ICE BOY IS MINE

ICE BOY IS MINE
Part 33



...Aku tak melepasmu....


...Hanya memberi jarak ...


...diantara dekat....


...-Kenzo-...


Sudah seminggu Alexa belum sadar dari komanya, dan sudah seminggu pula Kenzo tak lagi menjenguk Alexa tanpa alasan.


Seperti sekarang ini, sepulang sekolah Ivel dkk dan Alva dkk menjenguk Alexa setiap hari.


"Lex, bangun dong" ucap Riza disamping Alexa


"Eh gaes" ucap Keysa


"Paan" jawab Reyhan


"Kenzo kemana? Udah seminggu dia gak kesini, dan disekolah dia menyendiri terus. " jelas Keysa


"Gue juga bingung, setiap kali kita tanyain alesannya dia lngsung cabut" ucap Juna


"Gue kasihan sma Alexa nanti" sahut Adel


Sementara Alva hanya diam, tak tahu harus berbicara apa. Kenzo slalu melakukan apa yg dia ucapkan.


"Al, Lo tahu sesuatu gk?"


"..."


"Woee Al" bentak Gusma


"Hah? Kenapa?"


"Hh, lo tahu sesuatu ttg Kenzo gakk?" 


"Aa-emm anu" gugup Alva


"Buruan monyet" sebal Gusma


"Kagak tau hehehe" cengir Alva


"Yeee Kunyukkk"


"Woee kantin yuk, laper gue" ucap Ivel


"Yg jagain Alexa siapa *****?" Ucap Riza


"Gue aj, gue nitip ma Ivel nanti" sahut Alva


"siip"


Sementara yg lain mengisi perutnya di kantin rumah sakit, Alva bergegas menelpon sahabatnya utk datang.


"Sekarang buruan!" Ucap Alva


Tut...


Alva berharap cemas kpda sahabatnya itu, ia takut saat dia datang Ivel dkk dan yg lain sdah kembali.


Ceklek...


"Gimana? Aman kan? Gk ada yg liat toh?"


Seseorang masuk dengan nafas tergesa-gesa dan langsung mengunci pintu utk memastikan tidak ada yg mengganggunya. 


"Lo tau gk sih, gue udah nahan rindu ama Andra seminggu, gk ketemu di sekolah di rumah sakit gak bisa" crocos Kenzo


Yap, Kenzo memulai permainannya sejak seminggu yg lalu. Ia benar-benar memainkan perannya dengan baik.


"Eh tunggu, kok muka lo pucet bgt sih? Lo sakit?" tanya Alva


"Ah-- enggak cuma itu- apa-- kurang tidur" gugup Kenzo tanpa menatap mata Alva


"Lo bohong Ken" Batin Alva


"Yaudh gue keluar dulu"pamit Alva


Kenzo langsung duduk ditepi Alexa, mencium keningnya lama dan mengelus rambutnya.


"Ndraa... Bangunn aku rindu kamu"


"Maaf, aku baru kesini sekarang. Tpi percaya sama aku Ndra aku selalu mengkhawatirkan kamu. Cepat sembuh ya sayang"


Tes


Darah segar mengalir dari hidung Kenzo dan jatuh di ranjang Alexa, walau hanya setetes namun tetap terlihat.


"Sialan! Kenapa selau gini sih?" Kesal Kenzo


Tanpa pikir panjang Kenzo langsung keluar kamar Alexa dan berlari dengan cepat, ia tak mau Alva tau dengan kondisinya.


Alva yg kebingungan lngsung masuk dan melihat noda darah diranjang Alexa. Ia yakin darah itu pasti milik Kenzo.


"Lo sebenernya kenapa sih Ken?" Khawatir Alva


***


"Kondisi kamu semkin hari semakin lemah Ken, seharusnya kamu sudah dirawat inap" jelas sang Dokter


"Seberapa parah penyakitnya dok?"


"Stadium 3"


Deg!


Stadium 3? Pikiran yg tidak-tidak langsung terbayang di kepalanya. Bagaimana bisa ia tak menyadari penyakitnya akan separah ini? Jelas tidak, ia slalu menganggap remeh setiap kali gejalanya.


"Saya akan beritahu keluargamu Kenzo, agar kamu bisa mendapatkan perawatan lebih" ucap Dokter


"Jangan dok, jangan beritahu siapapun. Saya gak mau buat mereka semua khawatir dengan saya. Jika sudah waktunya maka biarkanlah" lirih Kenzo


"Tapi Kanker Leukimia kamu sudah parah Kenzo." Dokter itu mencoba menjelaskan pada Kenzo, bahwa jika Kenzo punya semangat ia akan sembuh.


Penyemangat Kenzo juga lagi butuh semangat untuk hidup').


"Berapa lama saya bisa bertahan?"


"Saya tidak tahu pasti, tapi mulai sekarang saya akan tambah dosis obat kamu"


Kenzo hanya menghembuskan nafasnya pasrah, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Bagaimanapun semua orang tidak boleh tahu penyakitnya.


"Jangan terlalu memaksakan tubuhmu untuk beraktivitas lebih Ken, tubuhmu sudah tidak kuat."


"Saya tidak peduli dengan penyakit saya Dok, apa yg buat saya bahagia itu yg saya kerjakan"


"Huffftt, baiklah"


***


Ditempat lain. Seorang gadis berada ditempat serba putih, tak ada apapun dan siapapun didalamnya.


"Halooo.."


"..."


"Alexa" lirih seorang wanita paruh baya yg tiba-tiba datang


Alexa sangat kenal dengan suara itu, dengan cepat ia berbalik dan betapa terkejutnya dia.


Sedangkan wanita yg dipanggil mamah oleh Alexa, membentangkan tangannya tanda pelukan.


"Mamaahh......"


Alexa berlari dan memeluknya mamahnya erat, merasakan kehangatan yg selama ini ia rindukan.


"Mamah, Alexa kangen. Jangan tinggalin Alexa lagi mah... Hiks... Hikss"


"Mamah juga kangen kamu sayang, mamah sangat bahagia akhirnya kamu bisa menerima Citra sebagai mamahmu" ucap Audrey


"Kenapa mamah bisa tahu?"


"Mamah tahu segalanya sayang, apapun dan dimanapun kamu mamah tahu, termasuk seseorang yg ada di hatimu"goda Audrey


"Ishhh mamah"


"Sayang, tempatmu bukan disini sebaiknya kamu cepat kembali. Kasihan papah sama mamah Citra juga Kenzo"


"Tpi Alexa gk mau pisah sama mamah" rengek Alexa


"Belum saatnya Alexa sama mamah"


"Alexa..."


"Iya mah?"


" Terkadang seseorang berbohong untuk menutupi luka yg ia rasa."


"Ha? Maksud mamah? Siapa yg bohong? Aku jarang bohong mah?" Heran Alexa


Namun Audrey hanya tersenyum tanpa membalas pertanyaan beruntun Alexa.


"Sekarang kamu ikuti cahaya putih itu ya, udah saatnya kamu kembali" jelas Audrey


"Tapi mahh.."


Alexa memeluk Audrey kembali, kali ini lebih erat seolah tak ingin ada perpisahan diantara mereka.


"I love you mah"


"I love you too"


Perlahan Alexa berjalan mengikuti arah cahaya putih itu, sebelum lebih jauh ia berbalik dan melambaikan tangan kepada mamahnya yg dibalas lambaian pula oleh Audrey.


***


Perlahan jari Alexa bergerak, matanya sayup-sayup terbuka. Seseorang yg berada diruang Alexa menyadari itu dan langsung mendekat kearahnya.


"Kamu udah sadar?"


"Kee...Vin?"


"Iya ini aku? Kenapa?"


"Ha..uss"


Kevin segera mengambil air putih disamping tempat tidur Alexa. Dan membantunya minum secara perlahan.


"Kamu tau? Aku baru njenguk kamu sekarang dan kamu langsung sadar, sinyal nih kalau jodoh" gombal Kevin


Alexa hanya tersenyum, ia mencari seseorang yg selama ini ia rindukan, dimana dia?


"Aku kabari bang Vero sma yg lain dulu yah" Alexa hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Zoland.." batin Alexa


Tak lama, bang Veroz Alex, Citra, Ivel dkk dan Alva dkk sudah datang dengan wajah bahagianya.


"ALEXAAAAA AKHIRNYA LO BANGUN JUGAA" kompak Ivel dkk dgn suara toa mereka


"Woee brisik ntar Alexa pingsan lgi ****** lo!" ketus Vero


"Abang omonganya dijaga" tegur Citra


"Hehehe iya mah" cengir Vero


"Kita kangen sama lo" ucap Riza


"Iya gue juga"


"Woe bangun juga lo, gue pikir masih lama" ucap Gusma yg diberi pelototan tajam oleh yg lain


"Taiii lo!" Sinis Alexa


"Al, emm- anu dimana?"


Alva yg mengerti siapa yg dimaksud Alexa hanya menggaruk lehernya tak gatal.


"Nyariin siapa lo dek? Kenzo?" sahut Vero


"Hehehe iya"


"Kenzo udah gak kesini seminggu, terakhir waktu bawa lo dan gk kesini lagi" ceplos Reyhan


Ivel dkk dan Alva dkk melotot tajam kearah Rayhan, kenapa mulut cowok itu terlalu bocor.


"Bukan gitu Lex, Kenzo sibuk kayaknya" alibi Keysa


"Ohh gitu yaudh"


"Gue tahu kalian bohong" batin Alexa


Tanpa mereka sadari seorang cowok berada didepan pintu ruang Alexa. Ia mendengar semuanya.


Hatinya menginginkan ia masuk dan langsung memeluk gadis itu, namun lagi egonya berkata lain.


"Gue disini Ndra.."


⏩⏩⏩


...---------------------...


...Yang nungguin Ice Boy up siapa aja hyoo? ...


...Bunaa update lagi niii😄...


.......


...Jadi udah tau kan alesan Kenzo? Dia gk mau buat Alexa khawatir gitu, dia gk mau jadi beban karena penyakitnya. Huhuhu :' ...


.......


...Ini blom ending ka, do'ain aj masih lama ye....


.......


...Jan lupa like oke👍👍...


...Buna tunggu komen kalian☺️...


.......


...SalamBuna<3...


...See you next update 👋...