
πππππππππ
Pagi haripun akhirnya menyapa dengan cerahnya. Tadi setelah sholat subuh, andini tidak tidur lagi, dia membantu itu membrsihkan rumah karna nanti ibu dan bapaknya akan pergi kerumah pak kades untuk membantu membersihkan sisa acara pesta kemarin. Andini juga skalian ikut bersama karna kemarin sudah membuat janji dengan tasya untuk membantu membuka kadonya.
Setelah menempuh perjalanan yang agak jauh, kluarga andini sampai dirumah tasya pukul 07.15wib. Disana terlihat pak kades sedang sarapan bersama eyang putri dimeja makan karna akan bersiap2 pergi ke kantor.
"Assalamu"alaikum pak, eyang, maaf pagi2 mengganggu", sapa bapak andini dengan sungkan, kepada pak kades dan eyang putri.
" Wa"alaikumsalam oh bapak , silahkan masuk sekalian kita sarapan bareng ,monggo2..'' jawab pak kades dengan ramah memersilahkan kepada kedua orang tua andini.
"tasya ten pundi pak, eyang, kok dereng wonten nggih?", ("tasya kemana pak, eyang kok blum ada ya?")tanya andini sungkan.
" tasya masih tidur nak, coba kamu bngungin dia dikamarnya, tadi dibangunin mbak susi belum mau, katanya nunggu kamu saja", kata eyang kepada andini..
" nggih eyang, "kata andini langsung bergegas menuju kamar tasya.
Setelah mengetok pintu, andini langsung msuk ke kamar tasya karna orang yang didalam kamar tak kunjung membukakan brarti pertanda orangnya belum sadar dari alam mimpinya. Andini masuk lalu berusaha membangunkan tasya dengan mengguncang2 tubuhnya perlahan agar tasya tidak kaget dibuatnya.
"tasya, ayo bangun udah jam delapan lo,, kata andini kepada tasya.
"kamu gak sholat subuh ya?" kata andini menambahi.
"oh ya, lupa din,, aku tadi pas dibangunin eyang males banget, jadinya gak sholat deh tadi.".kata tasya dengan suara seraknya bangun tidur ,sambil cengengesan.
" tasya, kalo bisa jangan sampai kamu lupa sholat ya, kita gak tau umur kita smpai kpan, selagi kita masih diberikan nafas, kita itu sebagai muslim wajib untuk sholat, walaupun kita belum baligh, tapi kita harus membiasakan diri dari kecil sehingga kita jadi terbiasa." ucap andini panjang kali lebar kepada tasya sperti ustadzah yang sedang berceramahπ.
" iya iya din,makasih ya kamu udah ngingetin aku terus,, aku seneng bngt dech,ada kamu.. yaudah aku mandi dulu yach," kata tasya langsung bergegas ke kamar mandi.
Setelah selesei sarapan, andini membantu tasya dan kedua orang tuanya untuk membawa kado tasya ke ruang keluarga untuk dibuka bersama2,tak lupa juga mbak susi dan pak hendro yang membantunya. Ya kemarin kado tasya masih diruang depan dan belum sempat dipindahkan masuk. Mereka bekerja sama membawa kado ke ruang keluarga dan akan membukanya bersama2 dengan eyang putri juga.
Andini sangat antusias sekali membuka kadonya, berbeda dengan tasya yang sudah terbiasa dengan hal begini. Tapi walaupun bgtu andini juga tidak akan membuka kado dari keluarga tasya, yang memang bukan hak dia, dia juga sadar diri kali. Pertama- tama kado yang dibuka tasya adalah dari keluarganya. Dia membuka kado dari eyang putri, isinya adalah sebuah kalung berliontinkan love dan diberi gambar tasya dan eyangnya, eyangnya berharap jika suatu saat eyang sudah tiada, tasya masih terus mngingatnya dengan liontin ini. Jangan ditanyakan harganya. Kalo orang kaya ya pastinya emas beneran. Tasya senang sekali. Kado kedua dari papa dan mamanya, yaitu sebuah handphone keluaran terbaru karna memang tasya belum memiliki handpone,(lagyan kan baru umur 8thn , iya gak readers). kado ketiga dari kakaknya chintya yaitu sebuah gelang yang ada namanya tasya, dan yang keempat dari kakaknya reno yaitu boneka doraemon yang lumayan besar. Tasya sudah banyak boneka dikamar, walaupun yang besar doraemon begini belum ada, tapi karna dia melihat andini juga menginginkannya, akhirnya tasya memberikan bonekanya kepada andini. Andini sangat senang sekali menerima boneka itu. Dan yang kelima yaitu hadiah dari paman dan bibinya, sepasang sepatu. Walaupun menurut tasya sepatunya sangat bagus, tapi dia kasihan melihat andini yang kelihatannya sangat menginginkan sepatu itu, akhirnya tasya memberikan sepatu itu kepada andini.. andini sngat senang sekali. Akhirnya seleseilah semua kado yang dibuka tasya dengan andini, kalo yang dari keluarga kenapa tidak ada yang memberikan hadiah gaun, karna memang sebenernya mama tasya punya butik sendiri tetapi memang belum begitu besar, mungkin hanya baju pesanan saja dan hanya untuk keluarga, tapi beliau juga berusaha mengembangkan butiknya agar menjadi peluang usaha untuk masyarakat sekitar dan membeli baju dengan harga terjangkau dengan memproduksinya sndiri.
Setelah acara selesei membuka kado, ibu andini membantu si mbok dan mbak susi didapur dan bapak andini membantu mang kardi merapikan kebun pekarangan depan rumah. Semenjak kenal akrab dengan keluarga pak kades, bapak dan ibu andini jarang bekerja disawah lagi. Sekarang pak kades juga mengembangkan mesin untuk bercocok tanam disawah, dari mulai menanam padi("tandur/tanam"), sampai memanen padi ("derep/panen"). Jadi lebih memudahkan orang2 untuk mengelola sawahnya masing2.
"mbok niki sayur asem e sampun mateng, sak niki damel goreng tempe kalih tahu nggih.."( mbok, ini sayur asemnya udah matang, sekarang buat goreng tempe ama tahu ya..") kata ibu andini sambil mengangkat panci sayurnya dan mengganti dengan penggorengan.
"oh iyo nduk.." jawab simbok sambil memetik tangkai cabe untuk disimpan dalam kulkas.
Sedangkan mbak susi tadi langsung menyeleseikan cucian bajunya diteras belakang untuk mulai menjemur bajunya. Dan pada saat itu pak hendro bertanya pada mbk susi mencari alat untuk digunakan membantu bapak andini dan mang kardi dikebun.
"sus, awakmu ngerti pacul sing dideleh mang kardi neng kene wingi kae pora?" ("sus, kamu tau tidak cangkul yang ditaruh mang kardi disini kemarin tidak?" tanya pak hendro pada mbk susi.
Mbak susi yang semula tidak tau dari mana arah datangnya pak hendro kaget seketika, tapi langsung menjawab apa yang ditanyakan pak hendro kepadanya.
"ngapunten mboten ngertos niku pak, cobi mang padosi ten mriku"(" maaf gak tau itu pak, coba dicari disitu") kata mbak susi sambil menunjuk ruangan yang sperti gudang alat2 begitu.
"oh iyo sus,matur nuwun yo.."("oh iya sus,makasih ya.." belum sempat beranjak, pak hendro berkata lagi. " oh yo sus, ojo nyeluk pak to,,aku iki yo drung tuo low, umurku lagi 30th kok, ak yo durung nduwe bojo..hehehehe nyeluk mas wae yo..hehehehe(" oh ya sus,jangan manggil pak ya,, aku kan belum tua low, umurky baru 30th kok, aku ya belum punya istri..hehehehe manggil mas aja ya..hehehehe.") ujar pak hendro sambil cengengesan menggoda mbak susi..π
Mbak susi yang dibegitukan langsung merah merona wajahnya. Memang dia dari keluarga yang kurang mampu,dan ditinggal ayah dan ibunya kecelakaan, akhirnya ikut mbok ama mang kardi. Mbk susi belum pernh merasakan perhatian dari laki2 lain kecuali mang kardi yang sudah dianggap ayahnya sendiri. Mbak susi hanya menanggapi omongan pak hendro dengan anggukan dan senyuman saja.
Setelah ibu andini dan mbok imah menyelesaikan tugas memasaknya,langsung menata diatas meja makan dan ibu andini bergegas memanggil orang2 untuk makan siang bersama.
ππ¨π²π