I'M Villainess?

I'M Villainess?
eps 8



...happy reading guys...


keesokan paginya aletta bangun lebih awal dari biasanya dan pergi ke suatu tempat. dia pergi dengan di temani wina.


"tu.. tuan putri, anda mau kemana sepagi ini?" tanya wina sembari mengikuti aletta dari belakang.


"kita mau, merancang baju," jawab aletta dengan mengedipkan salah satu matanya dan memperlihatkan sebuah gulungan kertas.


"huh?"


di sebuah toko yang tak terlalu besar dengan papan nama 'outfit room'. aletta pun langsung masuk ke dalam toko tersebut dan di sana ia di sambut dengan hormat nan sopan oleh pemilik toko tersebut.


"salam kepada putri tertua kerajaan xavier," ujarnya dengan hormat.


"ahahaha, tak perlu terlalu sopan, oh ya aku ingin memesan sesuatu tapi apa pada siang hari bisa selesai? soalnya aku sedang butuh," ujar aletta dengan senyum ramah miliknya.


"huh? itu sih tergantung mudah susahnya putri,"


"aku sudah membawa rancangannya, apa kamu mau melihatnya??" aletta menunjukkan sebuah gulungan kertas yang tadi ia tunjukkan kepada wina.


sang pemilik toko pun terkejut dengan apa yang aletta tunjukkan, "apakah saya boleh melihatnya tuan putri?"


"tentu,"


aletta dan pemilik toko serta wina pun melangkah menuju ruang kerja pemilik toko dan di sana aletta menunjukkan rancangannya yang di mana itu adalah sebuah rancangan kostum kucing unik miliknya.


pemilik toko yang melihat rancangan aletta pun terkejut pasalnya rancangan miliknya itu sangat jelas, "ekhem begini putri... saya bisa membuatnya paling cepat itu 3-5 hari apa tidak apa apa??" tanya sang pemilik toko sedikit khawatir.


"hm... 5 hari yah... yah aku juga harus melakukan persiapan sih," ujar aletta dalam hatinya, "baiklah, untuk ukurannya... ini ukurannya," ujar aletta lalu menunjukkan sebuah kertas yang berisikan data ukuran tubuh.


"tuan putri, bukannya itu ukuran tuan muda yugana?? kenapa anda menyerahkannya?" tanya wina yang sedari tadi diam seperti patung itu dengan heran.


"hehehe ini balasan untuknya, siapa suruh bulan lalu dia memaksaku membuat baju yang sama dengannya, kini aku akan membuatnya malu fufufu," balas aletta dengan senyuman iblis nan jahil miliknya.


wina yang mendengar hal itupun hanya bisa terdiam sambil memikirkan tuannya yang sangat jahil dan pendendam itu.


sedangkan pemilik toko hanya bisa diam karena tak tau apa yang sedsng aletta dan wina bicarakan.


"ekhem! pokoknya ini adalah ukurannya, dan aku akan memesan 5 kostum yang sama lagi, untuk ukuran aku akan mengirimkannya nanti siang, apakah bisa?"


"baiklah, tapi sepertinya saya butuh waktu lebih lama,"


"tidak masalah, selama kamu bisa, aku akan membayar uang mukanya dulu lalu aku akan membayar sisanya saat sudah selesai,"


"baiklah tuan putri aletta,"


setelah membayar uang muka aletta pun keluar dari toko dan pergi ke wendy bersama dengan wina, "tuan putri kita akan kemana??" tanya wina yang tak tau menau tentang kafe wendy.


"kita akan pergi ke kafeku," ujar aletta yang membuat wendy terkejut.


"tidak usah sopan, oh ya ini wina dia adalah wina, dia pelayan pribadiku," ujar aletta memperkenalkan wina sedangkan wina itupun memberi salam kepada wendy dan rekan rekannya.


"ah ya maaf ya, padahal aku sudah janji mau promosikan hari ini, tapi sepertinya itu butuh waktu beberapa bulan,"


"tidak apa apa putri," ujar wendy, "putri mau membantu kami saja kami sudah senang kok, dan lagi mendirikan kafe yang hampir bangkrut memang butuh perjuangan, jadi putri jangan putus asa yah,"


"makasih ya!!!"


"sama sama putri," ujar wendy, olivia, serta eliana secara bersamaan.


"ah ya aku harus pergi soalnya aku juga mau mengurus daerah perbatasan," ujar aletta yang teringat akan daerah kumuh di perbatasan.


"bukannya itu daerah kumuh ya tuan putri?" tanya olivia.


"benar, aku akan mencoba mengurusnya, aku juga ingin melihat anak anak di sana tersenyum," ujar aletta dengan tulus sembari tersenyum manis membuat semua yang ada di sana tertegun, "nah baiklah aku tak punya banyak waktu, ayo kita kembali wina!"


setelah berpamitan dengan wendy, olivia dan eliana, aletta dan wina pun langsung kembali ke istana spice. di sana aletta langsung pergi ke ruang yang sudah di siapkan untuk nya mengurus dokumen dokumen di daerah kumuh yang ada di perbatasan.


ia mengerjakan berbagai hal sampai tak sadar bahwa mentari sudah ada di atas kepalanya. siang hari pun tiba aletta beranjak dari tempat kerjanya lalu pergi bersiap untuk ke daerah kumuh tersebut.


ia kesana karena berniat memilih 5 orang anak untuk promosinya nanti, aletta pergi ke daerah tersebut dengan menggunakan kereta kuda, saat di perjalanan ia melihat zeline hillary yang sedang di ganggu oleh beberapa penjahat, di sekitar zeline sudah ada pengawal yang tergeletak tak bernyawa dan zeline yang tengah terduduk ketakutan.


aletta yang melihat hal tersebut pun memerintahkan menghentikan kereta kudanya dan memerintahkan pengawal untuk menyelamatkan zeline yang tengah ketakutan.


para pengawal aletta pun menghajar para penjahat dan kini hanya tinggal ketuanya saja, saat akan menyerang ketua penjahat, dia menarik zeline dan menggunakannya sebagai tameng.


"jangan mendekat atau leher gadis bangsawan ini akan kupotong!!!" ancamnya sembari menodongkan pisau di leher zeline sedangkan zeline yang melihatnya pun hanya bisa gemetar ketakutan.


"haah~~" helaan nafas keluar dari mulut aletta, aletta turun dari kereta kudanya dan menatap datar semua yang ada di sana.


"tuan putri!! anda tidak boleh keluar!!" ujar salah satu pengawal aletta, meski takut akan tetapi dia tetap mengucapkannya dengan lantang.


sedangkan yang lain hanya diam saja, "ekhem, ketua penjahat yang terhormat, bukankah hanya keluarga bangsawan itu terlalu rendah bagimu? apa yang terjadi jika seorang tuan putri di sandera yah?" aletta mengabaikan para pengawal dan maju perlahan.


pengawal yang mendengarnya pun terkejut begitupun juga dengan ketua penjahat serta zeline, "apa yang kau inginkan?!!" bentak ketua penjahat sembari menodongkan pisaunya ke arah aletta.


"sederhana, aku ingin kau melepaskan gadis itu lalu kau bisa membawaku sebagai sandera," ujar aletta dengan enteng.


sontak itu membuat semua yang ada di sana terkejut tak terkecuali dengan zeline, "hah?!! kenapa aku harus percaya padamu?!!"


"kau boleh melakukan apapun padaku lho," ujar aletta dengan enteng sembari menggebit pisau ketua penjahat dengan dua jarinya, "jadi lepaskan dia, apa kau tidak mau bersenang senang denganku?" tanya aletta dengan tampang menggoda membuat semua yang ada di sana menganga, ketua penjahat yang tergoda dengan aletta pun melepaskan zeline dan dengan sigap seorang pengawal mengambil zeline menjauh dari ketua penjahat.


bersambung


bay bay guys, maaf baru bisa up soalnya author dah kehabisan ide