I'M Villainess?

I'M Villainess?
eps 2



siang hari, kini aletta sedang berjalan menuju istana stone yang merupakan istana tempat axer de xavier tinggal.


"seram seram seram, apa gw akan di penggal??" pikiran aletta yang sedang traveling ke mana mana gara gara takut.


"nona kita sudah sampai di ruangan yang mulia raja," ujar salah satu pelayan yang mengantar aletta lalu pergi begitu saja.


"ck, memang putri tak dianggap?" pikir aletta sebal. aletta pun mengetuk pintu dan masuk ruangan tersebut, di sana seorang pria dengan rambut hitam dan mata kuningnya, yah siapa lagi kalo bukan ayah dari aletta? dia adalah axer de xavier.



(kek gini lah kira kira)


"salam kepada yang mulia raja,"


"jangan terlalu formal, di sini cuma ada kita berdua kau bisa panggil aku ayah,"


"hm?" aletta tidak mengerti apa yang ayahnya katakan, lebih tepatnya dia tak memahami soalnya di cerita ayahnya itu kasar dan dingin kepada aletta.


"baiklah ayah, ada apa anda memanggil saya ke sini??" aletta lebih memilih menurutinya, lah kan jadi masalah kalo axer ga sedang trus tiba tiba menggal kepala aletta.


"satu minggu lagi akan ada acara kedewasaan dirimu dan adikmu ku harap kau ingat," ujar axer mengingatkan.


"baikah ayah,"


"ku harap kau tidak mengacaukan pestanya," axer mengeluarkan nada dingin membuat aletta merinding.


"baik ayah, kalau begitu saya pamit undur diri," ujar aletta lalu pergi dari ruangan itu.


enam hari berlalu, dalam waktu seminggu ini aletta berlatih tata krama dengan wina, dia memberi tau wina bahwa dia sedikit kehilangan ingatannya dan itu membuat wina panik. meski begitu wina tetap membantu aletta.


sekarang sehari sebelum pesta kedewasaan di mulai, aletta ingin jalan jalan ke pasar sebentar, dia bilang pada wina untuk tidak mengikutinya dan dia tak membawa 1 pun pengawal, berbahaya bukan? yah tapi mungkin aletta tak tau karena di hatinya dia sering bilang, ''kalo sudah mati ya sudah, kenapa lahir kembali? toh pada akhirnya mati lagi,''


"wah pasar di sini indah ya," pikir aletta sembari memilih beberapa baju dan aksesoris yang pas baginya.


"hm... enak juga yah jadi putru, bisa ngabisin duit seenaknya, ga ngerjain tugas rumah plus ga di marahin emak kalo kamar berantakan," pikir aletta senyam senyum sendiri karena merasakan nikmatnya menjadi seorang putri. "tapi ya... aku harus menjaga diriku sendiri," lanjutnya dalam hati.


setelah beberapa lama memilih akhirnya aletta mengambil baju yang terasa cocok jika di pakai padanya.



(style nya, males cari gambar lain)


"semua sudah di persiapkan, sekarang saatnya santai," ujar aletta lalu berjalan jalan berkeliling pasar.


~*~


"whut?! gw ada di mana nih?! astaga pake tersesat segala lagi," pikir aletta sembari melihat sekeliling yang nampak sangat asing baginya.


"nona?"


seseorang memanggil aletta dari belakang membuat aletta kaget dan berbalik ke arah orang yang memanggilnya tadi.


"eoh siapa kamu?" tanya aletta dengan canggung plus sedikit waspada. "sebentar... kek kenal nih ama si pemuda," pikir aletta sembari melihat dengan teliti pemuda tersebut. dia memiliki warna rambut berwarna merah dan juga mata merah yang sangat indah dan juga sangat tampan.



(kira kira tampangnya kek gini)


"halo nona manis perkenalkan saya yugana georgy," ujarnya sembari mengedipkan satu matanya.


"yugana... oh, jika sesuai dengan novel dia menyukai alia," batin aletta sembari tersenyum kepada yugana.


"siapa namamu nona manis?" tanya yugana dengan sopan.


"wah putri aletta ya, salam kenal ya putri," yugana melemparkan mata genitnya kepada aletta sedangkan aletta hanya menanggapinya dengan tatapan datar.


"yaampun, apa dia playboy?" tanya aletta dalam hatinya sendiri.


"oh ya kenapa putri bisa ada di sini?" tanya yugana sopan.


"anu... bisa panggil aku aletta saja?"


"oh baiklah jika itu mau mu, aletta sayang~"


"ih jijiq tau ga sih??" ujar aletta bergidik ngeri sedangkan yugana hanya tertawa melihat tanggapan aletta.


"ahahaha, putri memang berbeda dari yang di rumorkan ya," yugana mengatakan hal tersebut sembari tertawa lepas.


"ayolah jangan menertawaiku oke?"


"baiklah baiklah, ngomong ngomong bukankah besok kau ada pesta kedewasaanmu dan alia ya? kenapa kau ada di sini?" tanya yugana heran.


"oh aku sedang jalan jalan lalu tersesat deh," jelas aletta singkat.


"owh, mau ku antar ke istana?"


"oke deh,"


yugana pun mengantarkan aletta ke istana spice (istana tempat aletta tinggal)


"terima kasih ya yugana,"


"sama sama sayangku~"


"ugh bisakah kau berhenti bicara seperti itu?" sekali lagi aletta di buat bergidik ngeri oleh tingkah yugana.


"ahaha, kalau begitu sampai jumpa besok ya putri aletta," ujar yugana lalu pergi kembali ke kediamannya.


aletta pun masuk ke dalam kamarnya, di sana semua yang ia pesan sudah ada di dalam lemari. ah kehidupan putri memang enak, itulah yang ia pikirkan.


"kalau tidak salah yugana itu anak dari duke georgy, yah... jadi setingkat lah ama si justin biber itu," gumam aletta meyakinkan dirinya.


........


waktu berlalu, kini pesta kedewasaan aletta dan alia pun di mulai, alia pertama berdansa dengan raja axer kemudian di susul oleh si justin. lalu bagaimana dengan aletta? meski ini acara kedewasaannya, dia bagaikan tamu, dia hanya makan camilan saja dan tidak berdansa dengan siapapun.


"uwaw, syepeytinya aliya sangyat popyuler (uwaw, sepertinya alia sangat populer)," aletta berbicara sembari memakan kue sehingga kata katanya sulit untuk di pahami. dia melihat alia yang sedang kesusahan karena di ajak berdansa oleh banyak bangsawan.


"yah... acara kedewasaan memang mantap!! banyak makanan lezat di sini," ujar aletta dalam hati sembari mencomot beberapa kue yang ada di sana.


"astaga putri, ini pesta kedewasaanmu lho kenapa kau tidak berdansa dan malah asik makan di sini??" tanya seseorang membuat aletta kaget dan melihat ke arahnya. dia adalah yugana, dia tersenyum ke arah aletta karena dia merasa aletta sangat imut.


"hihihi, dia imut sekali kalau sedang makan," puji yugana dalam hati.


"owh yugyana, adya apwha?(owh yugana, ada apa?)" tanya aletta dengan mulut penuh sehingga yugana tidak paham dengan apa yang di katakan oleh aletta.


"aduh telan dulu putri,"


sesuai dengan keinginan yugana, aletta pun menelan makanannya dan kembali bertanya, "ada apa yugana? apa kau tidak tau bahwa aku sedang asik makan?" tanya aletta lalu mencomot beberapa kue lagi.


saat ingin memasukkannya ke dalam mulutnya, tiba tiba saya yugana menarik tangan aletta dan memasukkan kue aletta ke mulutnya dan itu membuat aletta sontak kaget.


bersambung


bay bay