
⛅⛅⛅⛅⛅
Tak terasa saat kedua anak tersebut terlelap dalam tidurnya, hari sudah semakin sore. Lalu eyang pergi ke kamar tasya untuk membangunkan Tasya dan Andini.
"sayang, bangun yuk ,udah sore mandi dulu yuk! ,nanti sebentar lagi mama dan kakakmu akan pulang,tasya siap2 gih!." kata eyang putri kepada tasya.
Tasya langsung bergegas kekamar mandi dan mandi bersama-sama dengan andini. Setelah selesei mandi, tasya langsung bingung memilih baju yang akan dikenakan. Akhirnya setelah memilih milih baju yang tepat, tasya menggunakan dress payung berwarna volkadot selutut sangat pas dibadannya dan ccok sekali dipakainya. Sedangkan andini diberikan pula sebuah dress bekas tasya yang sudah agak kekecilan dibadan tasya,tapi masih pas dibadan andini berwarna pink dan sangat cocok dipakai oleh andini.
Setelah selesei mereka turun ke bawah untuk bersiap2 menyambut kepulangan mamanya. Tapi ternyata papa tasya mengabarkan kalo pesawat yg ditumpangi mama dan kakaknya masih deadline. Jadi nanti datangnya agak terlambat. Tasya agak sedikit kecewa. Tapi dia brusaha untuk tersenyum didepan papa dan eyangnya.
"jangan sedih ya sayang, nanti sbentar lagi mama juga pasti akan pulang!" kata pak kades kpda tasya.
"iya pa,ak gak papa kok!" kata tasya brusaha tersenyum ,walau dalam hatinya sangat kecewa.
" oh ya, gimana kalo kita habis makan malam jalan2 keluar sambil sekalian nengokin orang tuanya andini?" kata pak kades menyarankan.
"iya pa, aku mau, biar andini juga seneng, iya kan din?" kata tasya sumringah.
"iya tasya,, ak pasti sneng bngt!" kata andini antusias karna akan bertemu dengan bapak dan ibunya di rumah sakit.
Setelah makan dan menunaikan shalat magrib, andini dan tasya bergegas masuk ke mobil yang sudah ditunggu oleh bapak kades didalam.
"kalian habis ngapain kok lama banget?" tanya pak kades stelah tasya dan andini masuk kedalam mobil. Ternyata eyang putri juga akan ikut jalan2. Beliau sudah berada didepan samping pengemudi.
"kami habis shalat magrib pak!" jawab andini kepda pak kades.
Deg, jantung pak kades berdetak sangat kencang,, kenapa anak sekecil ini masih bisa memikirkan sholat, sedangkan aku sekarang malah semakin menjauh dariNYa. Begitupun juga eyang putri, beliau merasa terharu kepada andini. Setelah selesei haru terharunya akhirnya pak kades brusaha menetralkan pikirannya kembali.
"let's go!!" jawab andini dan tasya serempak. (namanya juga anak2 yach, pasti klo diajak jalan2 seneng sekali, apalagi ini andini mau bertemu dengan kedua orang tuanya)
Setelah menempuh jarak kurang lebih satu jam,akhirnya sampailah dirumah sakit. Ya,pak kades memutuskan untuk pergi kerumah sakit dahulu sebelum berjalan2.. Mereka turun dari mobil dan langsung menuju ruangan ibu andini.
Saat melihat kedua orang tuanya,andini sangat senang sekali dan langsung memeluk ayah dan ibunya secara bergantian.
"pripun kabare mak?, sing diraoske nopo sakniki, sok kapan iso mulih?" ("gmna kabarnya bu?, apa yang dirasakan sekarang, kapan bisa pulang?") tanya andini beruntun kepada orang tuanya.
"mak alhamdulillah wes sehat nduk, cuma iki sikile mak mungkin engko cacat!" (" mak alhamdulillah udah sehat nak,cuma ini kaki mak mungkin nanti akan cacat!") kata emak dengan nada sedih.
Mendengar itu semua pak kades dan eyang putri menjadi kasihan dengan kluarga kecil ini. Eyang putri mengatakan jika nanti emaknya andini berkenan boleh tinggal dirumahnya. Tapi emak andini menolak karna tidak ingin merepotkan orang lain. Padahal eyang dan pak kades juga tulus ingin membantu kluarga andini. Karna beliau menanggap kluarga andini adalah kluarga yang bisa menjadi panutan.Walaupun mereka hidup serba kekurangan,tetapi tidak mengurangi dan melupakan rasa syukurnya kepada Tuhan penciptanya. Setelah sejam berbincang-bincang,akhirnya mereka semua undur diri dari rumah sakit. Sebelum pulang pak kades membawa tasya dan andini mampir sebentar disebuah mall sebelah rumah sakit itu. Setelah selesei dan capek bermain, akhirnya mereka semua pulang kerumah. Setelah menempuh waktu kurang lebih sejam,akhirnya mereka sampai dirumah dan disambut oleh pak satpam mereka dengan wajah gembira.
"eh pak hendro,kenapa kamu dari tadi senyum sumringah bgtu?" tanya pak kades kepada pak hendro.
"itu pak,nyonya sudah pulang, pasti non tasya seneng banget,hehehe" jawab pak hendro sambil cengingisan.
Mendengar pak hendro berkata seperti itu tasya sangat senang sekali,dan langsung ingin segera turun untuk menemui mamanya.
"mama..."teriak tasya setelah turun dari mobil,sedangkan andini dan neneknya mengikuti dari belakang.
Setelah sampai diruang kluarga, tasya melihat mama,paman dan bibinya.
"sayang,,kamu darimana aja?, duduk sini sayang mama kangen ama princess mama!" kata mama dengan suara lembutnya. Saat itu mama ,paman ,bibi masih berada disofa ruang keluarga,sedangkan kak chintya ama kak reno udah masuk kamarnya masing2. Andini ,pak kades dan eyang mengikuti dari belakang dan ikut duduk disofa, semula andini ragu, tapi setelah eyang menggandeng tangannya, akhirnya andinipun ikut duduk bersama2 disofa bersama keluarga tasya. Setelah itu mereka berbincang-bincang melepas rindu ,tasya sangat antusias menceritakan yang dialaminya selama mamanya sedang pergi dan juga menceritakan tentang temannya andini. Mama sangat terharu sekali mendengar crita tasya, karna sblumnya mama belum pernah melihat tasya dekat dengan orang lain seperti dengan andini sekarang ini. Sudah seperti saudaranya saja. Dan tidak terasa sudah menunjukan pukul 11 malam akhirnya mama mengantar tasya untuk tidur kekamarnya sebelum mama juga tidur dikamarnya.
🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚🌚