I'M Villainess?

I'M Villainess?
eps 7



...lanjut...


...°•○happy reading guys○•°...


beberapa bulan berlalu, hubungan aletta dengan yugana semakin dekat yang mereka yah... semakin berisik. setiap mereka bertemu mereka selalu bertengkar karena yugana yang sering menyebut aletta dengan sebutan sayang dan aletta tak menerima hal tersebut. yah itu hanya candaan dan tak perlu di ambil serius.


tampaknya ada saja yang tak suka dengan hubungan mereka namun mereka membalas mereka dengan cara yang unik, oh ya aletta juga belajar pedang bersama yugana, yugana mengajari aletta karena dia yang memintanya. sekarang aletta sedang ada di sebuah kafe dan sedang memakan beberapa kue yang sudah ia pesan. di sana hanya ada dia sendiri, sepi dan sunyi.


"wah toko seenak ini kok sepi pengunjung," ujar aletta sembari melihat hanya ada dirinya di kafe tersebut.


"pelayan," aletta memanggil salah satu pelayan yang sedang berjalan di dekatnya kemudian pelayan itupun langsung berjalan menuju aletta.


"ada yang bisa saya bantu tuan putri?" tanya pelayan tersebut dengan sopan.


"kenapa kafe ini sangat sepi yah?? padahal di sini makanannya sangat enak lho," tanya aletta dengan heran karena tak ada seorang pelangganpun selain dirinya di sini.


"...." pelayan itu nampak terdiam sejenak lalu kembali berbicara, "ini karena kafe ini berada di sudut kerajaan sehingga tak terlalu populer di tambah reputasi yang buruk karena masalah bulan lalu,"


"masalah??"


"ya, saat itu kami tidak melayani tuan muda brown dengan baik sehingga dia menyebarkan hal hal buruk tentang kafe ini,"


"wah... keterlaluan sekali yah..." celatuk aletta sembari berpikir, "setahuku justin adalah pria yang rendah hati jika di sesuaikan dengan novel, tapi kok sekarang dia berbanding terbalik??" tanya aletta dalam hatinya sendiri.


"apa ada hal lain yang bisa saya bantu tuan putri??" tanya pelayan tersebut sopan.


"a..ah, aku mau pesan kue coklat lagi, dengan tehnya yah," jawab aletta lalu di angguki oleh pelayan tersebut. beberapa menit kemudian pelayan tersebut kembali dengan nampan yang berisikan pesanan aletta.


"ini pesanannya tuan putri," pelayan tersebut menyajikan makanannya di depan aletta.


"wah makasih," ujar aletta dengan mata berbinar.


"sama sama tuan putri," jawab pelayan tersebut dengan sopan, "kalau tidak ada hsl lain yang anda butuhkan maka saya pamit undur diri," ujarnya lalu pergi dari tempat aletta tadi.


"hm... apa aku beli saja toko ini ya??" pikir aletta dalam hati sembari menggigit sendok yang tadi ia pakai, "setelah ku beli aku akan mengurus toko ini, tentu saja dengan para pelayan di sini," lanjut aletta dalam hati.


"oke lah aku akan membicarakan ini dengan yang mulia raja or ayahku," gumam aletta sembari kembali memakan kue dan meminum tehnya.


setelah selesai makan, aletta membayar makanannya dan kembali ke kediamannya, di sana dia berjalan menuju istana stone yang merupakan istana tempat raja axer tinggal.


tok tok tok


aletta mengetuk ruangan axer beberapa kali lalu terdengar teriakan yang tak terlalu keras dari dalam, "masuk!"


aletta pun masuk ke ruangan axer dan di sana terlihatlah axer yang di kelilingi dengan banyak sekali okumen dokumen penting, "ada keperluan apa kau kesini?" tanya axer tanpa melihat aletta dan fokus ke dokumennya.


"hm.. silakan saja," ujar axer yang menyembunyikan rasa terkejutnya.


"terima kasih yang mulia, saya pamit undur diri," ujar aletta lalu keluar dari ruangan axer.


"ada yang aneh dengan anak itu," gumam axer lalu kembali menangani dokumen dokumen miliknya.


..


di sisi lain aletta kembali ke kafe tersebut dan meminta pelayan untuk memanggil pemilik kafe tersebut. oh ya pelayan di kafe tersebut cuma ada 2 yah, selebihnya mengundurkan diri atau di pecat gara gara tidak bisa menggaji mereka.


"salam kepada tuan putri aletta, ada apa tuan putri memanggil saya? apakah ada hal yang penting?" ujar pemilik kafe tersebut dengan sopan.


"aku ingin membeli kafemu," ujar aletta to the point membuat pemilik kafe terkejut, pasalnya banyak sekali kafe lain yang terkenal tapi kenapa ia malah memilih kafe yang hampir bangkrut.


"sebelumnya tuan putri, kenapa anda ingin membeli kafe saya yang hampir bangkrut ini?" tanya pemilik kafe itu dengan heran, "bukannya ada banyak kafe lain yang terkenal?" lanjutnya lagi.


"makanan di sini sangat enak, aku juga ingin belajar berbisnis dari 0 jadi mohon bantuannya yah," ujar aletta sembari tersenyum manis membuat sang pemilik kafe tersebut terpesona.


"baiklah, saya merasa terhormat bisa bekerja di bawah bimbingan anda," ujar pemilik toko tersebut, aletta kemudian menjalin kontrak dengan pemilik toko tersebut dan bersama berdiskusi soal bagaimana agar kafenya bisa kembali ramai.


"bagaimana jika tuan putri merekomendasikannya??" usul salah satu pelayan yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


"wah ide bagus!!" ujar aletta antusias, "tapi.. reputasiku tak terlalu baik," lanjutnya lesu.


tiba tiba saja terlintas ide di kepala aletta dan tersenyum jahil membuat semua yang ada di sana bertanya tanya apa yang akan putri aletta lakukan.


"oh ya, apa aku boleh tau nama kalian?" tanya aletta lalu di angguki semuanya.


"nama saya wendy," ujar pemilik kafe tersebut memperkenalkan dirinya. "dia eliana, dan yang ada di dapur bernama olivia," lanjut pemilik kafe atau yang bisa kita sebut wendy tersebut.


"salam kenal ya, semoga usaha kita tidak sia sia," ujar aletta sembari tersenyum, "wah hari sudah mulai gelap, aku kembali dulu yah kita akan melanjutkan diskusinya besok," aletta beranjak dari duduknya dan pamit kepada semuanya.


"sampai jumpa besok tuan putri," ujar wendy dan eliana yang di balas senyuman oleh aletta, aletta pun kembali ke kediamannya sendiri dan langsung pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"huft~ promosi ya.. hehehehe," aletta tersenyum jahil sembari memikirkan rencananya.


"mungkin aku akan melakukannya besok, sekarang waktunya untuk istirahat," ujar aletta yang langsung membanting dirinya di ranjang dan menatap langit langit kamarnya, "apa yang terjadi setelah cerita ini berakhir ya..." ujar aletta yang perlahan menutup matanya dan tertidur pulas di kamarnya.


bersambung


maaf telat, soalnya author di larang begadang T.T bay bay