ICE BOY IS MINE

ICE BOY IS MINE
Part 51



...Terimakasih sudah menjadi bagian dalam cerita hidupku. ...


...Aku bersyukur pada Tuhan telah mengirim dirimu padaku. ...


...Tentunya menjad milikku. ...


...- Zolandra - ...


Sudah seminggu Kenzo tak menunjukan tanda-tanda kesadaran. Dokter sudah angkat tangan dengan kesembuhan Kenzo. 


Zidane dan Kenzie, Rachel serta Alex dan Citra langsung berangkat ke Spanyol saat mengetahui Kenzo dirawat diruang ICU.


Zidane dan Kenzie hanya tau jika Kenzo tertembak saat menyelematkan nyawa Alexa ditangan penjahat. Tidak mungkin Grandpa memberitahu jika Kenzo membantu menyelesaikan misi terakhir Alexa sebagai mafia.


Bisa-bisa mereka akan membatalkan pertunangan Cucunya itu.


"Pahh.. anak kita pahh.. hiks..hiks.. Kenzo" tangis Kenzie


"Yang sabar mah, ini udah takdir Tuhan" tenang Zidane


"Mah, maafin Alexa ini--ini semua salah Alexa mahh" lirih Alexa


"Gak seharusnya Kenzo nyelamatin Alexa, kalau aja Kenzo dengerin Alexa buat pergi gk ikut aku mungkin--- mungkin hal ini gk terjadi mah"


"Ssstt sayang udah gpp. Kenzo lakuin ini karna dia cinta kamu. Kita bisa kan berkorban untuk orang yg kita cinta?" Alexa beruntung Zidane baik padanya, ia jadi bersalah tidak mengatakan yg sebenarnya.


"Ken, kita ke apartemen Grandpa dulu aja. Istirahat, aku tau kamu capek benget hari ini. Besok kita kesini lagi" ucap Citra kepada Kenzie


Namun saat mereka ingin berbalik dokter datang.


"Dengan keluarga Kenzo?" Tanya Dokter


"Saya ayahnya dok. Bagaimana kondisi anak saya?"


"Begini pak. Sudah seminggu ini keadaan Kenzo tetap sama, kami khawatir jika tetap memaksaan alat medis ditubuh Kenzo itu akan melemahkan sistem organ tubuhnya"


"Jadi menurut dokter?" Tanya Alex


"Maaf saya harus mengatakan ini. Tpi jika sampai besok, keadaan Kenzo belum ada tanda-tanda kesadaran kami akan melepas alat medis yg selama ini menopang hidupnya. Jika pasien tidak bisa memilih apa keputusannya, maka keluarga berhak memutuskan yg terbaik untuk pasien"


Penjelasan dokter membuat semuanya terkejut. Melepas alat medis itu berarti Kenzo harus pergi?


"Gak dok! Aku mohon lakuin yg terbaik untuk Zoland. Aku mohon dok pliss... Aku.. aku gak mau dia pergi lagi dok.. hiks..hiks.. aku mohon"


Bisa kalian lihat betapa sedihnya Alexa? Ia harus kehilangan cintanya dua kali. Pertama saat Kenzo sakit kanker lalu, memang dia kembali tpi akankah ini juga? Mustahil rasanya itu terjadi.


"Maaf. Ini menang sulit, tpi sangat menentukan untuk pasien"


Tanpa mereka sadari. Sedari tadi seorang lelaki berdiri disamping Alexa. Dia mengetahui segalanya, tentang nasib dirinya.


Ia ingin kembali tpi bagaimana caranya? Apa yg harus ia lakukan?


Kenzo. Raganya memang berada diruang ICU tpi jiwanya disini. Entah apa yg ia rasakan sekarang, tpi dia sama sekali tak bisa menyentuh siapapun.


Bahkan dilihat pun rasanya tidak ada.


"Jadi apa keputusan anda Tuan Zidane?" Tanya Dokter


"Pah, aku mohon jangan lakuin itu. Kenzo disini pah. Papah lihat Kenzo kan?"


"Pah ini Kenzo! Kenzo disini. Pah kasih waktu Kenzo buat kembali Pah." bahkan Kenzo merasa ia sudah berteriak tapi kenapa tak ada siapapun yg mendengarnya?


"Saya menyetujui keputusan anda Dokter" lirih Zidane


"Gak om! Om Alexa mohon jangan lakuin itu"


Alexa terus merengek, ia tak mau orang yg ia sayang pergi. Cukup sekali.


"Pah.."


Sungguh Kenzo tak bisa berkata apa-apa. Selain tangis yg keluar dari matanya.


"Baik saya akan bikin surat pernyataan dan anda silahkan tanda tangan" dokter itu pamit. Membawa kekecewaan bagi semuanya.


Alexa terduduk lemas di samping kursi rumah sakit. Kenyataan ini sangat pahit untuk dirinya.


"Lex, Lo harus kuat" ucap Ivel


"Kenapa sih Vel? Orang yg gue sayang harus pergi. Dulu mamah gue, dan sekarang? Tuhan juga mau ambil Kenzo. Kenapa gak sekalian gue Vel? Kenapa?... Hiks..hiks.."


"Sstt.. Lo gak boleh bicara kaya gitu. Inget Lex. Rencana Tuhan itu pasti indah"


"Indah lo bilang? Apa Kenzo pergi itu indah?"


Dio menghampiri Alexa dan memeluk cewek itu. Ia tahu Alexa rapuh, ia hanya butuh sandaran saat ini.


Rachel bukan tipekal orang pencemburu. Ia tahu situasi saat ini tidak mungkin cemburu pada Alexa. Ia percaya betul pada Dio, tunangannya.


Perlahan Kenzo menghampiri Alexa. Menggenggam tangan cewek itu walau Alexa tak merasakan apa-apa.


Namun bulir air mata Kenzo jatuh ditangan Alexa. Alexa rasakan itu, tpi ia positif thinking itu air matanya.


"Aku butuh waktu sendiri" 


***


Disinilah Alexa, Taman dekat rumah sakit. Persisnya di depan rumah sakit.


Ia butuh waktu sendiri, mengikhlaskan segala yg terjadi dengannya dan Kenzo.


Setidaknya ia bisa mengucapkan selamat tinggal dengan seharusnya.


"Ken. Tau gak? Pertama kali aku kenal kamu, aku pikir kamu orangnya rese bamget. Habisnya waktu kamu tabrak aku sikap kamu dingin banget sumpah kek es batu!" Grutu Alexa


"Tpi setelah kita lama bersama, aku salah. Dibalik sifat kamu yg dingin, posesif, manja kalau sama aku. Kamu itu tulus sayang sama aku"


Hanya ini cara Alexa untuk menenangkan diri. Kenangan pertama kali bertemu dengan Kenzo, pacaran dengannya, lali tunangan dan akhirnya.. perpisahan.


"Kalau pun yg harus pergi, itu aku Land. Ini semua salahku, gak seharusnya aku-aku kasih tau kamu tentang siapa aku sebenarnya"


Alexa tau ia akan menangis, tpi apa daya dirinya? Mendengar kabar buruk tentang Kenzo saja menangis, bagaimana besok saat ia melihat jenazah tunangannya?


"Maaf land. Aku gak berani untuk bicara jujur didepan kamu sekarang. Aku takut dengan perpisahan ini land"


Hati Kenzo tersayat mendengar isakan kecil tunangannya. Lagi-lagi Alexa menangis karena dirinya. Kapan ia membuat wanita ini bahagia?


Alexa harus kembali. Mengucapkan selamat tinggal pada Kenzo. Walau sakit bagi hatinya, tpi ini harus!


...


Di pintu rumah sakit hanya ada Dio dan Alva. Kemana yg lain? Batin Alexa


"Lex, yg lain ke apartemen Grandpa dulu" ucap Dio


"Nanti malam  mereka baru datang" sahut Alva


Alexa hanya mengangguk sebagai jawaban, ia memakai baju khusus untuk menemui Kenzo.


"Land... Kamu bisa denger aku kan? Pliss land, bangun. Aku gk minta apa-apa dari kamu. Yg aku minta sekarang cukup kamu buka mata sayang. Aku mohon.." ia mencium kening Kenzo cukup lama. Menumpahkan rasa rindu dihatinya.


Alexa memutuskan tidur disebelah Kenzo, tak peduli jika ia lama di ICU. Ia hanya ingin bersama kekasihnya sebentar lagi.


"Woy, Alexa di sana lama banget" ucap Alva


"Gpp, dia butuh waktu" 


Sementara Kenzo memandang sedih dirinya. Tubuhnya hanya diam tanpa ada gerakan untuk kekasihnya.


Ia memejamkan matanya lama, namun ada cahaya putih yg begitu terang menyilaukan matanya.


Perlahan Kenzo membuka matanya. Ia melihat gadisnya ada disampingnya. Apakah dia sudah kembali?


Ia mencoba menggerakkan tangannya, mengelus lembut rambut Alexa. Jika gadisnya bangun, maka ini bukan mimpi!


Alexa merasakan seseorang mengelus kepalanya. Ia mendongakkan matanya tepat kearah Kenzo. Alhasil mereka saling tatap dalam waktu cukup lama.


Alexa bangun? Yap! Ini bukan mimpi!


"Ini.. kamu?" Lirih Alexa


"iya"


" kamu.. bangun?"


"iya sayang"


"Zolandd..."


Alexa memeluk Kenzo erat. Sungguh ia bersyukur pada Tuhan telah mengabulkan do'anya.


Tuhan tidak mengambil orang yg ia sayang kedua kalinya. Cukup mamah yg ia ambil. Cintanya jangan!


"Makasih Tuhan. Kau tak pisahkan aku dengannya" gumam Alexa


"Makasih Tuhan. Kau masih menginginkan aku untuk menjaga dia saat ini" batin Kenzo.


⏩⏩⏩


...----------------...


...Yuhuuu Buna update lagi kali inii😅...


...SAY HALLO KENZOO👋...


.... ...


...Makasih ya buat kalian yg setia sama cerita aku, sumpah gk nyangka aja bisa banyak gini yg baca :) ...


.......


...Gimana-Gimana sama part inii?? ...


...Buna tunggu spam komen kalian✍️🤗...


...SIAPIN MENTAL BUAT ENDING GAESS😍😍 😍💙💙💙...


...YANG MASIH SETIA DIBARISAN ...


...KENZO-ALEXA SINII KUMPULL YUHUU...


...VISUAL ICE BOY IS MINE BAKAL BUNA PUBLISH SETELAH 1 PART SEBELUM ENDING OKE GAES!! JADI TUNGGUIN ICE BOY IS MINE DI NOTIF KALIAN😘😘...


...JANGAN LUPA LIKE OKE👍👍...


...SalamBuna<3...


...See you next update 👋...