
๐๐๐๐๐๐๐๐
Hari ini begitu cerah , secerah raut wajah seorang anak kecil berusia 7th yang sedang merindukan ibunya. Tasya sangat senang karna hari ini mamanya akan pulang ke rumah. Tasya merupakan anak orang kaya yang sangat hidup hampir dengan semua kesempurnaanya, kecuali kasih sayang yang sangat sulit dia dapatkan. Mungkin papa dan mamanya sangat sibuk dengan urusan duniawi sehingga lupa kalo mereka punya seorang putri yang masih membutuhkan kasih sayang dari mereka. Mereka mengira dengan semua kemewahan yang mereka miliki sudah bisa memberi kebahagiaan pada anak2nya.
Andini dan Tasya pergi kesekolah diantar oleh pak hendro. Pak hendro adalah satpam sekaligus sopir untuk tasya. Karna kesibukan kedua orang tuanya, sampai mengantar sekolahpun papa tasya tidak sempat sama sekali. Itu yang membuat tasya agak sedih dan kecewa dengan orang tuanya.
Setelah menempuh waktu setengah jam perjalanan ,akhirnya merekapun sampai ke depan pintu gerbang sekolah SDN Suka Jaya.
"makasih ya pak hen" kata andini kepada pak hendro sbelum turun dari mobil bersama tasya. Tasya hanya diam dan langsung keluar dari mobil.
๐๐๐
Sedangkan ditempat lain,ada 3 orang ank kecil yang berjalan bersama menuju sekolah dengan berjalan kaki. Biasanya mereka menempuh jalan dari rumah ke sekolah sekitar setengah jam, itupun sudah melewati jalan pintas. Tapi tidak membuat mereka patah semangat untuk mencapai cita2nya.
"eh di, ras, kwe ngerti ora jarene bapak karo emak e andini dek wingi bar tabrakan?" ("eh di,ras, kamu tau gak kalo ayah sama ibunya andini kemarin habis kecelakaan?") gumam dion kepada laras dan adi saat berjalan menuju sekolahnya.
" yo ngertilah, lha wong wingi ibukq kok sing ngandani andini nyang omahe!" ("ya taulah, kan kemarin ibuku yang ngasih tau andini kerumahnya!") kata adi kepada kedua sahabatnya.
"mesakke yo andini, jare saiki dijak nomahe pak kades, krungu2 jare pak kades sing nabrak." ( " kasihan ya andini,katanya sekarang diajak kerumahnya pak kades, denger2 katanya pak kades yang nabrak.") ucap laras kepada adi dan dion.
"oalah... ngene ki kyok ono sing kurang yo ra ono andini ngene ki!" (" oalah... ini tuh kayak ada yang kurang ya kalo gak ada andini begini!") kata dion dengan nada kecewa.
"cie..cie...lha ngopo to ion,,mengko gak yo petuk neng sekolahan.. kowe ki kyok setahun ra petuk wae.." (" cie..cie.. lha kenapa to ion..nanti juga ketemu disekolahan.. kamu tuh kayak setahun gak ketemu aja..") kata adi menggoda dion.
Setelah berbincang-bincang dijalan tidak terasa sudah sampai disekolah dan mereka melihat andini dan tasya turun dari mobil. Adi langsung menyapa andini dan tasya.
"hey din, pie kabare?kyoke soyo seneng ki ra ono awake dewe!"("hy din,gimana kabarnya? kayaknya tambah bahagia nih gak ada kita2!") sapa menggoda adi kepada andini.
"hy di,alhamdulillah sehat. kwe ki isoh wae! hehehe" (" hy di,alhamdulillah sehat. kamu tuh bisa aja.hehehe") jawab andini
"sing sabar ya din,mugo2 emakmu lak cpet mari,"(" yang sabar ya din,semoga ibumu cepet sembuh." ) kata laras menghibur andini.
"hy cewek,,boleh kenalan gak?" goda adi kepada tasya.
" hush, ojo ngunu kowe di" kata andini kepada adi untuk membela tasya yang hanya tersenyum malu2 saat digoda oleh adi.
Setelah sampai kerumah, Tasya bergegas masuk kedalam rumah karna sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya dan ternyata...
"ma,,tasya pulang,,mama.." kata tasya sambil berteriak didalam rumah.
Tetapi yang datang bukan mamanya melainkan neneknya sudah pulang dari umrohnya bersama baby sisternya๐.
"Nak, anak wedok ki ra apik bengok-bengok koyok mengkono" (" nak, anak cewek itu gak baik teriak2 kayak begitu") kata eyang putri kepada cucu kecilnya.
"Loh, kok eyang udah pulangยฟ, trus mama mana yang?" tanya tasya.
" kan eyang uti umroh ke arab saudi sayang, mamamu ke jakarta, ya bedalah nak.." jawab eyang putri kepada tasya.
"lah katanya mama pulang hari ini?" kata tasya selanjutnya.
" yowes kalo begtu ditunggu ae, wes cepet ganti baju seragammu,wes main sana sama temenmu itu, katanya untuk sementara nginep dulu disini,jadi kamu bisa punya temen.." kata eyang putri kepada tasya.
Eyang putri sangat sayang kepada cucu kecilnya tasya, sebenernya eyang putrilah yang selalu memberi perhatian lebih kepada tasya. Tapi kadang eyang putri selalu sedih bila mengingat mendiang kakeknya tasya,oleh sebab itu beliau sering jalan2 keluar negri bahkan bolak-balik umroh dengan ditemani baby sitternya untuk mengurangi kerinduannya kepada sang mendiang suaminya.
"yaudah kalo gitu yang, aku keatas dulu yach, ayo din!" ajak tasya kepada andini.
"kasihan cucuku" gumam eyang berbicara sendiri..
Eyang putri bukan orang yang lumpuh atau sakit2an ya,,beliau adalah orang yang sehat dan kuat. Dibilang kuat diumurnya yang sudah renta ya maksud saya dalam arti kuat itu eyang brusaha melakukan apapun dengan sendiri selagi beliau masih bisa. Dulu suami beliau adalh mantan pak kades didesa ini. Dulu disini untuk pemilihan kepala desa itu adalah turun temurun yaitu orang paling kaya di seluruh desa ini.(seperti pemilihan raja jaman kerajaan dulu yach๐๐ฎ,tapi memang masih bsgini adanya,dan sekarang masih berlanjut yang meneruskan anaknya lagi,tapi kalo ada orang lain yang lebih mampu, juga gpp kok kalo mau diganti.) Tapi walaupun begitu untuk memudahkan segala urusan eyang, beliau didampingi oleh seorang baby sitter. Sebab dirumah itu hanya ada mbok imah dan mang kardi suaminya serta satpam yaitu pak hendro. Sebab eyang putri dari dulu sulit percaya pada orang lain. (maklum kan orang tua, bawaannya curigaan mulu yach๐). Untuk bersih2 setiap hari biasanya mbok imah dan mang kardi yang melakukannya. Mbok imah membersihkan ruang dalam, dan memasak. Sedangkan mang kardi membersihkan halaman serta kebun. Biasanya sebulan sekali pak kades memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan seluruh rumahnya. ( jadi tau kan gaez,kenapa hanya mbok imah dan suaminya aja yg bekerja,! tapi walaupun bgtu kan stiap bulan sekli ada petugas kebersihannya,jdi gak terlalu repot dech).
Akhirnya mereka berdua bersih2 dan berganti pakaian lalu turun untuk makan siang. Tadi mbok ijah masak cap jay karna kesukaan eyang putri adalah cap jay.
Tasya dan andini makan siang dengan penuh hikmat,tidak ada candaan atau perkataan saat makan berlangsung. Setelah selesei mereka berdua menuju kamar kembali dan tertidur siang bersama..
๐ ๐ ๐ ๐ ๐
maaf ya readers kalo critanya kurang menarik๐๐๐ ,, tapi tenang ja, nanti seiring berjalannya cerita akan diperkenalkan tokoh satu per satu, dan alurnya akan terus maju ke masa mendatang. makanya sekarang author juga lagi praktek langsung ke masyarakat untuk melihat kehidupan mereka sehari2.. cerita ini sebagian besar adalah kisah nyata,tapi juga ada yang saya ekspresikan langsung dari imajinasi saya.. smoga berkenan dihati para readers dan memberikan manfaat..๐๐๐
salam cinta dari author๐๐๐๐