
...lanjut...
...°•○happy reading guys○•°...
…
hari hari pun berlalu, hari ini adalah hari di mana acara berburu di mulai, aletta kini sedang bersiap untuk pergi ke acara bersama dengan yugana.
"nona, anda mau gaun warna apa??" tanya wina yang sedang mendandani aletta.
"mungkin gelap," setelah mendengar jawaban aletta wina pun langsung membantu memilihkan gaun dengan warna gelap.
(bajunya)
"putri terlihat sangat cantik," puji wina dengan mata berbinar.
"terima kasih," jawab aletta sembari beranjak ke ruang tamu, di ruang tamu ada yugana yang sudah menunggu dengan menggunakan pakaian yang rapih.
(author males nyarinya)
"oh sudah siap? ayo cepat pergi," ujar yugana sembari berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan kepada aletta.
"ck, jangan lupa janjimu yah," jawab aletta sambil menerima uluran tangan tersebut. aletta dan yugana pun berjalan bersama layaknya kekasih.
..
di tempat perburuan banyak sekali bangsawan bangsawan yang berkumpul. aletta dan yugana datang menggunakan kereta kuda, yugana keluar dulu lalu dia membantu aletta turun, mereka terlihat seperti pasangan serasi.
"wah mereka benar benar pasangan yang serasi,"
"kau benar, aku juga melihat mereka menari bersama saat acara kedewasaan putri aletta dan alia,"
"pasangan yang sangat serasi💕 andai saja aku punya pasangan seperti tuan muda yugana,"
"kau benar, aku juga mau menjadi pasangannya,"
banyak sekali ocehan namun aletta dan yugana tak mendengarkannya dan aletta langsung pergi ke meja makan yang tersedia banyak makanan dan mengambil beberapa kue sedangkan yugana hanya bisa geleng geleng kepala karena yang ada di pikiran aletta hanya makanan.
"wah wah wah, sekarang putri aletta menjadi sangat rakus ya," ujar seorang gadis yang terlihat seumuran dengan aletta, dia memiliki rambut pirang dengan mata abu abu dengan tampang angkuh dan gaun merah ysng menambah kesan antagonis darinya.
(kek gini lah, kalo ga sesuai imajinasi ya maaf ya)
"siapa??" tanya aletta yang tidak tau siapa gadis di depannya itu.
"perkenalkan saya zeline hillary, saya adalah gadis tercantik dari kerajaan xavier ini," ujar gadis yang menyebut dirinya zeline dengan sombongnya.
"oh oke," jawab aletta santai sembari membawa nampan yang sudah di isi makanan tersebut ke meja yang kosong.
"ha?? kau harus menunduk padaku!! aku akan menjadi permaisuri di masa depan!!" pekik zeline dengan lantang membuat semua perhatian tertuju pada mereka.
"hm... apa maksudmu??" tanya aletta tidak mengerti, setaunya di kerajaan xavier hanya punya 2 anak yaitu aletta dan alia.
"tentu saja aku akan menjadi istri yang mulia pangeran dean de chaiden," ujarnya dengan bangga.
"bukannya itu kerajaan sebelah ya??"
"hahaha meski kerajaan sebelah tapi aku akan menjadi permaisuri di sana," ujar zeline dengan tawa tak jelas membuat aletta terdiam.
"terserah deh," ujar aletta lalu langsung duduk di kursi kosong dan memakan kuenya dengan elegan.
sedangkan zeline yang merasa tidak di anggap itu merasa sangat kesal dan duduk kembali di kursinya sembari mendegus.
…
"huft~ aku bosan," gumam aletta sembari mengetuk ngetuk jarinya di meja, "sialan! aku bahkan tidak di suruh duduk bersama raja, padahal alia yang adikku tadinya duduk di sebelahku di suruh duduk di samping raja," pikir aletta kesal.
"hmph, mereka semua sangat menyebalkan, aku mulai merindukan bibi, bibi rin sedang apa yah?? aku rindu," ujar aletta dalam hati.
"kakak!!"
saat sedang melamun tiba tiba saja alia mendekati aletta dan memanggilnya dan itu membuat aletta kaget.
"a..ah alia.. tolong jangan membuatku terkena serangan jantung," ujar aletta sembari mengelus dadanya.
"maaf kak aku terlalu bersemangat ehehe," alia hanya cengengesan saat mendengar ucapan aletta dan itu membuat aletta kesal.
"ada apa kau ke sini ya alia?? bukannya kau sedang duduk bersama dengan yang mulia raja di sana??"
"a..anu.. apa kakak tidak mau duduk bersama??" tanya alia dengan wajah memerah sembari memainkan jarinya.
"adikku tersayang, aku bukannya menolak permintaanmu tapi sku lebih nyaman di sini jadi maaf ya," jawab aletta sembari mencubit kedua pipi alia dan tersenyum agar terlihat meyakinkan.
"eem... baiklah kak," ujar alia sedikit sedih dan mengelus kedua pipinya.
"ahaha apa aku mencubit terlalu keras?" tanya aletta ramah.
"enn, kau mencubitnya dengan sangat keras," jawab alia dengan anggukan polosnya.
"ahaha, sana kembali gih, aku mau makan lagi," perintah aletta sembari mengambil piring berisi kue yang ada di sebelahnya.
alia yang melihat kakaknya pun hanya bisa tersenyum, "astaga kakak sangat rakus akhir akhir ini," celatuk alia secara tidak sadar, dia langsung menutup mulutnya dan melihat aletta dengan tatapan ''maafkan aku''
"ya ya, sana pergi gih," perintah aletta sembari memakan kuenya dan alia pun langsung pergi sesuai dengan keinginan dari aletta.
"huh, menyebalkan, kadang kepolosannya itu bisa di manfaatkan orang lain apa dia tidak tau??" gumam aletta sembari mengigit sendok yang sedang ia pakai.
"sudahlah, yang penting jangan buat masalah, dah kelar," ujar aletta dalam hati.
..
waktu berlalu, kini para bangsawan pria sedang menyetorkan hasil buruannya, pria yang paling banyak mendapat buruan bisa memilih salah dari para bangsawan wanita di acara perburuan dan mencium tangannya yang di namakan ''ciuman kehormatan''
"baiklah, hasil buruan terbanyak di dapatkan oleh..." ujar axer mengumumkan siapa yang memiliki buruan paling banyak, "oleh tuan muda duke justin," banyak yang kecewa dengan pengumuman tersebut dan banyak pula bangsawan wanita yang ingin tangannya di cium oleh justin.
"baiklah justin, silakan pilih wanita yang pantas mendapatkan ciuman kehormatan darimu," ujar axer dan dengan cepat justin berlutut di depan alia dan mencium punggung tangan alia.
banyak sekali wanita yang kecewa dan banyak juga yang merasa justin dan alia itu serasi.
"ahaha maaf ya aku tak bisa memberikan ciuman kehormatan itu padamu," ujar yugana sembari tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang bahkan tak merasa gatal, "apa kau tidak akan memaafkanku??" tanya yugana was was.
"aku tidak akan memaafkanmu," ujar aletta yang membuat yugana langsung sedih, "aku tidak akan memaafkanmh jika kau memberikan ciuman itu padaku," lanjutnya lagi dan itu membuat yugana terkejut plus heran.
"eh? kau tidak ingin gelar itu??" tanya yugana heran.
"tentu saja, gelar begitu hanya membuatku di kelilingi banyak bangsawan pria dan itu menyebalkan,"
"huft syukurlah kau tak marah," yagana menghela nafas lega karena aletta tak marah padanya.
"ingat janjimu yah," ujar aletta dengan melipat kedua tangannya dan mendegus kesal.
"ahaha baiklah putriku yang rakus," jawab yugana menggoda aletta. yugana memberikan banyak kue kepada aletta dan aletta memakannya dengan senang, setelah acara perburuan aletta dan yugana pulang ke kediaman masing masing.
...bersambung...
*bay bay guys, maaf kalo hanya bisa up 1 eps perhari
bay*