku adalah penjahat, dan kabur setelah mengucapkan namanya."


Yui Ganqing masih belum bisa tenang. Dia adalah tipe wanita yang selalu ketakutan saat melihat pria tampan. Apalagi dengan pria tampan yang memakai baju mahal.


"Oooo.... Kau tak usah heran kakak, kakak Yui memang memiliki trauma dengan bangsawan, jadi dia akan selalu ketakutan jika bertemu dengan pria tampan yang memakai baju mahal."


Yun Qi mengangguk, "Apa hubunganmu dengan Xian Zheng?" Tanya Yun Qi pada Yui Ganqing.


Yui Ganqing tak menjawab, dia bersembunyi dibalik punggung Xian Zheng.


Melihat kakaknya ketakutan, Xian Zheng mengambil alih percakapan. "Kami adalah saudara tiri beda ayah. Karena ibu kami pelacur, jadi yah... Kau pasti tahu akhirnya."


Yun Qi menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


***


(Info)


Ibu Xian Zheng dan Yui Ganqing adalah wanita malam yang selalu mencari uang didalam klub.


Setiap bekerja, Ibu mereka selalu menggunakan sebuah pil pencegah kehamilan.


Namun karena ceroboh, ibu mereka kebobolan, dan hamil dua kali.


Hasil kehamilan itulah yang membuahkan Yui Ganqing dan Xian Zheng. Namun ibu mereka mati saat melahirkan Xian Zheng.