
...Aku disini....
...Masih setia menanti. ...
...Kumohon jangan pergi. ...
...Semua bisa diulang kembali. ...
...-Alexandra-...
Alva dkk masih setia menemani Kenzo dirumah sakit. Kenzo tak dapat penanganan di UKS sekolah karena tak ada seorangpun yg bertugas.
"Lo ngrasa Kenzo nyembunyiin sesuatu dari kita gk sih?" ucap Gusma tiba-tiba
"Gue ngerasa iya, akhir-akhir ini penampilan Kenzo beda banget, wajahnya selalu pucet dan badannya agak kurusan sekarang."jelas Juna
"Gue pernah liat dia mimisan waktu itu, dan pas gue mau tanyain dia malah lari kayak ngehindar gitu." sambung Alva
"Trus kenapa dia langsung nglepasin Alexa gitu aja tanpa alasan" ucap Rayhan
" Nah itu, padahal gue liat tatapannya saat ke Alexa dia rindu banget , tpi ketahan gitu" ucap Juna
"Tu orang penuh teka-teki" kesal Alva
"Gue telpon yg cewek suruh sini sma Kayla sekalian" ucap Rayhan
...
"Hallo Keys"
Sambungan Rayhan terhubung ke ponsel milik Keysa.
"Iya kenapa Ray?"
"Bisa kerumah sakit skarang?"
"Ha? Siapa yg sakit? Lo sakit? Sakit apa? Kok gk bilang aku sih?" Crocos Keysa dengan paniknya.
"Ck khawatir ya sayang?" Goda Rayhan
"Ya iyalah, gimana gak khawatir pacar sendiri sakit kok gak khawatir" ucap Keysa
Pacaran? Yap! Rayhan dan Keysa sudah pacaran sejak kemarin, namun mereka belom memberitahu ke yg lain, karena belom ada waktu yg tepat juga.
"Utututu makin sayang deh"
"Cepetan siapa yg sakit" kesal Keysa
"Oh iya gue lupa, Kenzo. Dia tadi pingsan dirooftoop. Udah cepetan sini" jelas Rayhan
"Ok gue sama yang lain otw."
"Ck, nyusahin bgt sih!"
Tut!
Rayhan hanya terkekeh melihat tingkah gadis yg menyandang sebagai pacarnya itu.
"Mereka otw" ucap Rayhan
"Dio ma Alexa?" Tanya Gusma
"Gue udah telpon Dio baru aja" jelas Alva
***
Rumah sakit kini ramai dengan kehadiran Alexa dkk, dan Dio. Mereka masih menunggu kesadaran cowok itu.
Entah kenapa dokter lama sekali memeriksa, sudah sejak tadi dokter keluar masuk kamar Kenzo dgn raut muka panik dan tak menjawab setiap pertanyaan.
Ceklek..
"Dok, gimana keadaan teman saya?" Tanya Gusma sekian kalinya
"Apakah ada anggota keluarga?" Tanya balik dokter itu
"Saya kakaknya" sahut Alva dan langsung mendapat pelototan tajam dari sahabat-sahabatnya.
"Kalau begitu mari ikut saya"
Alva pun mengikuti kemana dokter itu pergi.
Alexa menangis, ia sekarang terduduk lemas di kursi rumah sakit. Sahabatnya dan Dio menyaksikan semuanya.
Melihat betapa rapuhnya Alexa sekarang, mengingat setiap pengorbanan yang ia lakukan utk Kenzo bahagia.
***
Alva masih diam mendengar penjelasan dokter tadi. Ia termenung di taman rumah sakit. Begitu sakit mendengar semua yg terjadi ttg sahabatnya itu.
Flashback on
"Jadi gimana keadaan adik saya dok?" Tanya Alva
"Adik anda terkena Kanker Leukimia stadium 3, dan diprediksi tubuh pasien sudah tidak tahan jika dipaksa untuk beraktivitas layaknya manusia normal"
Deg!!!
"Kan..ker dok?" Kaget Alva
"Pasien sudah mengidap penyakit ini sejak lama, namun dia menyuruh saya untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Awalnya saya setuju, namun kondisi pasien semakin parah, alhasil saya harus membicarakan kepada pihak keluarga."
"Kapan dia sadar dari pingsan dok?"
"Sebenarnya adik anda tidak pingsan. Ia koma ."
Apalagi sekarang ini? Alva benar terkejut. Pantas saja penampilan fisik Kenzo sangat memprihatinkan, ditambah ia memergoki Kenzo saat mimisan.
"Bisakah dia sembuh dok?"
"Saya tidak bisa memastikan sepenuhnya" ada raut wajah sedih pada wajah itu, Alva berdoa semoga Kenzo lekas membaik.
Flashback off
"Kenapa lo gak bilang ke kita sih Ken? Seenggaknya kalau Lo gak mau bilang ke ortu Lo ada gue yg bisa jagain Lo selalu." lirih Kenzo
Bagaimana ia tak sedih? Mereka sahabatan sejak SMP, bahkan hal rahasia dari Kenzo pun, Alva tau segalanya.
Alva memutuskan utk kembali keruangan Kenzo, menjelaskan semuanya kepada sahabatnya.
...
"Al, gimana keadaan Kenzo? Apa yg dokter bilang?" Serbu Alexa
"Kenzo.. ko..ma"
Deg!
"Ko.. ma? Kenzo sakit apa? Pliss Al, kasih tau gue" rengek Alexa
Alva hanya bisu... Bibirnya terasa berat utk mengucap sepatah kata.
"Al, Kenzo sakit apa?"
"Al, kasih tau gue"
"Alva.. Kenzo kenapa?"
Alexa terus menggoyangkan badan Alva yg masih diam kaku.
"Alva jawab gue Kenzo sakit apa?!" Bentak Alexa
"KANKER LEUKEMIA STADIUM 3!" tegas Alva
Alexa sontak lemas, untungnya ada Dio dibelakangnya.
"Bilang sama gue dia baik-baik saja, jawab Al.. jawab..!!"
"Dokter bilang, mereka gak tau sampai kapan Kenzo bisa bertahan" parau Alva
Kaget. Sedih. Ingin marah. Berontak. Segalanya campur aduk dalam benak Alexa. Ia tak tahu semuanya, seperti otaknya tak bisa bekerjasama.
Alexa menatap nanar pada jendela yang memperlihatkan tubuh tegap Kenzo, kini melemah. Tangan menempel pada jendela, air mata luruh kembali dari mara cantiknya.
"Zoland.."
Kenzie dan Alex langsung menunju ke rumah sakit dan membatalkan kontrak kerja dengan rekan bisnis mereka.
"Dimana Kenzo?" Panik Kenzie
"Zoland koma mah.." lirih Alexa
"Ko..ma?" Kaget Zidane
"Dia punya Kanker Leukimia stadium 3 dan merahasiakannya sendiri om" jawab Alva
Kenzie lngsung lemas dan duduk di kursi rumah sakit. Mendengar anak tunggalnya terkena penyakit yg ganas itu? Bahkan membayangkan saja tak pernah terlintas di otak Kenzie.
"Sayang, jangan nangis anak kita pasti sembuh", tenang Zidane
"Mamah yang kuat ya, Alexa yakin Zoland bisa lewatin ini semua mah"
Kenzie memeluk Alexa erat, Kenzie tahu Alexa juga pasti terpukul dengan semua ini tpi ia salut kpda gadis anaknya ini. Ia tak memperlihatkan tentang kondisi hatinya.
"Apakah anda Ayah pasien?" Ucap Dokter yg tiba-tiba datang dgn suster
"Iya, ada apa Dok?"
"Begini pak, rumah sakit di Jakarta tidak memadai utk fasilitas pasien. Sehingga kami menyarankan pasien utk dipindahkan ke Amerika di salah satu rumah sakit yg bekerjasama dengan kami."
Apa? Amerika?
"Jadi maksud dokter anak saya harus dirawat disana?" tanya Kenzie
"Iya Bu, ini juga demi kesembuhan pasien. Kalau ibu berkenan, lusa kami urus perpindahan pasien"
"Kami setuju Dok, tolong sembuhkan anak kami" tegas Zidane.
Bagaimana nasib Alexa? Ia hanya bisa diam, mencerna apa yg akan terjadi. Pelindungnya akan pergi, jauh dari jangkauannya.
"Alexa permisi" pamit Alexa tiba-tiba dan langsung berlari menjauh, ia tak mau mereka tahu ia menangis.
Taman Rumah Sakit.
Ia disana. Melamun namun bulir air mata terus berjatuhan dari pelupuk mata indahnya.
Kondisinya kacau, ia rapuh sekarang. Memori tentang kebersamaan mereka trus berputar di kepalanya.
Kenapa takdir slalu mempermainkan hubungan mereka? Kapan mereka bisa bersatu?
"Land, gue gak mau lo pergi..." Lirih Alexa
"Lex.." ucap seorang lelaki dibelakang Alexa
"Pergi, biarin gue sendiri" usir Alexa tanpa menoleh siapa dia
"Gue bawa surat dari Kenzo"
Dengan cepat Alexa langsung menengok dan mendapati Alva membawa amplop coklat ditangannya. .
"Surat? Surat apa?"
"Gue gk berani buka, tpi disni tertulis nama lo" jelas Alva
"Lo Nemu dari mana?"
"Di tas Kenzo, gue gk sengaja lihat dan gue pikir itu isinya duit, tpi setelah gue cek itu surat."
Alexa langsung membuka amplop itu, ia membaca tulisan rapi utk dirinya.
Untuk Andra.
Ndra..
Jika kamu bertanya siapa yg paling mencintaimu? Itu aku. Siapa yang ingin jadi alasan kamu bahagia? Itu aku. Dan siapa yang terluka saat kamu sedih? Itu juga aku.
Ndra, Aku mencintaimu tanpa syarat tanpa alasan. Layaknya buih dilautan yang tak pernah terlihat, tapi membentang luas ke samudra, itu rasaku.
Maaf. Aku gak tau harus jelasin dari mana sma kamu. Aku ngrasa gak berguna kalau harus sama kamu, mengingat penyakit sialan yg gk aku tahu datang dari mana.
Aku ngrasa jadi cowok paling lemah dengan penyakitku ini. Alhasil, aku harus membuat drama yg lagi-lagi harus buat kamu jauh dari aku.
Tanpa kamu tahu aku mantau semua tentang kamu. Semua yg kamu lakuin aku tahu, dan soal kamu sama Dio aku juga tahu Ndra.
Aku seneng tpi hatiku sakit. Dio orangnya baik, setia dan sekali dia jatuh cinta gk main-main, sama kayak aku. Aku jadi tenang, kalaupun aku pergi jauh dari kamu, kamu masih bisa dapetin yg lebih baik dariku.
Tpi hatiku seolah gk terima, gk mau kalau ada orang lain yg bisa bikin kamu nyaman selain aku. Ikhlas. Aku udah berusaha coba ikhlasin kamu, tpi tetap kenangan kita mengusik pikiranku.
Kalau aku pergi, jangan kamu janji menungguku, karna akupun tak tahu akan kembali atau tidak. Mencoba membuka untuk seseorang yg baru mungkin tepat untuk saat ini.
Dari aku, seseorang yg sampai kapanpun mencintaimu. Zoland.
Buliran air mata semakin deras membanjiri wajah cantik miliknya. Semakin lama, ia tak rela pergi jauh dari hidupnya.
Ini cinta pertamanya, tpi kenapa semua seolah tak merestui mereka?
"Lo bisa peluk gue kalau Lo mau" tawar Alva
" Va, gue capek sama semua ini. Gue juga pengen kayak yg lain. Hubungan mereka bahagia, bahkan sampai lama." ucap Alexa dipelukan Alva
" Gue sama Zoland sama-sama mencintai tpi kenapa, semua orang pengen kita berpisah"
"Lex, gue yakin Lo sma Kenzo bisa laluin ini semua. Kalian sama-sama kuat. Cuma untuk saat ini Lo harus lupain dia sementara dan mencoba membuka hati lo untuk yg baru." ucap Alva
"Gimana bisa Va? Zoland disana berjuang untuk sembuh, tpi gue? Gue harus membuka hati untuj yg lain dan lupain dia yg bahkan masih cinta sma gue"
"Lo tahu pepatah, Jodoh gk akan kemana. Jika Kenzo jdi takdir lo, seberapa jauh dan lama kalian pisah pasti ada cara utk nyatuin kalian lagi"
Alexa hanya diam, mencerna semua kata-kata bijak dari Alva. Pikirannya campur aduk jadi satu. Ia hanya bisa berharap Kenzo memang takdirnya.
" Gue salut sama kalian berdua. Gue cuma berharap sama Tuhan, untuk segera nyatuin kalian" batin Alva.
⏩⏩⏩
...-----------------------...
...Yuhuuu Bunaa update nii :3 ...
.......
...Yang kemarin nungguin notif dari Ice Boy siapa hyoo? Maaf ya kmarin Buna gak update'(...
...DARI 5-10 PART INI MENGANDUNG BAWANG BERAPA?? 😭...
...Gimana sama part ini? Terus semangatin Kenzo sembuhh☺️. ...
...Oh ya, terus dukung karya Buna') yang gak suka sama alur cerita ini, Buna mohon maaf karna emang dari awal udah direncana kayak gini....
...Pasti ada kok part happy, tpi mungkin belum skarang. Tungguin terus next update Ice boy😚...
.......
...Jan lupa like oke👍...
...Buna tunggu spam komen kalian🤗...
...SalamBuna<3...
...See you next update 👋...