Idol Feeling

Idol Feeling
Scandal



🤔🤔 Sblm baca aq mau fyi dikit buat jadwal update.. aq sendiri yng buat aq sendiri yng bingung 😌😌 jdi jadwal update itu 3 hari sekali sebanyak 5x update ya.. aslinya mau 5 hari skali tp gk jdi deh.. kok sawangan e suwe men..


...𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧Happy Reading𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧...


...!1: Slow Update (Very Slow)...


...!2: Sorryaboutalloftypo~fufufu~...


📑 Scandal


Pagi ini, beberapa pemberitaan tengah ramai dengan berita seorang selebriti yang kedapatan keluar dengan kekasihnya dimalam hari. Dari berita itu mengatakan kalau selebriti ini tengah menemui kekasihnya dan mereka makam malam ditempat yang cukup jauh dari kota.


Berita sudah tersebar kemana-mana dan banyak komentar yang menyertai berita tersebut. Ada yang berkata kalau mereka melihat dua orang itu bertemu secara diam-diam atau yang melihat setelah mereka makan malam, mereka menuju hotel yang tak jauh dari tempat mereka makan dan masih banyak lagi.


“Bukankah sudah kukatakan untuk berhati-hati?”


“Aku hanya makan dengan adikku dan aku sudah berhati-hati. Itulah kenapa aku mencari tempat yang jauh dan aku juga tidak tahu kalau mereka ada disana,” ucapnya membela diri.


Orang yang diberitakan itu adalah Juan.


“Ck! Kau ini. Aku tidak habis pikir dengan isi kepalamu,” ucap pria yang menyetir.


Osane yang sudah menjadi manajer Juan sejak pria itu memulai karirnya masih tidak bisa memahami apa yang dipikirkan artisnya itu. Juan selalu membuatnya terkejut dengan segala hal yang pria itu lakukan.


“Kalau begitu jangan dipikirkan,” ucap Juan acuh.


“Ck! Pria ini,” ucapnya menahan kesal.


Mereka saat ini berada diperjalanan menuju perusahaan entertainment dimana Juan berada selama ini.


“Juan, apa kau yakin tidak apa-apa?” ucap wanita yang duduk sebelah Osane, Deena yang menjadi penanggung jawab segala keperluan Juan.


Juan menganggukkan kepalanya dan kembali melihat laman berita yang tengah memberitakannya. Berita itu terlalu melebih-lebihkan. Pantas saja kemarin malam ia merasa ada yang aneh seperti ada yang mengawasinya sejak ia masuk hingga keluar restoran.


Dirinya memang tidak apa-apa tapi ia kuatir dengan adiknya. Ia takut adiknya merasa tidak nyaman karena terseret kedalam masalah ini. Setelah beberapa tahun ia menjadi selebriti, baru kali ini Juan merasa tidak nyaman dan menyesali keputusannya.


Syukurlah jika yang terlihat hanya punggung Ella jika wajah Ella sampai terlihat apalagi sangat jelas, sudah pasti Juan akan langsung mengambil jalur hukum. Waktunya tepat sekali karena para pemburu berita ini sudah sangat keterlaluan dalam mencari berita soal dirinya.


Ia akan dengan senang hati mengambil jalur hukum jika adiknya berkata ia tidak nyaman.


📑📑📑📑📑


Setelah ia sampai diperusahaan dan mendapat banyak sekali omelan dan peringatan, akhirnya ia bisa kembali ke asrama. Kali ini atasannya benar-benar marah, ia tidak menyangka kalau Juan akan terlibat skandal seperti ini padahal Juan tidak pernah sekalipun terlibat skandal, apapun itu.


“Jaga kesehatanmu dan jangan keluar dari rumah sampai konferensi tiba. Aku tak percaya kau mendapat masalah seperti ini,” ucap Osane dari dalam mobil.


Juan menganggukkan kepalanya lemah. Ia sendiri juga tidak menyangka akan mendapat skandal setelah selama ini selalu bebas dari skandal apapun.


“Aku pergi dulu dan jangan lupa beritahu adikmu untuk datang ke perusahaan,” ucap Osane mengingatkan Juan.


Osane kuatir kalau-kalau Juan melupakan apa yang dikatakan atasan mereka untuk membawa Ella keperusahaan.


“Baiklah. Baiklah. Aku mengerti,”


“Jaga dirimu baik-baik, Juan,” ucap Deena kuatir.


Juan menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


“Kami pergi. Besok aku akan menemuimu dan adikmu,” ucap Osane setelah itu ia melajukan mobilnya meninggalkan Juan yang melambaikan tangannya dengan lemah.


Juan menghembuskan napasnya panjang dan mengambil ponselnya. Ia segera menghubungi adiknya.


“El...,”


^^^‘JUAN!!! APA-APAAN BERITA ITU??!!!’^^^


Juan tersenyum kecut dan menjauhkan ponselnya. Ia sudah menduga adiknya akan berteriak dan sudah dipastikan kalau Ella sudah mengetahui berita yang menyangkutkan dirinya. Juan kembali mendekatkan ponselnya ke telinga.


“Mmm..,”


^^^‘JANGAN HANYA BERGUMAN DAN BERI AKU PENJELASAN!!!’^^^


Ia kembali menjauhkan ponselnya.


“Aku...,”


‘APA?! Bukankah sudah kubilang, jangan libatkan aku dalam duniamu?’


“Eumm... Ella,” panggil Juan hati-hati.


Juan menjauhkan ponselnya. Adiknya ini sudah sekali berteriak saat mereka bertelepon seolah-olah Juan tidak akan mendengar apa yang adiknya itu ucapkan.


“Besokmanajerkuinginbertemu,” ucap Juan sangat cepat.


Tidak ada jawaban disana.


“Ella?”


‘Kutunggu dikedai yang tidak jauh dari kantorku. Jangan sampai terlambat. Tepat saat jam makan siang,’


Klik!


“Matilah aku,” guman Juan pasrah.


Sudah dapat dipastikan kalau Ella marah padanya. Ia tidak berani bertemu dengan Ella besok walau ia akan datang dengan Osane tetapi tetap saja jika Ella marah itu sangat menakutkan walau ia tetap tersenyum dengan ramah.


Bagai tenang sebelum badai. Itulah yang selalu ia gambarkan tentang Ella yang sedang marah.


📑📑📑📑📑


“Kenapa kau terlihat sangat gelisah? Ada apa?” tanya Osane pada Juan yang duduk disebelahnya terlihat sangat tidak tenang.


Sejak tadi, ia bertingkah sangat aneh. Mulai dari merasa perutnya mulas, duduknya yang terus berubah, menghentakkan kakinya bahkan menggigit kukunya. Itu adalah gejala Juan yang dialami artisnya itu jika sedang gelisah.


“Ti.. ti.. tidak.. tidak.. apa-apa,” jawab Juan terbata.


Osane menatap Juan curiga, sudah pasti ada apa-apa.


“Lalu, kenapa kau terlihat sangat gelisah seperti itu?” tanya Osane tapi Juan tidak mendengarkannya.


“Juan,” panggil Osane.


“Hmm? Kenpa?” tanya Juan karena ia terlalu gugup akan bertemu dengan adiknya.


Osane menghela napasnya, “Kenapa kau terlihat sangat gelisah?” tanya Osane sekali lagi.


“Apa kita tidak bisa bertemu dengan adikku besok?” tanya Juan menatap Osane penuh harap.


Ia berharap Osane setuju untuk bertemu dengan adiknya sampai amarah Ella reda tetapi harapan Juan hancur saat Osane menggelengkan kepalanya.


“Tidak bisa. Aku harus menemuinya sekarang. Lebih cepat lebih baik, bukankah itu yang selalu kau katakan,” ucap Osane mengedipkan sebelah matanya.


“Tapi..,”


“Nah, kita sudah sampai. Tidak terlalu suli juga menemukannya,” ucap Osane segera memarkirkan mobilnya.


Juan membulatkan matanya. Ia semakin tegang saat Osane selesai memarkirkan mobil. Tubuhnya menggigil dan keringat dingin mengucur dari dalam tubuhnya.


“Apa yang kau tunggu? Ayo turun,” ucap Osane menatap Juan yang diam dengan kaku dan pandangannya lurus kedepan.


“Juan? Apa kau tidak apa-apa?” tanya Osane saat ia tak sengaja melihat dahi Juan yang berkeringat sebiji jagung.


Segugup itu?


Padahal mereka akan bertemu dengan adik Juan sendiri tapi ia malah terlihat ingin bertemu dengan atasannya. Itu sering terjadi jika Juan dipanggil ke kantor CEO.


“Tidak. Aku tidak dalam keadaan tidak apa-apa,”


Osane mengerutkan dahinya bingung.


“Apa maksudmu? Ayo, tidak baik membuat orang menunggu,” ucap Osane melihat jam tangannya yang sudah lewat lima menit sejak jam makan siang.


Juan menggelengkan kepalanya, “Bisakah kita menemuinya besok-besok?” ucap Juan memohon.


“Hah?! Tidak. Ayo, keluar dan segera temui adikmu,” ucap Osane keluar dari mobil dan memutari mobilnya lalu membuka pintu penumpang.


Juan menatap Osane memelas tapi Osane terlihat tak terpengaruh akan tatapan memelas Juan dan memaksa pria itu keluar dari mobil lalu menggandengnya memasuki kedai. Osane mengedarkan pandangannya mencari Ella yang wajahnya ia lihat dari foto yang Juan perlihatkan.


Osane tersenyum pada Ella saat ia menemukan Ella yang duduk jauh dari pintu masuk, berdiri dan tersenyum membalas senyuman Osane padanya. Osane menyeret Juan menghampiri Ella yang masih memasang senyumnya.


“Aku sudah menunggu kalian,” ucap Ella tersenyum manis yang Juan artikan sebagai senyum sebelum badai.


📑😘📑TBC📑😘📑


See next chapter(o ̄∇ ̄o)♪


Oyasumi~˘ᵕ˘ ᶻᶻᶻ