I'M Villainess?

I'M Villainess?
eps 1



"eugh," rintih seorang gadis yang terbangun dari ranjangnya dan melihat ke sekitarnya mendapati bahwa itu bukanlah kamarnya.


"whut?! gw ada di mana cok!!" gadis itu nampak sangat kebingungan dan langsung berlari menuju cermin yang ada di dekat ranjang yang ia tempati.


dia mengamati dirinya sendiri dengan seksama, dia melihat seorang gadis dengan rambut hitam pekat dengan panjang selutut dan matanya yang berwarna kuning dengan pupil memanjang seperti layaknya seekor kucing.



(kek gini lah kira kira)


"hm... kek ga asing ama nih muka," batin gadis tersebut sembari menatap lekat cermin yang sedang ia pakai. ia meraih cermin tersebut dan kemudian berteriak, "whut?!!! gw jadi villainess?!!"


"apa yang terjadi?!!" seorang wanita dengan pakaian main membuka pintu kamar gadis tersebut dan terkejut saat melihat bahwa gadis itu sudah sadarkan diri. "putri sudah sadar?!"


"kalau ga salah dia adalah wina," pikir gadis tersebut lalu tersenyum canggung, "iya, wina kamu keluar dulu ya, aku ingin sendiri," perintah gadis tersebut yang langsung di setujui oleh pelayan yang di sebut wina itu.


setelah wina pergi gadis tersebut nampak panik, "oke tenang, biar gw ingat ingat dulu alur ceritanya," gumam gadis tersebut menenangkan diri.


"jika dugaanku benar, aku sedang berada di dalam novel ''love alia story'' sesuai namanya novel ini berceritakan tentang kisah cinta sang pemeran utama yaitu alia de xavier,"


"alia adalah anak ke dua dari raja ''axer de xavier'' dan anak pertamanya adalah aletta de xavier yang merupakan gadis yang sedang aku perankan saat ini,"


"alia mencintai seorang duke yaitu justin brown, anak dari duke brown, justin juga menyukai alia dan mereka hidup bahagia bersama,"


"tapi nasib aletta di bunuh gara gara kepergok ingin meracuni justin dan di bunuh oleh ayah justin atau duke brown,"


"hwaa!!! kenapa gw harus memerankan karakter yang berakhir tragis sih?!!" pekik aletta kemudian kembali tenang.


"oke, sekarang umurku 14 tahun dan aku di bunuh tepat di ulang tahunku yang 18 tahun, masih ada 4 tahun lagi," aletta mengingat ingat lagi plot plot dalam novelnya.


"karena aku sudah jadi villainess maka aku harus menjadi kuat," tekad aletta mulai bangkit saat mengingat masih ada sedikit harapan untuknya hidup lebih lama dari 18 tahun.


"aku sih sudah bisa bela diri karena kakekku mengajariku tapi sepertinya aku harus belajar berpedang,"


"tapi..."


"akan mencurigakan kalau tiba tiba aku belajar pedang,"


"au ah mati ya mati, aku tidak peduli lagi!!"


aletta membanting dirinya di ranjang dan melihat langit langit kamarnya yang hanya berwarna hitam. "kalau sudah mati kenapa harus terlahir kembali? toh pada akhirnya mati lagi,"


tok tok tok


ketukan pintu terdengar membuat aletta tersadar dari lamunannya, "masuk!" perintah aletta. orang tersebut pun masuk, dia adalah wina, "ada apa wina?" tanya aletta datar karena dia sedang tidak mood untuk tersenyum.


"anu.. putri baru saja bangun jadi saya bawakan makanan untuk putri," ujar wina dengan ragu lalu menaruh makanan tersebut di meja dekat ranjang aletta.


"tanks,"


"tanks?" tanya wina yang tak tau arti dari kata kata yang di ucapkan oleh aletta.


"err maksudnya terima kasih," aletta menjawabnya dengan gugup.


"oh baiklah, oh ya nona nanti siang anda di panggil oleh yang mulia raja,"


"oh oke," jawab aletta santai meski dalam hatinya sedang dag dig dug der. "wina kau keluar saja dulu oke? kalau aku perlu sesuatu aku akan bilang,"


"baik putri," ujar wina lalu pergi dari kamar aletta.


"huft, mati yah mati deh, sekarang nikmati saja 4 tahun ini sebagai putri walau tak dianggap," aletta memakan makanan yang diberikan oleh wina tersebut sampai habis.


"apa boleh buat, sekarang aku perlu berlatih semuanya agar bisa membalas dendam pemilik tubuh ini," gumamnya sembari menggigit sendok yang tadi ia pakai untuk makan.


di dapur semua pelayan heboh gara gara putri aletta yang mencuci piringnya kembali sendiri, harusnya dia bisa menyuruh pelayan saja tapi dia tidak melakukannya.


"tu..tuan putri biar saya saja," ujar salah satu pelayan menawarkan diri.


"tak apa, aku bisa sendiri kok,"


aletta selesai mencuci piringnya dan pergi ke taman, di sana banyak sekali bunga bunga bermekaran dan terlihat sangat indah.


"wah tuan putri aletta, jarang sekali anda berkunjung ke taman," ujar tukang kebun yang tengah menata pot bunga agar terlihat indah.


aletta nampak terkagum kagum dengan tukang kebun itu, meski pekerjaannya sederhana tapi dia bisa memperindah lingkungan dengan pohon dan bunga bunga yang indah. "wah, pak apakah di sini ada bunga lili?"tanya aletta antusias.


"wah tuan putri menyukai bunga lili yah, bunga itu ada di samping kiri taman ini putri," ujar tukang kebun itu dengan sopan.


"wah arigatou!!"


"arigatou?" tanya tukang kebun yang tak tau arti dari kata ''arigatou'' maklum lah beda dunia.


"eh maksudmu terima kasih ehehe," ujar aletta sembari menggaruk pipinya yang tak gatal, "bunga liliku aku datang!!" aletta langsung berlari ke tempat yang di beritahukan tukang kebun tadi sedangkan tukang kebun itu hanya geleng geleng kepala di buatnya.


di taman lili tersebut berbagai macam jenis lili membuat aletta antusias.






(dapet dari google)


"wah banyak sekali lilinya, tapi sepertinya ga ada spider lili yah," gumam aletta kecewa walau sebenarnya ia sudah tau bahwa tidak ada spider lili di taman ini.


"spider lili?" ujar seseorang di belakang aletta membuat aletta kaget dan refleks melihat kebelakang.


terlihat seorang gadis dengan rambut hitam panjang dengan mata kuning dan tampang polosnya yang kadang bikin kesal. dia adalah alia de xavier or adik aletta.



(kek gini lah kira kira)


"lho kakak? ga biasanya kakak datang ke taman, apa kakak ada masalah?" tanya alia dengan polosnya membuat aletta kesal.


"etdah alia polos amat sih?" pikir aletta kemudian tersenyum kepada adiknya, "oh alia, ada apa kau di sini?" tanya aletta sembari jongkok dan memetik beberapa bunga lili untuk di bawa pulang.


"alia cuma mau lihat bunga bunga di sini lalu melihat kakak jadi alia ke sini deh," ujar alia dengan senyum polosnya yang dapat membuat semua pria jatuh hati namun sayangnya aletta merupakan seorang gadis.


"begitu... kalau begitu aku pergi dulu ya," aletta berdiri dengan membawa beberapa bunga lili yang sudah ia petik.


"baik kak, jangan lupa jaga kesehatan ya,"


"baiklah, bay bay," ujar aletta lalu pergi meninggalkan alia.


"bay bay??"


***bersambung


bay bay***