I Just Want to Be Loved

I Just Want to Be Loved
Bab 2. Air mata yang di pendam



Yuki, menjauh perlahan dari Iky. Setelah mendengar kata "Jual" tersebut. Perasaannya tak enak, seluruh tubuhnya menggigil.


"Sudah aku katakan diam saja!!" bentak Iky.


Iky menarik Yuki, keluar dari rumah, Yuki terus saja memberontak hingga tanpa sadar Iky melayangkan sebuah tinjuan ke wajah Yuki, hingga gadis yang malang tersebut pingsan.


"Hei, Yuki!! Bangunlah," panggil Iky dengan menepuk-nepuk pipi Yuki.


"Arghhh!! Ja*ang ini membuat ku pusing saja!! Tapi ini cukup bagus, dengan begini dia tidak akan memberontak, hahaha!!!"


Iky pun memperbaiki pakaian Yuki, membenarkan rambutnya yang kusut, lalu menggendongnya seperti gadis itu sedang tertidur saja. Ia pun memanggil taksi dan langsung memberitahukan sopir ke mana arah tujuannya.


Selang beberapa menit saja mereka tiba di tempat tujuan, tempat tersebut membuat Iky tak yakin. Bagaimana tidak, sebuah bangunan terbilang sudah cukup tua, bahkan dinding bangunan tersebut seperti akan rubuh ketika di senggol sedikit.


Setelah lama ia berdiri di depan bangunan tersebut, sebuah wanita dengan pakaian seksi menghampirinya.


"Ada urusan apa datang ke tempat seperti ini bersama seorang gadis yang sedang tertidur? Ahh, dia pingsan bukan tertidur, fufu...," ucap wanita itu membuat Iky tersentak.


"Temanku mengatakan di sini bisa menjual ga...."


"Ssttt...." Wanita itu menutup mulut Iky dengan satu jarinya.


"Kau di tempat yang benar, fufu.... ikuti aku dan jangan sampe tertinggal, jika tidak kau tak akan bisa keluar lagi," sahut wanita dengan seringai.


Mereka pun memasuki bangunan yang terlihat akan runtuh jika tersenggol tersebut. Saat masuk hanya ada tiga pintu di bangunan tersebut, wanita itu membuka pintu yang berada di sisi kiri. Dari luar hanya terlihat lorong yang gelap, tetapi semakin memasukinya, mulai terlihat sebuah sel sepanjang lorong. Semakin memasuki lorong itu, mulai terdengar suara, teriak, menangis dan mendesah saat bersamaan.


Iky mulai merasa takut, tubuhnya mulai merinding dan menggetar. Mulai terlihat wanita dan pria yang ada di dalam sel tersebut, mereka mulai meminta tolong, menggoda dan menggila. Hanya dengan satu tatapan dari wanita yanga ada di depan Iky itu, membuat semua orang di dalam sel itu terdiam.


"Arghh!!" rintih Yuki, seperti mulai sadar.


"Ahh, akhirnya dia bangun," ucap wanita itu dengan seringai.


"Haha... i-iya? Apa dia sudah b-bangun?" Iky tergagap karena ketakutan.


"Kita sudah sampai, silahkan masuk dan istirahat dengan tenang. Bos kami akan segera tiba, fufu...." Wanita tersebut selalu saja membuat senyuman yang menakutkan membuat Iky selalu terkejut dan panas dingin.


"Hei, sedang apa kau?" tanya salah satu pria yang melihatnya.


Iky tersentak melihat semua pria yang di hadapannya "Seperti preman" batinnya.


"Saya di suruh menunggu di sini, oleh wanita yang menak... eh wanita yang cantik tadi." Iky hampir saja keceplosan hingga memukul mulutnya sendiri.


Salah satu pria berotot itu mendekati Iky, Iky mundur dikit demi sedikit hingga dirinya mentok sampai dinding. Tangan pria berotot itu mulai mendekati Iky.


"ARGH!! AMPUNI SAYA, SAYA HANYA INGIN MENJUAL ADIK SAYA DI SINI!!" teriak Iky yang ketakutan, ia kira pria itu ingin memukulnya.


"Aku hanya ingin mengambil gad... tidak kau bilang tadi adik mu, bukan? Kau terlihat keberatan menggendongnya, lihat keringatmu sebesar biji jagung, HAHA...."


"HAHAHA...." Semua tertawa melihat Iky yang hampir terkencing di celana itu.


Yuki mulai terbangun karena mendengar tertawaan yang sangat nyaring tersebut, penglihatannya masih buram-buram, ia mengedipkan matanya beberapa kali hingga penglihatannya jelas.


"Oii, gadis ini sudah bangun," ucap pria yang meletak dirinya di sofa.


Yuki tersentak lalu menjauhi pria berotot itu, tubuh Yuki menggetar seperti anak rusa yang baru lahir. Ia melihat sekelilingnya hanya ada pria berotot saja, sehingga tanpa ia sadari sebuah air dengan deras keluar dari matanya. Akhirnya air mata yang sudah ia tahan bertahun-tahun pun keluar.


"Ahh... apa ini? Apa ini? Dari mana datangnya, hiks...," ucap Yuki, mengelap air matanya yang tak berhenti mengalir tersebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...TBC....


Semoga kalian suka dan juga jangan lupa like, komen dan votenya😉


^^^RiskaMawar^^^


...----------------...