
"Bunda! ....astaga Sha bikin kaget aja," ucap chia karena kaget yang hanya dapat senyuman dari Risha
" Uukhh...ga mau lagi deh... ini yang pertama dan terakhir aja deh, ga mau kena hukum lagi.." lanjut chia.
" Lagian sih bisa-bisanya ketiduran, abis ngapain emang? Kamu belum jelasin loh" Tanya Risha.
" Kita cerita di kantin aja yuk.." jawab chia sambil menarik tangan Risha.
" Ehh chi.. main tarik tarik aja, untung ini tangan ciptaan Tuhan coba kalau cipta manusia udah copot mungkin dari badan.." ucap Risha tanpa berniat melepaskan tarikan chia.
" Kalau copot nanti tinggal di lem.." ucap chia yang membuat mereka berdua tertawa bersama.
Sesampainya di kantin mereka mencari tempat duduk yang nyaman untuk bercerita dan memesan makanan, chia mulai bercerita awal kenapa dia bisa hampir telat datang ke sekolah dan juga sampai bisa ketiduran dan berakhir di hukum.
...----------------...
flashback on
Awalnya setelah chia dan Raka membayar belanjaan, mereka berniat untuk pulang ke rumah. Namun ditengah jalan mereka mengalami kesialan karena motor yang mereka kendarai mogok.
" Kenapa berhenti disini bang? Rumah kita masih jauh loh bang.." tanya chia dengan rasa ingin tahunya.
" Gatau juga ini chi, motornya mati sendiri.. ga mau hidup mesinnya..." Jelas Raka.
" Bang Raka lupa isi bensin ya?" Chia kembali bertanya.
" Engga kok, tadi waktu mau jemput kamu bensinnya udah diisi penuh.... Kayanya kita harus cari bengkel yang masih buka deh chi, sapa tau masalahnya di mesinnya " ucap Raka.
" Emang masih ada yang buka jam segini?" Tanya chia.
" Ya kita cari aja dulu, kalau ga ada kita pulang naik taksi online aja. Biar motornya di titipin dulu.." jelas Raka.
" Yaudah ayo, terus ini motor mau di dorong? Abang kan yang mau dorong?. Ga mungkin chia suruh dorong kan?" Tanya chia.
" hehehe... Chia bantu dorong lah, masa chia tega biarin Abang dorong sendiri," ucap Raka sambil menampakan wajah memelas agar chia mau membantunya.
" Dihh... Drama banget.." ucap chia.
" Yaudah deh.. chia bantu Abang dorong," sambung chia sambil mulai membantu Raka mendorong motornya.
Setelah sekitar 30 menit kemudian, chia dan Raka akhirnya menemukan bengkel yang masih buka mereka akhirnya dapat bernapas lega.
" Akhirnya kita sampai..." Ucap chia sambil duduk di salah satu kursi yang ada.
" Capek banget ya chi? Sampai keringetan gitu" Tanya Raka sambil duduk di samping chia.
" Jangan ditanya lagi bang, " jawab chia sambil mengelap keringatnya.
" sabar ya, kapan lagi cobain dorong motor sekalian olahraga, kan katanya lagi diet.." ledek Raka, chia hanya dapat menggelengkan kepalanya.
...****************...
Dilain tempat terlihat dua orang tampan yang masih terlihat menikmati suasana tempat mereka menghabiskan masa kecilnya, siapa lagi kalau bukan Derryelle dan Nathanael. Mereka masih asik bersenda gurau mengenang masa kecil mereka.
" Hahaha... Sumpah ya itu lucu banget tau" ucap Nathan masih di iringi suara tertawanya.
" Hahaha.. bener banget sih, tapi yang paling keinget kamu ga bisa turun dari pohon waktu kita ngambil mangga pak Arto tanpa bilang.." sambung Derryelle.
" Oh yang itu, iya aku lupa cara turun dari pohonnya. Mana banyak semut lagi.." respon Nathan. "Pulang pulang kita kena marah mama Anin, mana badan gatel semua digigit semut.." lanjutnya.
" Lagian bisa-bisanya lupa cara turunnya," ucap Derryelle. " Sumpah ya kejadian kaya gitu ga bisa diulang lagi, terlalu banyak kenangan Kita waktu masa kecil... Kalau di ulang lagi bisa sama ga sih ya rasanya.." lanjut Derryelle.
" Hmm, aku juga pengen waktu bisa diulang.. tapi fakta yang ga pernah bisa diubah, kalau jam ga akan pernah bisa berputar ke kiri," ucap Nathan sambil tersenyum tipis.
" Udah ah.. jangan melow gini... Kan kita udah kumpul lagi jadi buat kenangan baru yang lebih baik" sambung Derryelle sambil merangkul sang sahabat.
Drettt....drettt..
Terdengar suara ponsel milik Derryelle, saat dilihat ternyata yang menelpon adalah papa adi.
" Siapa ryelle?" Tanya Nathan
" Papa, bentar ya mau angkat telpon dulu sapa tau penting.." ucap Derryelle sambil pergi sedikit menjauh dan hanya di angguki oleh Nathan.
" Hallo pa, kenapa nelpon?" Ucap Derryelle ditelpon.
Kembali ke chia dan Raka yang kini masih menunggu motornya diperbaiki.
" Bang.. gimana masih lama selesainya?" Tanya chia setelah melihat Raka yang datang menghampirinya.
" Lumayan lah.." jawab Raka sambil kembali duduk disebelah chia." Kamu kalau mau pulang duluan gapapa, persen ojek online masih ada lah jam segini, biar Abang yang ngurus ini" lanjutnya sambil menghadap Chia.
" Udahlah sekalian bareng Abang aja, kalau berangkat bareng Abang pulang juga harus sama abang.." jelas chia sambil memperlihatkan dimple miliknya dan hanya dibalas senyum juga oleh Raka.
Chia: Bun, chia izin pulang telat motor bang Raka lagi di perbaiki di bengkel soalnya mogok
Bunda: yaudah, hati-hati pulangnya kalau bisa jangan terlalu malam.
Chia: siap Bun.
Setelah mengirim pesan diantara Chia dan Raka keduanya sama-sama berdiam sampai pada akhirnya chia kembali membuka suara saat melihat sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri sekarang.
" Bang, chia pergi ke taman depan sana ya.. agak boring nih disini.." pamit chia pada Raka sambil menunjukkan arah taman.
"Yaudah sana, jangan jauh-jauh nanti ilang bingung Abang mau cari dimana... Sekalian aja tunggu disana nanti kalau udah Selesai Abang samperin" ucap Raka.
" Oke.... Chia pergi dulu bang, " ucap chia sambil berlalu pergi dan hanya di angguki oleh Raka.
Chia berjalan mengelilingi taman sambil tersenyum cerah, maklum saja chia bukan tipe orang yang suka keluar rumah tanpa punya tujuan yang jelas, ia lebih suka berdiam diri di rumah jadi dia tidak terlalu tau bahwa ada taman seindah itu.
" Keren sih ini taman....gini deh kalau lebih suka diem di rumah dari pada keluar jadi gatau kalau ada tempat kaya gini.." ucap chia sambil melangkahkan kakinya menelusuri jalan di taman itu.
" Bang Raka tau tempat ini ga ya? Sayang banget kalau sampai gatau... Ehh, foto bagus kali ya buat pamer ke bang Raka." Usul chia pada dirinya sendiri.
Chia mulai mengambil beberapa foto pemandangan taman dan juga beberapa foto selfie untuk dia posting di sosmed nya. setelah mendapat foto yang sesuai keinginannya, chia kembali menelusuri jalan sambil sesekali menendangi beberapa kerikil batu yang dia temui.
" Bang Raka kok lama ya? Lagian bisa-bisanya motornya mogok segala,"ucap chia sambil menendangi kerikil.
tanpa dia sadari chia menendang lebih kuat kerikil yang sedikit lebih besar dan mengenai seseorang. dan orang itu adalah Derryelle, siapa sangka disinilah mereka akan bertemu untuk yang pertama kalinya.
" Aaww... " Pekik Derryelle sampai ponselnya jatuh.
" Hallo...! Kenapa ryelle,?" Ucap papa Adi di sebrang telpon.
Derryelle buru-buru mengambil kembali ponselnya.
"Gapapa aman kok... Yaudah ryelle tutup dulu ya telponnya pa, nanti kita bicara lagi di rumah." Jawab Derryelle agar papanya tidak khawatir.
"Yaudah papa tutup dulu" ucap papa Adi menutup telponnya.
" Aduh... Kena orang lagi, gimana ini " batin chia sambil membelakangi Derryelle.
" Siapa yang lempar batu tadi!?" Ucap Derryelle sedikit teriak. " Woy... Kamu ya yang lempar batu tadi?" lanjutnya saat melihat chia yang sedang berperang dengan pikirannya sendiri sambil menundukkan kepalanya.
" Heii... Permisi bisa denger kan?" ucap Derryelle saat sampai di depan chia yang masih membelakanginya.
"sorry ga sengaja tadi..." ucap chia sambil menghadap dimana Derryelle berada.
"Enak aja bilang ga sengaja... Sakit tau,masih untung cuma kena bahu coba kalau kepala yang kena gimana coba.... Terus ini handphone ku juga pecah lagi layarnya," Ucap Derryelle sambil menatap chia.
Seketika pandangan keduanya bertemu, dalam hati, mereka saling memuji satu sama lain.
" Astaga... Dari mana datangnya pangeran tampan ini..." Batin chia.
" Lumayan cantik juga nih cewek," batin Derryelle.
Keduanya sama-sama saling memuji walau hanya lewat batin. Namun seketika notifikasi ponsel chia berbunyi yang membuat keduanya tersadar.
Bang Raka: chi, Abang udah ada di depan taman buruan dateng keburu makin malem nanti
Chia: oke bang, sabar chia otw kesana
" Sorry ya buat yang tadi, beneran ga sengaja, lagi buru-buru sekali lagi sorry ya" ucap chia sambil berlalu pergi.
"Ehh!... Enak aja main pergi gitu aja, tanggung jawab Dulu lah... Woy..." Ucap Derryelle sedikit teriak. " Dihh... Cantik-cantik ga bertanggung jawab, main pergi aja.... " lanjutnya.
Flashback off
......................
" Jadi kamu langsung pergi gitu aja chi..." Tanya Risha.
" Hehehe.. iya lagian bang Raka udah nungguin," jawab chia.
" Tetep aja chi setidaknya kamu itu harus tanggung jawab, setidaknya sama handphonenya." Ucap Risha.
" Iya deh nanti tanggung jawab, tapi kalau ketemu lagi sama tuh cowok. doain aja sapa tau bisa ketemu lagi hehehe..." ucap chia yang membuat Risha menggelengkan kepalanya.
" jadi kamu berharap bisa ketemu lagi?" tanya Risha yang hanya mendapat anggukan kepala dari chia.
" Terus apa hubungannya kamu telat bangun sama ketemu cowok itu?" Tanya Risha.
" emmm, sebenarnya aku tadi malem ga bisa tidur kebayang cowok itu terus... Sumpah aja tuh cowok ganteng banget tau." Ucap chia bersemangat. " Walau udah coba buat ngelupain tapi tetep aja ga bisa... Akhirnya aku milih buat nonton drakor, niatnya cuma mau nonton dua atau tiga episode aja.... Tapi malah keterusan sampai jam 2 pagi." Lanjut chia menjelaskan.
" Jadi alasan utama kamu telat bangun terus tidur dikelas tadi karena tidur jam 2 pagi?" Ucap Risha berusaha mencerna perkataan chia yang hanya di angguki oleh chia sambil memperlihatkan dimple miliknya.