ICE BOY IS MINE

ICE BOY IS MINE
Part 34



...Kau terluka....


...Aku juga terluka. ...


...Namun bedanya,...


...Aku tak menunjukkannya. ...


...-Kenzoland-...


Rutinitas Sekolah kembali dijalani oleh Kenzo, ia sungguh malas walau hanya beranjak dari tempat tidurnya.


Pusing. Itu yg ia rasakan setiap kali membuka mata, entah ia merasa benar atau fakta bahwa penyakitnya semakin hari semakin parah.


"Shhtt... kepala gue" lirihnya sembari memegang kepalanya.


Kenzo melirih jarum jam dikamar tidurnya. Pukul set5 pagi, ia punya kesempatan menjenguk Alexa sebelum pergi kesekolah.


-RumahSakit-


Kenzo menghela nafas saat masuk ke dalam ruang serba putih itu.


"Ndra..". Kenzo duduk dikursi samping tempat tidur rumah sakit. Dilihatnya Alexa yg masih memejamkan mata dengan damainya.


"Aku kangen kamu, maaf saat kamu buka mata pertama aku gk ada disana, tpi asal kamu tahu Ndra, aku didepan pintu kamar kamu. Aku belum siap ketemu kamu saat itu."


Kenzo menunduk, ada begitu banyak kata yg ingin ia ucapkan pada gadis didepannya. Nyatanya semua hanya keinginan, lidahnya kelu dan matanya memejam saat Ia sendiri penyebab semua ini.


"Udah dulu ya Ndra, aku takut nanti ada orang lihat"


Namun saat Kenzo beranjak pergi, tangannya dicekal oleh Alexa yg sebenarnya mendengar semua yg Kenzo bilang.


"Haii.." sapa Alexa dgn senyum manisnya


"Ha-haii.." gugup Kenzo


Alexa berusaha bangun dari tempat tidur dgn dibantu Kenzo.


"Apa kabar? Aku juga kangen kamu. Gapapa kamu bukan orang pertama kali yg aku lihat."


Aneh.  Itu yg Kenzo rasakan. Apa Andra mendengar omongannya tadi?.


"Kenapa cuma diem?" tanya Alexa


"Gapapa" dingin Kenzo


"Zoland knapa?" Batin Alexa


"Lex.." ujar Kenzo


"Ya?"


"Gue minta lo jauhin gue!"


Deg!


Dada Alexa seolah tertekan sesuatu yg membuatnya sulit bernapas. Apa maksudnya ini?


"Maksud kamu?"


"Hubungan kita udah berakhir Ndra, gue gak mau bayangan lo selalu jadi beban buat gue." Kenzo mengucapkan sangat lancar, seolah perkataan tak melukai hati seseorang.


Sebulir air mata langsung turun dari mata indah Alexa, namun dengan segera ia usap dgn kasar.


"Terus selama ini lo anggep gue apa ha?!" nada Alexa naik lebih tinggi, dadanya sudah sesak utk mendengar ini.


"Lo orang spesial dalam hidup gue Ndra, tapi gue gak pantes lagi ada disamping lo."


Plakkk..


Tamparan Alexa tepat di pipi kanan Kenzo hingga memerah. Sudah cukup, Alexa sudah capek dengan semua drama tentang hubunganya bersama Kenzo.


"Lo anggep gue mainan lo *******! Gue udah sabar dengan semua drama tentang kita. Dari Laurent, tunangan lo, sikap lo yg berubah2 sampai sekarang? Gue capek Land.. capekk!"


Alexa mencurahkan semuanya dengan air mata yg terus mengalir. Kapan semua ini berakhir?


Kenzo? Dia amat tersiksa dengan tangis gadis yg dicintainya, tpi semua ini perlu untuk membuat Alexa jauh darinya.


"Gue tahu gue salah, jadi pliss menjauh dari gue, dan lupain semua tentang kita."


"Beri gue satu alasan yg bisa bikin gue jauh dari Lo"


Kenzo diam, dia menatap mata Alexa sangat lama. "Kenzo cuma penasaran sama Alexa"


"Gue gk cinta sama lo! Gue cuma jadiin lo mainan buat gue, gue deket sama lo karena gue penasaran dan finally. Semua selesai disini."


Kenzo mengucap kalimat itu tanpa jeda dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya, seolah penegasan utk Alexa.


"Ok gue tahu semuanya. Makasih pernah hadir di kehidupan gue dan buat kenangan bersama yg bahkan gue gak tahu bisa lupain itu semuanya atau gak Dan makasih sama cinta palsu lo yang bodohnya gue jawab pakai hati tulus. "


"Lo bisa keluar dari sini, dan gak usah temuin gue lagi. Gue. Benci. Lo!"


Deg!


Entah kenapa perkataan Alexa sangat berefek langsung untuk kesehatanya. Lihat saja kepala Kenzo tiba-tiba pusing hebat dan ia hampir saja kehilangan keseimbangannya.


"Land, Lo kenapa?" Alexa refleks panik melihat Kenzo hampir saja pingsan dan raut wajahnya sudah pucat pasi.


"Gue bisa sendiri!" Ketus Kenzo


Namun saat Kenzo hendak keluar, cairan darah keluar dari hidungnya dan tak sampai hitungan menit tubuhnya sudah terjatuh dilantai.


Alexa langsung menarik selang infus ditangannya, tak peduli sakit yg ia rasa, pikirannya berkecamuk jadi satu.


"Land, heii bangun, Zoland bangunn"


Saat Alexa memindahkan kepala Kenzo di pangkuannya, terlihat darah segar dihidung Kenzo yg membuatnya semakin panik.


"Astagaaa darah"


"TOLONGG!!! TOLONGG!!!"


Teriakan Alexa berpapasan dengan hadirnya Vero yg ingin menjenguk adiknya itu.


"Ya ampun Kenzo" panik Vero


"Dek, Kenzo kenapa gini?"


"Udah nanti aja gue jelasin, buruan bwa kedokter" ketus Alexa


Saat Kenzo sedang diperiksa dokter, Alexa menjelaskan semua perdebatan mereka dari awal hingga akhir.


Tersirat kemarahan dalam hati Vero mengetahui bahwa Kenzo hanya bermain dengan adik kesayangannya itu.


Namun Vero merasa janggal dengan perubahan sikap Kenzo yg berbeda dan melihat kondisi Kenzo seperti seseorang yg mengidap penyakit parah menambah rasa penasarannya itu.


Ceklek..


"Dok bagaimana dgn keadaan Kenzo?" Tanya Alexa


"Dia tak apa, hanya kecapekan dan terlalu banyak pikiran" ucap dokter menjawab Alexa namun dengan tatapan tak terarah kpdnya.


"Namun kenapa saya mengira Kenzo seperti memiliki penyakit yg serius dok?"


Jangan salahkan Vero yg curiga terhadap dokter itu. Karna Vero memilih jurusan Psikologi saat kuliah di luar negeri.


"Ti-tidak dia tidak apa-apa"


Vero terus mengamati dokter itu hingga membuatnya salah tingkah.


"Ka-kalau begitu saya permisi"


***


Kenzo membuka matanya perlahan, kepalanya masih sedikit pusing namun ia bersyukur dokter tadi menurut apa katanya untuk tidak membocorkan kondisi sebenarnya.


"Land.."


Kenzo langsung membenarkan posisi nya menjadi bersandar ditempat tidur.


Sedangkan Alexa langsung berhambur diperlukan Kenzo, ia khawatir dgn pria ini, sungguh.


"Jangan dilepas, gue mohon cuma sebentar." lirih Alexa


Kenzo membalas pelukan Alexa, ia membuang semua egonya untuk sebentar, setidaknya ia bisa merasakan pelukan gadis yang ia cintai untuk terakhir kali.


Dibalik pintu, Vero melihat bagaimana Kenzo menginginkan pelukan itu dari lama, seolah ia tak mau melepas Alexa dalam hatinya.


"Ndra.." ucap Kenzo sambil memberi isyarat untuk Alexa duduk disampingnya.


Alexa menatap Kenzo yg juga menatapnya intens, ia terpaku mata tatapan itu.


Semakin dekat jarak diantara mereka sampai hidung mereka sama-sama menyentuh membuat Alexa refleks menutup matanya.


Benda kenyal mendarat lembut di bibir Alexa. Tatapan mereka masih terpaku satu sama lain, seolah enggan melepas apa yg membuat mereka nyaman. 


"Shtt..." Kenzo meringis saat kepalanya terus saja merasa sakit.


"Kenapa?"


"Kepala gue pusing"


"Ijinin gue ngrasain kebersamaan kita sebelum lo pergi dari gue." parau Kenzo


Alexa hanya mengangguk, ia menahan tangisnya untuk keluar mengingat semua perubahan yg terjadi.


Alexa dan Kenzo sama-sama tertidur dengan posisi saling berpelukan, mencari kenyamanan diantara perpisahan yg akan terjadi.


Kenzo membuka mata lalu mencium kening Alexa lama, penuh perasaan dan enggan untuk melepaskan. "Aku serius sayang sama kamu Ndra. Maaf sayang."


⏩⏩⏩


...---------------------...


...Allloooo Bunaa update nii 😇...


.......


...Gimana masih kepoin terus lanjutan cerita ini ya, alurnya emang aku buat banyak konflik supaya kalian gak bosen sama cerita ini dan kepo 😅😅...


.......


...Oh ya author mau tanya, kalian mau sampai part berapa utk cerita **ini**??...


...Terus dukung cerita ICE BOY IS MINE🤗 Buna sayang bngett sma kalian ❤️...


.......


...SalamBuna<3...


...See you next update 👋...