I Love U, My Parent'S

I Love U, My Parent'S
kabar gembira



🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝🌝


Disebuah ruangan yang bernuansakan serba putih ,sepasang suami istri sedang menghadap sang kuasa. Disaat semua orang terlelap dalam mimpinya, mereka berdua dengan khusuk melaksanakan shalat malam. Walaupun sang istri dalam kondisi berbaring tetapi beliau tetap menyempatkan untuk mengingat Tuhan Yang Maha Kuasa yang sudah memberikan umur kepada mereka berdua sampai saat ini. Mereka sangat bersyukur dengan kehidupan yang mereka jalani selama ini. Untuk itu mereka selalu mnyempatkan bersujud kepada Tuhan saat pertengahan malam. Ya, mereka adalah ayah dan ibu andini. Selama mereka masih bisa bernafas, insyaallah dalam kondisi apapun akan selalu bersyukur kepadaNYa.


"Ya Allah matur nuwun gusti, kulo taksih diparingi panjang umur,,mugi2 kulo sak kluargo saged kempal malih dados sedio kolo.. mugi2 gerah sameniko saged ngurangi dosa kulo.. matur nuwun gusti sampun maringi anak ingkang sholehah kados andini, mugi2 nopo sing dicita2kan ank kulo saged terwujud.."( YaAllah trima kasih saya masih diberikan umur panjang, semoga saya dan smua kluarga bisa berkumpul kembali seperti semua.trima ksih ya Allah kami sudah diberikan ank yg sholehah sperti andini,smoga apa yg dicita2kan ank kami dpt trwujud..")Amiiinnn...πŸ™(inilah sepenggal doa orang tua kepada anaknyaπŸ™)"


"sampun pak," ujar ibu andini sambil mau akn melepas mukenahnya.


" matur nuwun nggih pak". kata ibu andini yg sudah dilepaskan mukenanya okeh bpk andini.


"pak, emak khawatir nanti andini jadi malu kalo punya mak yg cacat sprti ini" kata emak bersedih.


"wes gak popo lah mak, gak usah difikirno, andini pasti gak akan sperti itu, bapak tau andini ank yg rajin dan pintar." tutur bapak menghibur emak.


"tapi pak, kalo emak cacat sperti ini pasti sudah gak bisa bekerja disawah lagi.." ujar ibu andini dengan kesedihannya .


"weslah mak, gak usah difikirkan, bapak masih sanggup menafkahi kalian berdua", kata bapak menegaskan kepda ibu andini. Beliau berusaha menghibur istrinya,walaupun sebenarnya dihati beliau juga sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Tapi beliau yakin pasti semua cobaan yang diberikan Allah ini akan ada hikmahNYa.


"wes, saiki lhang turu o, sesok insyaallah wes iso mulih jare suster, gari ngenteni di prikso doktere".("sudah, skarang kamu istirahat dulu, besok insyaallah sudah boleh pulang kata suster, tinggal menunggu diperiksa dokternya.") kata bapak.


Setelah beberapa jam kemudian shalat subuh berkumandang, bapak bersiap membangunkan ibu dan bergegas melaksanakan shalat subuh di masjid rumah sakit. Tapi niatnya diurungkan saat melihat ibu yang sedang tertidur lelap. Jadi beliau memutuskan untuk pergi ke masjid dahulu sebelum membngunkan ibu. Ya, beberapa hari dirumah sakit ini ibu memang sulit tidur, baru dari semalem ini ibu bisa tidur dengan begitu lelapnya. Setelah melaksanakan shalat subuh, bapak bergegas menuju kamar ibu.


" nggih pak, sampun subuh to pak?" ("iya pak,sudah subuh ya?") ujar ibu sambil mengumpulkan nyawanya.


"sudah bu, ya sudh ayo bapak bantu dulu" kata bapak.


Setelah melaksanakan sholat, bapak meninggalkan ibu sebentar untuk mencari sarapan didepan rumah sakit.


πŸŒ»πŸŒ»πŸŒ»πŸŒ»πŸŒ»β˜€β˜€β˜€β˜€β˜€


Ditempat lain ,seorang gadis kecil sedang membantu mbok imah dan baby sister didapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Ya, dia adalah andini, tadi sehabis sholat subuh andini membantu mbok imah di dapur. Baby sister yang mengurus eyang adalah keponakan mbok imah yang sudah menjadi yatim piatu sejak kecil karna orang tuanya meninggal gara2 kecelakaan dulu saat berusia 15th. Sekarang usia susi adalah 27th dan dia belum menikah. Dia ikut dengan mbok imah karna beliau adalah keluarga satu2nya.


Setelah selesei membantu mbok imah dan mb susi didapur, andini segera menuju kmar tasya untuk membangunkan tasya dan bersiap2 untuk sekolah. Hari ini adalah hari sabtu, andini senang sekali karna kemarin sudah diberitahu pak kades kalo orang tuanya akan pulang dari rumah sakit. Tasya agak sedih mendengar itu semua, karna dia merasa akan kehilangan andini. Setelah membangunkan tasya dan bersiap2 untuk sekolah mereka berdua menuju ruang makan untuk sarapan bersama2.


"Andini, nanti bapak akan menyuruh asisten bapak untuk menjemput bapak dan ibumu dirumah sakit nanti siang, nanti kamu pulang sekolah langsung akan diantarkan pak hendro kerumah kamu ya,, atau kamu masih pengin nginep disini lagi?" kata pak kades saat sudah mnyelesaikan sarapannya. Mereka makan berempat dengan eyang karna memang mama tasya dan kakak2nya masih tidur karna hari masih pagi. Sekarang masih jam 07.00wib.


Kadang biasanya pak kades juga tidak sempat untuk makan dirumah bila pekerjaannnya menumpuk, karna ini hari weekend,beliau menyempatkan untuk lebih dekat dengan putri kecilnya. Ya, dan semenjak andini ada dirumah itu, pak kades terketuk pintu hatinya untuk lebih rajin beribadah kepada Allah, oleh sebab itu beliau brusaha bangun pagi2 untuk melaksankan shalat subuh berjamaah dengan warga sekitar dimasjid setempat. Beliau juga berencana akan membangun masjid didesa tersebut agar lebih indah. Sebab didesa sini sebenarnya agama islam masih sangat jarang, sebagian besar warga desa sini maaih menganut agama hindu/budha atau tidak memiliki agama. Beliau salut kepada kluarga andini yang begitu sederhana dan selalu bahagia bila berkumpul bersama walaupun keadaan ekonomi mereka masih sangat memprihatinkan. Maka dari itu beliau berusaha untuk membantu kluarga Andini setelah nanti pulang dari rumah sakit. Sebenarnya dari kemarin bapak kades sudah menawarkan bapak dan ibu andini untuk tinggal dirumahnya. Selain beliau merasa bangga dengan kluarga itu, beliau ingin memperdalam dan belajar ilmu agama kepada kedua orang tua andini yang menurut beliau dianggap sebagai orang yang taat beragama. Tapi sepertinya bapak dan ibu andini tidak mau tinggal bersama dengan kluarga pak kades. Tapi bapak andini berkata akan sesering mungkin mengunjungi pak kades ke rumahnya. Karna beliau sudah berbaik hati menolong kluarganya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sore hari menyapa, disebuah rumah yang sederhana sebuah keluarga brkumpul bersendau gurau melepas rindu setelah seminggu tak bertemu. Kemarin sabtu ibu andini blm pboleh pulang karna kondisinya yang blm begitu stabil, akhirnya hari senin sekarang baru diperbolehkan untuk pulang oleh dokter. Andini sangat senang sekali bisa berkumpul lagi dengan kluarganya,setelah kemarin merasa takut dan kecewa karna ibunya belum boleh dipulangkan dari rumah sakit. Tadi pagi sebelum brangkat sekolah pak kades memberitahukan bahwa ibunya akan pulang hari ini. Dan ini merupakan kabar gembira bagi dirinya karna akan berkumpul dengan kluarganya lagi. Sebenarnya andini senang sekali tinggal bersama kluarga tasya, tapi bagaimanapun juga seorang anak kecil pasti menginginkan kasih sayang dari orang tuanya. Maka dari itu sekarang andini mengerti, kenapa tasya walaupun anak orang kaya tetapi dia kadang sering sedih sendiri bila melihat orang lain. Ya, mungkin itu dia, tasya kurang kasih sayang dari ayah dan ibunya.