I Just Want to Be Loved

I Just Want to Be Loved
Bab 3. Perjanjian pernikahan



"Ck... ck... kalian membuat seorang gadis menangis lagi?" tanya seorang pria yang memasuki ruangan tersebut tanpa membuat suara apapun, sehingga membuat semua orang terkejut. Tubuhnya tidak sebesar pria-pria yang ada di depan Yuki, tetapi ia cukup tinggi.


"Wakil Bos, selamat datang!!" ucap serentak semua orang dalam ruangan tersebut sembari membungkukkan tubuh mereka.


"Kembalilah ke posisi kalian, Bos Besar akan segera datang. Suasananya hatinya sedang tak baik, jangan membuat kesalahan, jika tidak nyawa kalian akan terbang ke neraka," ucap pria itu membuat semua pria berotot itu diam tanpa bersuara.


Pria itu melemparkan tisu kepada Yuki, tanpa berkata-kata. Iky berlari kecil mendekati Yuki, lalu membisik, "Jangan menatap mata Bos Besar nanti. Aku pernah dengar jika ada yang menatapnya, kau akan terbunuh. Jika kau terbunuh hanya organ tubuh mu saja tidak cukup membayar utang!!"


Belum lama pria tinggi itu masuk, tiba-tiba semua orang yang berada dalam sel terdiam, pria berotot di samping Yuki menundukkan kepalanya termasuk Iky. Suara langkah sepatu mulai terdengar, dari langkah kakinya saja sudah terdengar elegan namum sangat dingin.


Yuki terus menatap pintu yang berada pas di berhadapan pada tubuhnya itu, waktu terasa melambat, keheningan yang tersebar di ruangan itu terasa damai bagi Yuki, langkah itu mulai terdengar jelas dan pintu mulai terbuka.


Pria yang tinggi dengan rambut hitam seperti arang berpadu dengan mata biru seperti laut, mengenakan jas, dengan dasi setengah melonggar, di sertai rokok yang ada di bibirnya dan di ikuti wanita seksi yang bertemu Iky di depan banguann. Iya, ia adalah Arthur Altezza. pemandangan itu membuat Yuki terus menatap pria itu hingga mata mereka berdua bertemu.


"Ahh, tamatlah riwayatku," batin Yuki, dengan air mata yang masih mengalir.


"Ck... kalian keluar, badan kalian yang besar membuatku sesak." Hanya sedikit ucapan itu membuat pria berotot itu, langsung keluar dengan gesit hingga ada yang terjatuh-jatuh.


Arthur duduk langsung di depan Yuki, sembari menghisap rokoknya dan terus menatap Yuki. Arthur menatap pria yang deluan masuk dari pada ia.


"Kenapa kau menatap, ku?" ucap pria itu.


"Ahh, Bos, dia ingin menjual adiknya," sahut wanita yang ada di belakangnya.


"Berikan datangnya padaku, Aurel," ucap pria di samping itu kepada wanita seksi itu yang bernama Aurel.


"Astaga, apa ayah kalian memakan uang bukannya nasi, mengapa utangnya sangat banyak? Lalu yang membayar, ahh... yang membayar hanya gadis kecil nan rapuh ini, lalu kakaknya hanya berkeliling bersenang-senang. Lalu ke sini karena...." Pria samping Yuki menatap Iky.


"Y-ya? Ahh.. i-itu teman saya yang bilang. J-jika saya menjual adi...."


"Nah, seperti itulah kejadiannya, Bos Besar~," potong pria itu membuat Iky tak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Diamlah, Dion!" seru Arthur.


"Tadi kau menatap ku tajam, tubuh ku seakan bolong oleh tatapanmu," guamam Dion


"Namanya Dion." batin Yuki lalu melihat ke pria yang ada di sampingnya.


"Apa? Mengapa kau melihatku?" tanya Dion.


"Terima kasih," sahut Yuki dengan sedikit menundukkan kepalanya. Membuat Dion dan Arthur tersentak.


"Maafkan saya, saya akan melihat Anda lagi, hiks...," jawab Yuki lalu menatap Arthur.


"Pfftt...." Dion dan Aurel menahan tawa mereka hingga tubuh mereka menggetar.


Arthur mulai merasa kesal, ia melepaskan dasinya dan melempar ke atas meja.


"Hapus ingusmu itu," seru Arthur.


"Terima kasih, hiks...." Yuki mengambil tisu lalu mengelap ingusnya yang mengalir itu.


"Aku langsung ke intinya saja, aku tak bisa membeli adikmu," tegas Arthur.


"Bos, dia sangat berguna. Dia akan melakukan apa pun yang Anda suruh," sahut cepat Iky.


"Bisa melakukan apa saja, ya?" Arthur terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Apa lagi yang di rencanakan, bocah si*lan ini," batin Dion menatap tajam Arthur.


Tak lama Dion menatap Arthur, Arthur langsung menatap balas Dion. Membuat Dion bingung dan kaget saat bersamaan.


"Jangan bilang kamu mau melakukan itu, Bos~" lirih Dion.


"Kau cepat tanggap, Dion. Aurel tuliskan apa yang ku katakan ini."


Aurel langsung mengambil buku dan pulpen dengan sigap.


"Pertama, semua yang di katakan pihak A harus di turutin pihak B tanpa pengecualian. Kedua, pihak A akan mengakhiri perjanjian sesuka dia. Ketiga, semua hubungan yang ada di pihak B akan di hilangkan. Keempat, dengan surat ini semua utang pihak B akan lunas. Dan terakhir, tidak boleh ada perasaan satu sama lain," jelas Arthur yang membuat Yuki dan Iky bingung.


"Buat surat perjanjian nikah kontrak itu sekarang, Aurel," sambung Arthur. Yuki tersentak sedangkan Iky tersentak juga tetapi kemudian tersenyum


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...TBC....


semoga kalian suka, jangan lupa like, komen dan votenya😉


^^^RiskaMawar^^^


...----------------...