
🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Pagi haripun akhirnya menyapa dengan cerahnya. Tadi setelah sholat subuh, andini tidak tidur lagi, dia membantu itu membrsihkan rumah karna nanti ibu dan bapaknya akan pergi kerumah pak kades untuk membantu membersihkan sisa acara pesta kemarin. Andini juga skalian ikut bersama karna kemarin sudah membuat janji dengan tasya untuk membantu membuka kadonya.
Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh, kluarga andini sampai dirumah tasya pukul 07.15wib. Disana terlihat pak kades sedang sarapan bersama eyang putri dimeja makan karna akan bersiap2 pergi ke kantor.
"Assalamu"alaikum pak, eyang, maaf pagi2 mengganggu", sapa bapak andini dengan sungkan, kepada pak kades dan eyang putri.
" Wa"alaikumsalam oh bapak , silahkan masuk sekalian kita sarapan bareng ,monggo2..'' jawab pak kades dengan ramah memersilahkan kepada kedua orang tua andini.
"tasya ten pundi pak, eyang, kok dereng wonten nggih?", ("tasya kemana pak, eyang kok belum ada ya?")tanya andini sungkan.
" tasya masih tidur nak, coba kamu bngungin dia dikamarnya, tadi dibngunin mbak susi belum mau, katanya nunggu kamu saja", kata eyang kepada andini..
" nggih eyang, "kata andini langsung bergegas menuju kamar tasya.
Setelah mengetok pintu, andini langsung masuk ke kamar tasya karna orang yang didalam kamar tak kunjung membukakan pintu brarti pertanda orangnya belum sadar dari alam mimpinya. Andini masuk lalu berusaha membangunkan tasya dengan mengguncang2 tubuhnya perlahan agar tasya tidak kaget dibuatnya.
"tasya, ayo bangun udah jam delapan lo,, kata andini kepada tasya.
"kamu gak sholat subuh ya?" kata andini menambahi.
Tasya brusaha bangun dari alam bawah sadarnya, menggeliat sambil brusaha membuka matanya.
"oh ya, lupa din,, aku tadi pas dibangunin eyang males banget, jadinya gak sholat deh tadi..kata tasya dengan suara seraknya bangun tidur. Soalnya tasya semalem menagis karna sedih mamanya dan kakaknya gak ada dipesta.
" tasya, kalo bisa jangan sampai kamu lupa sholat ya, kita gak tau umur kita sampai kpan, selagi kita masih diberikan nafas, kita itu sebagai muslim wajib untuk sholat, walaupun kita belum baligh, tapi kita harus membiasakan diri dari kecil sehingga kita jadi terbiasa." ucap andini panjang lebar kepada tasya.
" iya iya din,makasih ya kamu udah ngingetin aku terus,, yaudah aku mandi dulu yach," kata tasya mencium pipi andini dan langsung bergegas ke kamar mandi.
"eh, kamu tuh bau tau gak ih"kata andini.
Setelah selesei mandi mereka turun kebawah dan langsung sarapan bareng. Pak kades sudah berangkat kerja. Eyang sedang bersantai sambil menonton tv diruang keluarga. Sedangkan bapak dan ibu andini masih sibuk membantu si mbok ,mbak susi. pak hendro dan mang kardi untuk membersikan rumah.
Setelah selesei sarapan, andini membantu tasya dan kedua orang tuanya untuk membawa kado tasya ke ruang keluarga untuk dibuka bersama2,tak lupa juga mbak susi dan pak hendro yang membantunya. Ya kemarin kado tasya masih diruang depan dan belum sempat dipindahkan masuk. Mereka bekerja sama membawa kado ke ruang keluarga dan akan membukanya bersma2 dengan eyang putri juga.
Andini sangat antusias sekali membuka kadonya, berbeda dengan tasya yang sudah terbiasa dengan hal begini. Tapi walaupun begtu andini juga tidak akan membuka kado dari kluarga tasya, dia juga sadar diri kali. Pertama- tama kado yang dibuka tasya adalah dari kluarganya. Dia membuka kado dari eyang putri, isinya adalah sebuah kalung berliontinkan dan diberi gambar tasya dan eyangnya, eyangnya berharap jika suatu saat eyang sudah tiada, tasya masih terus mngingatnya dengan liontin ini. Dan merasa tidak kesepian jika ditinggal oleh mamanya. Tasya senang sekali,tapi matanya berkaca2 karna kata2 eyang putri yang akan meninggalkannya.
Kado kedua dari papa dan mamanya, yaitu sebuah handpone keluaran terbaru karna memang tasya belum memiliki handpone,(lagyan kan baru umur 8thn , iya gak readers). Kado ketiga dari kakaknya chintya yaitu sebuah gelang yang ada namanya tasya, dan yang keempat dari kakaknya reno yaitu boneka doraemon yang lumayan besar. Tasya sudah banyak boneka dikamar, walaupun yang besar begini belum ada, tapi karna dia melihat andini juga menginginkannya, akhirnya tasya memberikan bonekanya kepada andini. Andini sangat senang sekali menerima boneka itu. Dan yang kelima yaitu hadiah dari paman dan bibinya, sepasang sepatu. Walaupun menurut tasya sepatunya sangat bagus, tapi dia kasihan melihat andini yang kelihatannya sngat menginginkan sepatu itu, akhirnya tasya memberikan sepatu itu kepada andini.. Andini sangat senang sekali. Akhirnya seleseilah semua kado yang dibuka tasya dengan andini. Pasti para readers bingung kenapa kalo yang dari keluarga tidak ada yang memberikan hadiah gaun, karna memang sebenernya mama tasya punya butik sendiri tetapi memang belum begitu besar, mungkin hanya baju pesanan saja dan hanya untuk keluarga, tapi beliau juga berusaha mengembangkan butiknya agar menjadi peluang usaha untuk masyarakat sekitar agar bisa membeli baju dengan harga terjangkau dengan mmproduksinya sndiri. Beliau ingin masyarakat sekitar bisa mandiri terutama ibu rumah tangga. Beliau ingin membuka peluang usaha dan mengajari ibu2 sekitar untuk mandiri sendiri walaupun sebagai seorang wanita.
Tasya senang sekali karna walaupun kluarganya terlalu sibuk memikirkan urusan masing2, dia masih diberikan teman sperti andini dan keluarganya.
Hari berganti senja akhirnya keluarga andini pulang kerumahnya. Tak lupa keluarga andini juga diberikan makanan oleh keluarga tasya agar bisa memakannya dirumah.
📆📆📆📆📆📅📅📅📅
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, akhirnya sekarang saat romadhon untuk kaum muslim sudah tiba. Andini melaksanakan puasa romadhon dengan sangat antusiasnya karna ini kedua kalinya dia bisa berpuasa penuh. Dia berpuasa penuh smenjak memasuki sekolah dasar kemarin. Ini adalah hari pertama berpuasa romadhon dan itu berarti anak2 sekolah diliburkan selama 3hari untuk permulaan puasa. Setelah sahur, andini menunggu sholat subuh, dan setelah sholat subuh andini dan ibunya berencana pergi kerumah tasya dengan berjalan kaki skalian olahraga. Yah, walaupun jaraknya pake kendaraan satu jam, ini sudah bisa dilakukan oleh orang2 desa setempat dulu sbelum memiliki kendaraan. Dijalan andini bertemu dengan adi dan dion yang juga jalan2 sambil olahraga karna hari libur sekolah.
"eh din, kowe arep nondi karo makmu?"( "eh din, kamu mau kemana sama ibumu?") tanya dion disebelah adi, dan adi bertanya dengan bahasa bibirnya.
"aku arep nomahe tasya di, melu pie?" (" aku mau kerumahnya tasya di, ikut apa?" jawab andini , menggoda adi, karna dia tau kalo adi memiliki prasaan untuk tasya.
"oh...oleh po pie?, moh lah engko tasya malah ngamuk neng aku"(" oh..boleh apa?, gak mau lah, nanti tasya marah lagi sama aku") jawab adi dengan nada kecewanya karna memang tasya selalu jutek sama dia kalo ketemu.
"Yoweslah, aku disik ya", kata andini kepada adi dan dion.
" woke.." jawab adi dan dion serempak.
Duh para readers kasihan ya si adi, masih cimon, udh ditolak aja cintanya..wkwkwkwk.. sabar ya di,, blajar terus, pasti nanti jadi orang sukses,jadinya tasya bakal suka dech sma kamu...wkwkwkwk..smangat di!!!😀😁