
Setelah saling melepas rindu, dan bercerita banyak hal dengan kedua orangtuanya, Derryelle dan nathan kini berada di balkon kamar Derryelle yang sudah cukup lama dia tinggalkan.
"Jadi kamu bakal lanjut sekolah dimana? Ga mungkinkan mau balik kesana lagi?" Tanya Nathan.
" Nah itu! Rencana mau lanjutin sekolah disini aja, lagian disana udah ga asik lagi. Terus jauh dari keluarga juga ga enak ternyata.." jawab Derryelle. " Tapi mau lanjut di sekolah mana juga belum tau" lanjutnya.yang mendapat anggukan kepala dari Nathan, pertanda bahwa dia paham dengan situasi yang dialami sahabatnya itu.
Kesunyian terjadi diantara Nathan dan Derryelle untuk beberapa saat, sampai akhirnya Nathan membuka suara kembali.
" Kenapa ga di sekolah aku aja?"usul Nathan mendengar penuturan sahabatnya.
" Dihh... Itu mah kesenangan kamu" respon cepat Derryelle.
" Hehehe.... Tau aja, kan lumayan kalau satu sekolah aku bisa nebeng berangkatnya.." ucap Nathan. " Punya temen kaya raya itu harus dimanfaatkan dengan baik" lanjutnya.
" Sadar diri woyy..! Kamu juga dari keluarga kaya, kalau kamu lupa.." jawab Derryelle yang mampu membuat Nathan tertawa.
" Yang kaya itu orangtuaku, bukan akunya. Aku mah masih minta uang orangtua..." Sambung Nathan berniat membuat sahabatnya kesal.
" Terus apa bedanya sama aku!!, Aku juga yang kaya orangtuaku... Ah bikin kesel aja.." ucap Derryelle dengan kesalnya, sedangkan Nathan hanya tertawa melihat ekspresi kesal yang Derryelle perlihatkan.
Ya benar apa yang dikatakan Derryelle, keluarga Pradipta juga termasuk kedalam keluarga kaya raya, dengan berbagai usaha yang dijalankannya. Walau berasal dari keluarga kaya, sifat Nathan tidak mencerminkan seperti seorang anak konglomerat.
" udah lama di tinggal pergi masih aja ga berubah, seneng banget bikin kesel...." lanjut Derryelle.
"sorry deh... lagian udah lama ga ada yang bisa di bikin kesel hehehe..." jawab Nathan. "Ehh..! Ryelle gimana kalau malem nanti kita keluar cari angin... sekalian juga tuh kamu biar tau daerah sini, kan udah lama ga tinggal disini" lanjut Nathan.
" Emang ada yang beda Sama daerah ini? Keliatannya sama aja tuh," tanya Derryelle.
" Eits... Jangan salah, disini tuh udah banyak kemajuan dari waktu kamu masih disini... Kalau kamu liat nanti pasti kamu bakal kagum banget." Jelas Nathan.
" Kok ga percaya ya.. dulu juga bilangnya gitu, tapi yang ada ga sesuai sama yang kamu bilang" ucap Derryelle.
" Kali ini beneran deh... Jadi gimana mau ya..?" Bujuk Nathan.
" Emm.... Boleh juga tuh, yaudah nanti malem kita keluar" respon Derryelle mendengar usulan Nathan sambil memperlihatkan senyum manis yang mampu membuat kaum hawa terpesona.
...----------------...
Kini malam telah tiba, terlihat seorang gadis cantik sedang berdiri di depan cermin sambil membenahi tatanan rambutnya, siapa lagi kalau bukan Chia.
" Nah udah rapih, tinggal nunggu bang Raka Dateng aja" ucap chia. " Tapi ini bang Raka mana ya, udah jam segini kok belum datang? Udahlah tunggu di depan aja" Lanjutnya sambil berlalu keluar dari kamar.
Saat sampai di ruang keluarga chia melihat bundanya sedang menonton televisi.
"Bun... Ayah mana? Belum pulang?" Tanya chia pada sang bunda.
" Belum, tadi ayah kasih kabar katanya hari ini pulang sedikit telat, karena ada beberapa hal yang diurus ayah di kantor," jelas bunda Hana pada chia.
" Bunda perhatian chia rapih banget, emang mau pergi?" Tanya bunda Hana setelah melihat penampilan chia.
" Iya bun, chia izin keluar bentar sama bang Raka ya ?" Ucap chia sambil menghampiri sang bunda.
" Mau pergi kemana emang ?" Tanya bunda Hana.
" Itu bang Raka minta temenin beli hadiah buat temennya, sekalian mau jalan-jalan melepas penat Bun" jelas chia sambil tersenyum memperlihatkan dimple pada kedua pipinya.
" Terus Raka nya mana ?, Udah Dateng emang?" Sambung bunda Hana bertanya.
" Gatau Bun... Mungkin masih dijalan, jadi chia tunggu di depan aja biar kalau bang Raka sampe bisa langsung berangkat" jelas chia pada sang bunda.
" Yaudah... Kalau gitu bunda temenin Kedepannya, sapa tau bang Raka belum sampai kan chia ada temennya" sambung bunda Hana sambil berlalu keluar bersama chia.
Saat chia dan bundanya sampai di depan rumah, bersamaan dengan datangnya Raka dengan mengendarai motornya.
" Ihh bunda..! Mana ada, bang Raka tuh ngeselin banget orangnya" sela chia tak terima dengan penuturan sang bunda.
" Diihh... Mana ada abang ngeselin, kamu nya aja yang lebay.." saut Raka sambil menyalami bunda Hana.
" Enak aja ngatain orang lebay!!" Ucap chia tak terima. "tuh kan Bun, bang Raka tuh emang ngeselin banget." Adu chia pada bundanya.
"Hahaha.... udah ga usah berantem kalian berdua, katanya mau pergi" ucap bunda Hana. "yaudah sana berangkat nanti kemalaman, besok chia kan masih harus sekolah" sambung bunda Hana.
" Yaudah Bun..kita berangkat dulu ya," pamit chia dan Raka berbarengan.
" Iya, hati-hati ya.. kamu juga Raka bawa motornya jangan ngebut." Ucap bunda Hana pada mereka berdua.
" Siap Bun, chia nya Raka pinjem bentar ya Bun nanti Raka balikin lagi kok Bun, tenang aja chia pasti aman kalau sama Raka Bun." Ucap Raka.
Plakkk....
Terdengar suara bahu Raka yang dipukul oleh chia.
" Aduh... Chia! kenapa kepalaku di pukul sih!" Ucap Raka tak terima.
" Salah Abang sendirilah, kenapa Abang bilang kaya gitu.. emang Abang pikir chia barang apa!? Pake acara di pinjem segala." Ucap chia lebih tak terima dengan ucapan Raka sambil naik ke atas motor.
" Udahlah buruan jalan, keburu malam nanti.." lanjutnya.
" Santai aja kali chi masih jam segini juga, nan- aw...." ucap Raka terpotong karena chia mencubit lengannya.
" Jalan sekarang atau ga jadi sekalian, jangan bikin badmood deh bang" potong Chia sambil melepaskan cubitannya.
" eits... Harus jadilah...." ucap Raka.
" Sakit juga cubitan chia ternyata." Batin Raka sambil mengelus lengannya.
" Yaudah buruan jalan!!!" Sambung chia tak sabar.
" Iya chia yang cantik, pegangan nanti jatuh kan ga lucu.." ucap Raka.
" Hmmm..." Jawab chia yang hanya dapat gelengan kepala dari Raka.
"Bun kita pergi dulu ya.." ucap chia dan Raka sambil berlalu.
" Kebiasaan ga pernah akur," ucap bunda Hana sambil melihat kepergian Chia dan Raka.
Dilain tempat terlihat dua orang sahabat yang sedang berdebat.
" Nathan... mana yang beda perasaan sama aja, dari dulu ga ada yang berubah.." ucap Derryelle.
" liat yang bener deh.... pasti ada hal yang beda " jawab Nathan.
" apa yang beda Nathanael Pradipta, Kakan kiri semuanya masih sama... jangan bikin kesel ya..!" sanggah Derryelle.
" tuh liat sebelah kanan kamu, dulu itu tempat laundry sekarang udah alih fungsi jadi toko buku" ucap Nathan.
" udah gitu aja..? mana bagian yang bikin kagum, boring banget tau" sambung Derryelle.
" penglihatan kamu yang kurang jeli kayanya deh.." saut Nathan. " masih ingat taman yang dulu sering kita datengin? sekarang udah banyak banget perubahan." lanjutnya.
" buktiin kalau gitu.. kita kesana sekarang," respon Derryelle.
" oke.." jawab Nathan. " pak kita pergi ke taman yang biasanya ya.." lanjutnya berbicara pada sang supir, yang hanya mendapat anggukan kepala.