I Love You, Nephew

I Love You, Nephew
Adik Ijin menikah lagi



Orang tua zaman dulu mengatakan seorang adik yang melangkahi kakak menikah itu 'pamali'. Bahkan jika terpaksa melakukannya seorang adik harus melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati kakaknya yang akan dilangkahi.


Bahkan disalah satu tempat, melangkahi kakaknya, maka si adik wajib membawa 'bakakak ayam' keliling kampung. Melangkahi kakak tetap masih dianggap tabu dimasyarakat saat ini. Meskipun, dalam agama memang tidak ada larangan melangkahi kakak menikah.


Zinnia mengenakan gamisnya warna pastel, krudungnya terjulur panjang, dirinya tengah berdiri mengadap siswa-siswanya. Zinnia bekerja disalah satu lembaga pendidikan nonformal swasta.


"Pleistosen merupakan lapisan tanah dalam pembabakan penemuan mahluk purba. Pleistosen dibagi menjadi tiga yaitu Pleistosen atas, tengah, dan bawah," jelas Zinnia menerangkan sambil menulis membuat peta konsep di papan tulis.


Tampak siswa didalam kelas dengan hidmat memperhatikan penjelasan dari Zinnia, guru sejarah favorit ditempat bimbel tersebut. Selain masih muda, Zinnia sangat ramah kepada para siswanya.


Sekitar 1 jam Zinnia menjelaskan materinya didepan kelas.


"Sampai sini ada pertanyaaan?" tanya Zinnia menatap para siswanya.


Seorang siswa lelaki mengangkat satu tangannya.


"Bu, apakah manusia purba itu benar adanya? apakah teori darwin bisa dibuktikan? " tanya siswa tersebut.


"Pertanyaan yang bagus Adzwan. Teori adalah hipotesa yang perlu pembuktian bukan sebuah fakta. Manusia purba apakah benar adanya atau tidak itulah tugas kita terus menggali jawabannya untuk membuktikan teori Darwin," jelas Zinnia mantap membuat siswanya manggut-manggut.


Zinnia menatap siswanya sambil tersenyum, melirik waktu jam pelajaran lain akan masuk, segera Zinnia menutup pertemuan pelajaran tersebut.


Langkah kakinya meninggalkan ruang kelas menuju ruang pengajar. Zinnia meletakan modulnya berjalan ke kamar mandi mencuci tangannya yang kotor terkena tinta.


Setelah itu, Zinnia mendaratkan pantatnya dikursi pengajar melepas lelah berdiri sepanjang mengajar. Ponselnya baru diaktifkan terdapat banyak pesan masuk dan panggilan terutama dari adik laki-lakinya.


Zinnia yang malas mengetik pesan langsung menekan tombol panggil menelpon adik laki-lakinya.


"Assalamualaikum, hallo kak!" sapa suara bass adiknya terdengar sumrigah.


"Waalaikumsalam Cel, ada apa tadi nelpon kaka berkali-kali?" tanya Zinnia tanpa basa basi.


"Hmm.. Kak, Yurcel boleh gak nikah lagi?" tanya Yurcel ragu.


Zinnia terdiam mendengar perkataan adik lelakinya. Dalam hati Zinnia ingin sekali menjitak adik satu-satunya. Pasalnya, adiknya ini sudah dua kali pernikahannya kandas, dan baru tiga bulan lalu cerai, sekarang mau nikah lagi.


"Kak, Cel juga pengen berumah tangga dengan benar kali ini, Cel juga udah cukup umur kak, daripada Cel nanti hamilin anak orang, mendingan Cel nikah kan kak?" Rajuk Adiknya, Yurcel.


"Demen banget nikah! gak bisa rem dulu!" ucap Zinnia naik pitam.


"Kak ayolah, boleh ya!" rajuknya.


"Emang mau nikah sama siapa lagi sekarang!" ucap Zinnia masih dengan nada tinggi.


"Em, Fotonya sudah aku kirim lewat chat kak, dia janda anak satu!" jelas adiknya.


"APA!!" pekik Zinnia sambil membulatkan matanya penuh saking kaget.


"Iya kak, aku sudah kenalin ke mamah sama ayah," Jelas adiknya.


"Terus bagaimana mamah sama ayah?" tanya Zinnia penasaran.


"Mamah sama ayah nyuruh aku minta ijin sama kakak," jawabnya.


"Berarti kalau kakak tidak ijinkan, kamu tidak akan dapat restu mamah sama ayah?" selidik Zinnia.


"Ya begitulah kak, jadi aku mohon kakak berikan aku ijin sekali lagi menikah lagi," ucap Adiknya merayu Zinnia.


"Kakak sudah pusing dengan kamu! sekarang kamu mau menikahi janda beranak, kamu bisa apa menafkahinya dan membiayai anaknya, kamu cuma jualan bakso!" cerocos Zinnia kesal.


"Haduh kakak, anaknya itu udah kerja kak, aku gak perlu biayain dia lagi!" ucap adiknya lesu.


"Hah? maksudmu apa? mana mungkin anak kecil sudah kerja!" ucap Zinnia.


"Kakak, anaknya sudah besar! usianya 25 tahun kayak kakak!" Jelas adiknya.


"APA!!" Pekik Zinnia semakin keras membuat yang berada di diruangan pengajar menoleh.


Zinnia langsung menutup mulutnya, lalu meminta maaf dan melemparkan senyuman pada semua orang yang hadir. Dalam hatinya dongkol pada adiknya.


"Kakak biasa aja!" kesal adiknya yang tidak menyangka kakaknya berteriak keras membuat kupingnya sakit.


"Heleh kakak jahat amat bilang nenek-nenek, dia umur 40 tahun kak, mirip kayak siti Khodijah kan kak. Akunya 23 tahun, dia 40 tahun, seperti kisah rasullullah kak. Dia juga cantik, mandiri, aku suka dengannya dia sosok keibuan banget," tutur adiknya memuji calon isterinya.


Zinnia ingin muntah mendengarnya, otaknya terasa mau pecah memikirkan jalan pikiran adiknya.


"Huh! bukan keibuan! tapi ketuaan!" ketus Zinnia kesal.


"Hahahahah, kakak iri ya! masih seger tapi gak laku-laku!" ledek adiknya.


"Oh berani meledek kakak! oke tak aku ijinkan kau menikah lagi!" ucap Zinnia.


"Jangan gitu dong kak! aku cuma bercanda maaf kakak! Please kak ijinin ya!" rayu adiknya disebrang telpon.


"Heran kakak sama kamu! gak kapok sama nikah! kamu baru cerai tiga bulan lalu Cel! gak malu apa sama tetangga bilang apa nanti, kalo kamu tiba-tiba nikah lagi!" ceramah Zinnia.


"Kak kenapa harus malu, Cel kan gak nyuri, Cel gak hamilin anak orang, Cel cuma cerai kakak! Kenapa juga harus dengerin apa kata orang, yang jalanin hidup aku kakak!" cerocos adiknya tidak terima.


"Iya iya Cel! tapi inget kamu harus belajar dari pernikahan kamu yang kemarin!" peringat Zinnia.


"Jadi kakak udah ijinin nih?" ucap Yurcel adiknya Zinnia girang.


"Siapa bilang! kakak lagi nasehatin kamu! bukan kasih ijin!" ucap Zinnia dongkol.


"Halah, kakak mau ngasih ijin aja muter-muter!" protes Yurcel adiknya.


"Bukan muter-muter! kakak gak mau kamu gagal lagi!" cetus Zinnia.


"Kakak doain aku yang baiklah kak!" ucap Yurcel.


"Cel, masalahnya kamu udah berkali-kali cerai, jangan sampai ke ulang lagi!" ucap Zinnia mulai melembut.


"Iya kak, tapi siapa juga yang berniat perceraian," lesu Yurcel.


"Iya, terserah kamu aja Cel! sudah ketemu anaknya kamu?" Zinnia.


"Oke fix kakak sudah kasih lampu hijau! aku lewat video call ketemu anaknya," ucap adiknya.


"Sudah berapa lama kamu mengenalnya? kenapa dia cerai sama yang dulu? cerai mati atau hidup?"


brondong pertanyaan dari Zinnia.


"Iya kak dia cerai hidup, dia juga janda dua kali kakak, jadi kita seimbang!" seru adiknya.


Dalam pikiran Zinnia, dirinya tidak habis pikir adiknya yang bisa dibilang belum terlalu dewasa tapi dengan mudahnya dapat pasangan dan tidak berpikir panjang, selalu grasa grusu menikah.


Zinnia terdiam, ditengah adiknya yang meminta ijin menikah, dirinya justru baru ditinggal nikah sama orang yang ditaksirnya. Zinnia membuang nafas kesalnya kasar.


"Kak kok diem aja? jadi kakak setuju?"seru Yurcel.


"Sebenernya aku tidak mengijinkan kamu menikah lagi Cel! tapi.... " ucap Zinnia.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...