
Malam minna ٩( ´ᴗ` )( ´ᴗ` )۶
Happy Reading𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧
!1: Slow Update (Very Slow)
!2: Sorryaboutalloftypo~fufufu~
📑 One More Time
Ella menghembuskan napasnya untuk kesekian kali. Ia mulai bosan dan kelihatannya pembicaraan atasannya itu belum selesai. Ella bahkan tidak sempat membawa ponselnya jadi ia tidak tau apa saja yang terjadi pada ponselnya. Bisa saja kakaknya mengirim pesan atau menelponya.
“Ayo,”
Sebuah suara mengintrupsi kegiatan Ella yang baru saja akan merebahkan kepalanya. Ella dengan sigap berdiri dari duduknya.
“Nona tanpa nama. Kita belum sempat berkenalan, aku Aleksei Keonraad,” cegah pria bernama Aleksei itu mengulurkan tangannya. [Susah kali namanya~ 😑😑 apa yng tak pikirkan smpk milih nama itu?!!]
“Tidak usah macam-macam. Lebih baik kau segera pulang. Aku sibuk,” ucap atasan Ella menepis tangan Aleksei untuk kedua kalinya.
Aleksei menatap pria didepannya ini kesal.
“Kau ini memang jahat. Jadi, nona tanpa nama, aku titip temanku dan jaga dia baik-baik. Jika, ia berprilaku aneh, kau bisa langsung memanggil polisi. Untuk temanku, Shean, Rashean Graine, jaga dirimu baik-baik. Aku pergi dulu, bye,” ucap Aleksei melangkah pergi sembari melambaikan tangannya, senyum lebar tak lepas dari bibirnya.
Ella membalas tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Kita pasti akan bertemu lagi, nona tanpa nama,”
Ella hanya bisa tersenyum melihat tingkah teman atasannya ini.
“Ayo, jangan sampai kau tertinggal,” ucap Shean melangkah lebih dahulu dan Ella segera mengikutinya.
“Kau kembalilah dulu. Aku ada urusan disekitar sini,” ujar Shean ketika mereka sampai didepan mobil.
“Tapi, sir… akh! Yes, sir,” ucap Ella segera menuruti ucapan Shean saat atasannya itu memberikan lirikkan.
Tanpa kata, Shean melangkah pergi. Ella menghembuskan napasnya panjang begitupun dengan supir yang berdiri dibelakangnya. Atasannya ini pintar sekali membuat orang disekitarnya merasa tegang.
“Bekerja dengannya pasti beratkan, tuan…,” ucap Ella menatap pria yang terlihat lebih tua darinya itu.
Ia tidak sempat menanyai siapa nama pria yang menjabat sebagai supir itu. Keberadaan Shean membuat suasana dimobil menjadi tegang sehingga membuat orang segan untuk bercakap-cakap kecuali Shean sendiri yang memulainya.
“Albert, nona. Dan benar yang anda katakan,” ucap Albert menghembuskan napasnya perlahan.
Melihat Albert yang menghembuskan napasnya membuat Ella juga ikut menghembuskan napasnya. Baru dua hari dirinya bekerja sebagai sekretaris tapi ia sudah mulai tidak nyaman dengan jabatannya ini.
“Mari, nona. Kita kembali ke kantor,”
Ella menganggukkan kepalanya dan memasuki mobil.
📑📑📑📑📑
Ella merenggangkan otot-ototnya yang kembali terasa kaku. Jam dinding menunjukkan pukul duabelas lebih lima menit.
Lewat lima menit sejak jam makan siang dimulai dan atasannya itu tak kunjung kembali ke kantor.
Ella melirik kesal sisa tumpukkan dokumen yang tadi menggunung sudah berkurang cukup banyak.
Sebenarnya dokumen-dokumen yang menggunung itu tidak terlalu berat untuk dikerjakan tapi jika dilihat dari jarak tanggal yang dekat pada setiap dokumen membuatnya terlihat banyak.
Ting!
Ella berdiri dari duduknya untuk memberikan salam pada atasannya itu tapi tidak jadi saat ia melihat Eli datang dengan senyum lebar dibibirnya. Ella balas tersenyum pada Eli.
“Apa kau sudah makan siang?” ucap Eli berdiri didepan Ella dengan senyum yang terus mempel diwajahnya.
“Belum. Mau makan siang bersama?” tawar Ella.
Tawaran Ella membuat wajah Eli langsung berbinar senang.
“Kebetulan sekali aku juga ingin makan siang dan ingin mengajakmu,”
Eli terus saja tersenyum tanpa henti disetiap perkataannya.
“Kau sampai repot-repot datang ke lantai atas,” ucap Ella mengambil dompetnya dari dalam tas lalu berdiri.
Ella dan Eli berjalan berdampingan menuju lift.
“Kau ini bisa saja,” ucap Ella terkekeh geli.
Walau baru dua hari mereka saling mengenal tapi rasanya seperti sudah sangat lama sekali mereka saling mengenal satu sama lain membuat Ella merasa nyaman jika berbincang dengan Eliot.
“Apa kau ingin makan ke tempat kemarin?”
Ella mengangguk, “Hmm. Masakan kemarin sangat enak. Aku jadi ingin mencoba yang lainnya juga. Apakah seenak yang kumakan kemarin,”
“Heumm.. bagaimana kalau kau mencoba yang lainnya. Biar kurekomendasikan makanan enak yang ada disana walau semua makanannya termasuk enak,”
“Baiklah. Kau yang memesannya,”
Mereka terus berbincang hingga lantai bawah. Mereka berpapasan dengan Shean yang baru saja datang tapi Ella dan Eli tidak menyadari kehadiran Shean.
“Tunggu!”
Ella menghentikan langkahnya saat ia merasa ada yang memanggil walau dirinya tak yakin kalau dialah yang dipanggil.
Eli yang lebih dahulu menoleh langsung membungkukkan badannya memberi hormat. Ella ikut menolehkan badannya dan langsung membungkukkan badannya mengikuti Eli saat ia tau kalau itu atasannya.
“Mau kemana kau?”
Ella meneguk ludahnya susah, suara Shean yang beriton membuat Ella gugup serasa dihakimi. Ia seperti berada dipengadilan dengan dia tersangka dan atasannya ini seorang hakim yang kejam dan tak kenal ampun.
“Aku bertanya?”
“Ma.. makan siang, sir,” jawab Ella takut-takut.
Setelah itu tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Shean. Ella memberanikan diri melirikkan matanya dan tidak mendapati Shean berdiri didepannya hanya seorang wanita dengan pakaian mahalnya. Ella segera mengalihkan pandangannya ketika mata mereka bertemu.
Wanita itu mendekat pada Ella dan menyentuh pundaknya.
“Eum.. Maaf atas sikapnya. Dia memang seperti itu jadi kumohon jangan terlalu diambil hati,” ucap wanita yang tak sengaja bertatap dengan Ella.
Ella menganggukkan kepalanya dan wanita itu tersenyum lalu melangkah pergi. Didepan lift, Shean berdiri menunggunya lalu mereka menghilang dibalik pintu lift.
Ella menghembuskan napasnya panjang. Ia sangat tegang tadi, beruntungnya wanita cantik yang Ella tidak kenal siapa itu berbicara ramah padanya sehingga ketegangan Ella sedikit berkurang.
“Ayo,” ajak Eli.
Ella mengangguk dan mereka kembali melanjutkan langkah menuju kedai yang tadi malam Ella kunjungi.
📑📑📑📑📑
Pekerjaan Ella tinggal sedikit lagi selesai. Tidak sia-sia dirinya lebur semalaman untuk menyelesaikan semuanya. Badannya sangat pegal dan ia juga kelelahan padahal baru dua hari ia bekerja sudah harus bekerja kerasa.
Anehnya pekerjaan Shean hari ini tidak sepadat hari pertama ia bekerja. Mungkin atasannya itu menyelesaikan pekerjaannya kemarin.
Ingatan Ella kembali teringat kejadian tadi siang. Kira-kira siapa perempuan cantik yang bersama atasannya tadi. Apakah dia penyebab jadwal padat kemarin dan longgar hari ini? Mungkin saja memang karena wanita itu.
Jika benar karena wanita tadi, semoga saja wanita tadi lebih banyak menghabiskan waktunya dengan atasannya itu jadi Ella benar-benar bisa menyelesaikan semua tugas menumpuk yang diserahkan padanya secara paksa.
Setelah ini, Ella harus meminta tambahan gaji untuk semua pekerjaan yang diselesaikannya. Memang terkesan tidak tahu malu tapi ia sudah berjuang untuk menyelesaikan semuanya.
“Sudah jam pulang,”
Ella melirik pintu disampingnya, ia sedikit curiga karena sejak tadi tidak ada aktivitas apapun yang terdengar dari dalam bahkan atasannya yang tidak pernah bosan terus memanggilnya untuk menghadap pria itupun juga tidak memanggilnya hari ini.
Ella ingin segera pulang tapi dia ingat pesan yang Lissie kirimkan padanya kalau dia tidak bisa pulang sebelum direktur keluar ruangan atau sudah menyuruh Ella pulang lebih dahulu. Ella menghembuskan napasnya antara kesal dan pasrah.
Ia benar-benar ingin segera pulang dan tidur. Pekerjaannya sudah tidak banyak jadi bisa ia tinggalkan untuk dilanjutkan besok.
“Sebenarnya orang ini ada diruangannya atau tidak?!”
“Kutunggu lebih lama lalu ijin pulang,” guman Ella menghembuskan napas pasrah.
Cukup lama dirinya menunggu hingga 25 menit lewat tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terlihat keluar dari ruangan tersebut. Ella berdiri dari duduknya dan mendekati pintu ruangan direktur. Ia memberanikan diri untuk mengetuknya.
Satu ketukan tak terjawab. Ketukan keduapun juga sama. Bahkan ketukan ketiga juga tidak ada jawaban apapun dari dalam. Ella membuka paksa ruangan direktur dan yang didapatinya hanya ruangan kosong tidak ada siapapun disana.
“Sial! Jika tau begini, aku langsung pulang saja,” guman Ella tertahan.
📑😘📑TBC📑😘📑
See ya next chapteu˘ᵕ˘ ᶻᶻᶻ