
( ⸝⸝⸝⁼̴́◡︎⁼̴̀⸝⸝⸝) Konichiwa~
keliatannya dah lewat 5 hari ( ⸝⸝⸝ʚ̴̶̷̆ωʚ̴̶̷̆⸝⸝)
Gomen ne~~
...Happy Reading𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧𖤣𖥧𖥣。𖥧 𖧧...
...!1: Slow Update (Very Slow)...
...!2: Sorryaboutalloftypo~fufufu~...
📑 Dinner
Ella keluar dari gedung dengan wajah ditekuk. Ia merasa dipermainkan oleh orang tertinggi diperusahaan. Seharian ia menyelesaikan tugas tanpa kenal waktu tapi atasannya itu tidak ada ditempat lalu apa gunanya semua dokumen yang Ella selesaikan dan kirimkan ke email atasannya itu.
Entah dibaca pria itu atau tidak, Ella tidak peduli. Ia sedang sangat kesal sekarang.
Apa jangan-jangan semua sekretaris lama kabur juga karena hal ini. Mereka tidak tahan dengan atasan yang memberikan banyak pekerjaan dan suka menghilang seharian tanpa kabar. Benar-benar sialan. Setidaknya, walau Ella masih sekretaris baru, pria itu bisa menghubunginya kalau pria itu tidak akan berada ditempatnya dalam waktu lama.
Beruntungnya tidak ada panggilan telepon yang mencari atasan sialannya itu.
Drrtt.. Drrtt..
Ponsel yang Ella genggam bergetar. Dilihatnya tertera nama Juan disana.
^^^‘Sudah selesai kerjanya? Mau makan malam bersama?’ – MaBrother^^^
^^^‘Hmm. Aku lapar. Tolong bayar makananku ☹. Aku miskin’^^^
^^^‘Baiklah. Aku akan membayar semua makananmu sekaligus merayakan hari pertamamu bekerja’ – MaBrother^^^
^^^‘Dimana kita akan bertemu?’^^^
^^^‘Tunggu aku. Aku akan menjemputmu’ – MaBrother^^^
Ella bersorak pelan saat Juan akan menjemputnya jadi ia tidak harus mengeluarkan uang untuk membayar ongkos kendaraan.
Malam ini, Ella dapat tidur dengan tenang. Uang dalam dompetnya tidak akan berkurang karena Juan menjemputnya dan akan membayar makan malamnya.
“ELLA!!”
Ella menolehkan kepalanya saat namanya dipanggil. Ternyata Eliot yang memanggilnya. Pria itu berjalan mendekati Ella yang berdiri dipinggir jalan.
“Mau pulang?”
Ella mengangguk.
“Bagaimana kalau pulang bersamaku?”
“Akh! Maafkan aku. Kita tidak bisa pulang bersama. Ada yang menjemputku kali ini,” ucap Ella.
Ella benar-benar lupa kalau dia berjanji akan pulang bersama dengan Eliot karena ia terlalu kesal dengan atasannya itu, ia sampai lupa dengan janjinya pada Eliot untuk pulang bersama.
“Hmm. Tidak ada apa-apa. Kita masih punya banyak waktu,” ucap Eliot memamerkan senyum lebarnya.
Walaupun dia kembali kecewa tidak bisa pulang bersama dengan Ella tapi tidak menjadi masalah baginya karena masih ada besok.
“Thank you, Eli,” ucap Ella tersenyum manis.
Eliot kembali terdiam. Ia kembali melihat hal yang sama seperti yang dilihatnya kemarin malam. Ella tampak bercahaya. Benar-benar seperti seorang dewi.
Tin!
“Aku duluan, bye,” ucap Ella melambaikan tangannya dan memasuki mobil Juan yang berhenti tepat disebelahnya.
Eliot melambaikan tangannya, dipikirannya berkecamuk siapa yang menjemput Ella tadi. Dilihat dari mobilnya, terlihat sekali kalau itu bukan orang biasa karena tidak mungkin orang biasa menggunakan mobil mewah. Siapa yang menjemput Ella? Pria atau wanita? Atau jangan-jangan pacar Ella?
📑📑📑📑📑
Juan membawa Ella menuju restoran yang cukup jauh dari tempat Ella kerja. Tujuan Juan membawanya jauh karena ia sedang menghindari para pemburu berita yang akhir-akhir ini tengah gencar mengikutinya.
Bahkan sebelum Juan menjemput Ella, ia sampai harus berganti mobil untuk mengelabui para pemburu berita itu.
“Kenapa jauh sekali hanya untuk makan malam?” tanya Ella, setibanya mereka disana walau ia sudah tahu mengapa Juan membanyak sejauh ini.
“Mau bagaimana lagi. Mereka terus menerus mengikutiku,” ujar Juan menghela napasnya panjang.
“Siapa suruh kau menjadi selebritis,” ucap Ella memandang kakaknya mencemooh.
Juan berdecak kesal.
“Bilang saja kau kalah bicara denganku,” ucap Ella berjalan mengikuti Juan.
“Baiklah. Terserah apa katamu,” ucap Juan tak mempedulikannya karena jika ia sampai meladeni Ella maka tidak akan ada habisnya dan akhirnyapun tetap sama, dia yang kalah.
Mereka segera menuju ruangan VIP yang sudah Juan pesan lebih dahulu tadi. Alasan lainnya kenapa dia kemari karena ia mengenal pemilik restoran ini jadi jika ia meminta ruangan pribadi maka akan sangat mudah bagi Juan untuk mendapatkannya.
Berterima kasihlah pada koneksinya yang hebat.
“Jadi, bagaimana?” tanya Juan setelah mereka selesai memesan makanan.
Ella mengedikkan bahunya, “Bisa dibilang aku cukup tersiksa,” ucap Ella malas.
Karena Juan bertanya, ia jadi mengingat kembali pekerjaannya yang sangat banyak itu. Jika mengingatnya, ingin rasanya Ella melayangkan tangannya pada perempuan-perempuan yang menjadi sekretaris itu sebelum dirinya.
“Apa atasanmu kejam?”
Ella melirik Juan, “Bukan kejam lagi. Lebih seperti seorang tirani,” ucap Ella mengalihkan pandangannya kearah lain.
Ia benar-benar malas menjawab pertanyaan Juan karena ia malas mengingat atasannya yang sesuka hati. Juan menatap Ella dalam diam, didalam pikirannya ia salah tangkap maksud dari Ella.
Yang tengah dipikirkannya, atasan Ella orang yang sangat kejam yang suka menyiksa pegawainya.
“Err.. bukankah lebih baik kau segera keluar dari sana?” ucap Juan kuatir.
Apa yang dipikirkan Juan terlampau sangat jauh, pikirannya sudah sampai pada Ella yang tidak hanya diperlakukan sesuka hati atasannya tapi Ella juga mendapatkan pelecehan.
“Hmm.. inginnya tapi saat ini tidak bisa,” ucap Ella menghela napasnya pasrah.
Ia kembali ingat kontrak yang ditandatanganinya kemari yang menyatakan bahwa jika Ella mengundurkan dari kurang dari dua bulan akan membayar konpensasi yang jumlahnya membuat mata melotot.
Siapa yang mau bekerja dengan membayar konpensasi sebanyak satu milyar?
Yang benar saja?
Siapa yang membuat perjanjian seperti itu?
Benar-benar orang gila. Dan dirinya hampir saja memilih untuk membayar konpensasi itu.
Juan semakin kuatir, melihat Ella menghela napas sudah dipastikan tidak hanya diperlakukan semena-mena dan dilecehkan, sudah pasti adiknya ini juga diancam. Lebih baik Juan sendiri yang mengurus pengunduran diri adiknya daripada adiknya ini terkena masalah.
“Bagaimana.. bagaimana kalau aku mengajukan pengunduran diri untukmu?”
Ella menatap Juan cepat, “Hah???”
“Hmm.. kelihatannya kau susah sekali mengajukan pengunduran diri,”
Ella masih menatap Juan. Ia tak percaya dengan apa yang kakaknya ucapkan. Juan ingin mengajukan surat pengunduran diri untuknya.
“Apa maksudmu?” tanya Ella masih tidak dapat memahami maksud dari kakaknya.
“Aku akan membantumu mengajukan pengunduran diri. Daripada bekerja disana, bukankah lebih baik kau bekerja denganku? Kalau tak salah ingat diperusahaan kami sedang kekurangan banyak staff karena banyaknya selebriti yang baru naik,”
Yang benar saja?!!
Juan memintanya untuk bekerja dimana ia bisa bertemu dengan pria itu walau kemungkinan mereka bertemu sangat kecil dan ditambah lagi, Ella tidak bisa melepaskan pekerjaan ini begitu saja. Walau harus membayar konpensasi yang cukup tinggi tapi gaji yang ditawarkan tidak main-main.
Gaji yang diterimanya setara dengan tiga bulan gajinya sebagai pegawai keuangan yang artinya tiga kali lipat dari gaji karyawan biasa.
Mana mungkin, Ella rela melepaskannya begitu saja. Ia tidak bodoh untuk menolak uang sebanyak itu.
Ella menggelengkan kepalanya menolak, “Tidak. Tidak. Tidak. Aku akan menyelesaikannya kontraknya setelah itu baru keluar,” ucap Ella menolak usulan Juan.
“Tapi kelihatannya kau sangat tertekan,” ucap Juan.
Ella membenarkan ucapan Juan. Dua hari ini ia sudah sangat tertekan dengan pekerjaanya yang langsung menumpuk setelah ia menjabat sebagai sekretaris.
“Tidak. Aku menolak,”
“Tapi…,”
Ella mengangkat tangannya menghentikan perkataan kakaknya, “Cukup. Aku tidak ingin membahasnya,”
Juan hanya dapat menghela napasnya. Tak lama pesanan mereka datang dan mereka menyantapnya ditemani obrolan diluar pembahasan mereka tadi.
📑😘📑TBC📑😘📑
Oyasumi~˘ᵕ˘ ᶻᶻᶻ