
********
Satu tahun berlalu, akhirnya andini naik ke kelas 2 sd. Sekarang tahun 2016, Andini berusia yang ke 8tahun. Andini sudah hidup bahagia dengan keluarganya. Meskipun sekarang kaki ibu andini tidaklah sempurna tapi mereka tetap mensyukuri keadaannya. Andini tidak pernah malu dengan keadaan ibunya yang seperti itu, dia malah kasihan melihat ibunya yang harus berjalan seperti itu tapi tetap harus bekerja ke sawah bersama bapak demi membiayai kebutuhan hidup mereka. Walaupun mereka tergolong sebagai keluarga menengah ke bawah, tapi untuk kebutuhan andini mereka akan berusaha untuk memberikannya. Seperti sekarang ini adalah hari ulang tahun Andini yang ke 8 tahun,sekarang tanggal 02 agustus 2016, mereka berusaha untuk memberikan kue spesial untuk ulang tahun andini. Meskipun kue ulang tahun yang dibeli oleh orang tua andini hanya seharga 50ribuan,tapi Andini sangatlah bahagia. Layaknya ank kecil pada umumnya, andini juga ingin meniup lilin dihari ulang tahunnya.
"bapak emak matur nuwun nggih,,andini seneng banget!"("bapak ibu terima kasih ya,,andini senang sekali!"),Kata andini amat bahagia.
"iyo nduk,,sing penting andini seneng, emak karo bapak pasti seneng!"("iya nak,,yang penting andini senang, ibu sama bapak pasti senang!") kata ibu sambil mngelus rambut anaknya.
Andini meniup kue ulang tahunnya pada siang hari sepulang sekolah saat bapak dan ibunya sudah pulang dari sawah. Oh ya,smenjak kejadian kecelakaan dulu dengan pak kades, sebenernya pak kades ingin meminta kluarga andini untuk tinggal bersama dirumahnya karna anknya tasya sangat dekat sekali dengan andini dan pak kades juga kagum kepada sosok keluarga andini yang selalu harmonis dan agamis walaupun kluarganya terbilang kurang dalam urusan ekonomi. Tapi bapak andini menolaknya sebab tidak mau merepotkan dan berhutang budi lagi kepada keluarga pak kades. Walaupun begitu pak kades tidak langsung acuh kepada kluarga andini, beliau memberikan sebuah sepeda motor kepada bapak andini sebagai alat transportasi,karena kebanyakan orang didesa sini sudah memilikinya hanya bapak andini yang belum memilikinya karena beliau ingin memperbaiki rumahnya dahulu agar lebih layak untuk dihuni. Semula bapak andini menolak sepeda motor pemberian pak kades, tapi karena paksaan dan bujuk rayu dari pak kades, akhirnya bapak andini menerima sepeda tersebut. Bapak andini juga mengajukan syarat kepda pak kades sebelum beliau menerima sepedanya. Yach, syaratnya sangat mudah dan bermanfaat, yaitu bapak andini menjadi guru ngaji pak kades dan ibu andini menjadi guru ngaji bu kades dan eyang putri. Beliau akan menjadi guru ngaji pak kades setiap seminggu sekali saat pak kades memiliki waktu luang. Pak kades sangat menyetujuinya dan sangat senang sekali. (Bukan tiba2 ya bapak andini mengajukan syarat sperti itu kepda pak kades, dulu pak kades pernah bercerita kepada bapak andini bahwa beliau pengin sekali belajar mengaji lagi, karna dulu beliau belum begitu fasih dalam mengaji, dan beliau juga bercerita bahwa selama ini beliau blm pernh mengajari istrinya untuk mengaji, paling hanya sekedar sholat sebagai seorang mualaff,tapi itupun juga jarang2.. jadi,begitulah ceritanya..๐)
"nduk mengko dalu kowe melu ora nyang omahe pak kades, jare tasya yo ulang tahun to saiki?"("nak nanti malam kamu ikut gak kerumahnya pak kades, katanya tasya juga ulang tahun ya sekarang?"), kata bapak andini.
"nggih pak, mau tasya wes ngandani aku, bapak karo emak mengko yo arep rono to?, mau aku lagi wae arep ngomong karo bapak njaluk ngeterke, tibae bapak karo emak yo melu rono malah beneran!"("iya pak, tadi tasya udah ngasih tau aku, bapak sama ibu nanti juga mau kesana to?, tadi aku baru aja mau minta dianterin, ternyata bapak sama ibu juga ikut kesana malah kebetulan sekali!"), tutur andini kegirangan karna dia akan ditemani bapak dan emaknya kerumah tasya nanti malam.
"iyo nduk, mengko emak arep rewang2 neng kono, mesakke mbok e mengko dewean ndak kekeselen!"("iya nak nanti ibu mau bantu2 disana, kasihan mboknya(mbok imah) nanti kecapean!"), kata ibu kepada andini. ( yach,semenjak ayah dan ibu andini mengajari pak kades ,eyang, dan bu kades( tapi lebih sering gak dirumahnya sich kalo bu kades๐๐ฎ) untuk lebih islami lagi, ibu andini juga sudah menganggap mbok imah sebagai ibunya sendiri, bahkan eyang putri pun sudah menganggap ibu andini juga sebagai anaknya. eyang bangga kepada keluarga andini.)
"oh iyo yo mak, meskipun ono mbak susi tapi mengko mesti tamune okeh banget ya?!, mergae mau tasya ngundang kabeh kelas 2."( "oh iya ya bu, meskipun ada mbak susi tapi kan pasti nanti tamunya banyak banget ya?!,soalnya tadi tasya ngundangnya semua kelas 2. kata andini sambil membayangkannya.
"iyo nduk,, tapi kowe ora meri to karo tasya?, insyaallah emak karo bapak bakal berusaha sing paling apik kanggo kowe!", ("iya nak, tapi kamu gak iri kan sama tasya?,insyaallah ibu sama bapak akan selalu memberikan yang terbaik untukmu."). ucap bapak dengan mata yang berkaca2.
"oh..mboten2 pak,, andini bersyukur banget nduwe bapak karo emak saiki. Iki wes alhamdulillah."("oh.. tidak2 pak,, andini bersyukur banget punya bapak sama ibusekarang. ini sudah alhamdulillah"). jawab andini walaupun sbenernya dihati kecilnya sangat iri dengan tasya.
"iyo nduk,, dadi anak sing terus sholehah ya nduk,, ojo sampek lali karo gusti Allah,, selalu bersyukur pie2 kahanane awake dewe sing penting wes berusaha. Lan ojo lali memohonlah selagi kowe isih iso mohon, ojo sampek lali karo gusti."("iya nak jadi anak yang sholehah terus ya nak, jangan lupa sama samg pncipta,,,selalu bersyukur terhadap keadaan qt sekarang yang penting kita sudah brusaha.. dan memohonlah selagi kamu masih bisa memohon,jangan lupa sama pencipta.") pesan ibu pada andini.
"nggih mak!, insyaallah andini selalu eling2 pesan emak"("iya mak!,insyaallah andini akan selalu ingat pesan ibu"). jawab andini.
******โโ๐
Mentari terbenam disebelah barat,pertanda hari sudah mulai senja. Semua orang yang bekerja dikebun dan sawah sudah mulai hilir mudik untuk pulang ke rumah masing2. Sebuah keluarga kecil yang sangat harmonis sedang bersantai bersama-sama menonton tv sambil menunggu adzan untuk shalat magrib.
"mak, engko aku gawe klambi sing endi yo mak?, mesti engko bocah2 podo gawe klambi sing apik2 deh!" ("bu, nanti aku pake baju yang mana ya bu?, pasti nanti anak2 pada pakai baju yang bagus2 dech!") kata andini kepada ibunya.
"gawe klambi opo wae anak e emak mesti ayu, sing penting klambine sopan ,resik, rapih,karo ora suwek, ngunu ae to nduk.."(" *makai baju apa aja anak ibu pasti cantik, yang penting bajunya sopan ,bersih ,rapi dan tidak sobek gitu aja lah nak..") tutur ibu andini dengan lembut.
ALLAHU AKBAR 2x
ALLAHU AKBAR 2x
Ashadhuannamuhammadarassulullah.. 2x
Hayya'allasholah..2x
Hayya'allalfallah..2x
Allahu akbar..2x
Laaillahailallah...
.......
.......
.......
"mak , pak wes adzan mak,, ayo lak sholat ,lak mangkat yo mak.."( "bu, pak udah adzan bu,, ayo segera sholat, segera kita brangkat ya mak..") kata andini dengan kegirangan. ( yach, walaupun tadi ulang tahun andini dirayakan dengan keluarga kecilnya hanya dengan kesederhanaan saja, tapi setelah tau temennya tasya juga berulang tahun dihari yang sama dengan andini, andini merasa sangat senang sekali).
Akhirnya setelah shalat magrib bersama2 , mereka berangkat menuju rumah pak kades menggunakan sepeda motor pemberian pak kades. Mereka menepuh perjalann kurang lebih satu jam untuk sampai kerumah pak kades, karna rumah pak kades berada ditengah2 desa,sedangkan rumah kluarga andini berada di tepi desa. Sesampainya dirumah pak kades belum ada tamu yang datang karna memang acaranya nanti sehabis isyak. Tapi karna ibu andini mau bantu2, ja
di mereka brangkat lebih awal. Ternyata meskipun ada pesta, tapi dirumah sangat sepi sekali.
Andini langsung menuju kamar tasya untuk mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada tasya. Tapi apa yang dilihatnya diluar dugaannya. Setelah membuka pintu kamar tasya, andini terkejut๐จ๐จ๐จ
Deg
Deg
Deg..
Kamu kenapa tasya?????