I Believe You

I Believe You
Raka



Sesampainya di rumah chia langsung menghampiri bundanya yang sedang duduk diruang tamu.


" Chia pulang!" Ucap chia


" Ehh!? Udah pulang anak bunda?" Tanya bunda Hana.


" Iya Bun" jawab chia sambil duduk disebelah bundanya.


" Gimana sekolahnya hari ini?"sambung bunda Hana.


" untuk lingkungan sekolanya chia suka, tapi kalau temen sekelas chia kurang nyaman Bun" adu chia pada sang bunda.


" Loh!? Kenapa emang?" Respon bunda Hana.


" ya chia merasa belum nyaman aja sama sifat mereka, beda banget sama temen-temen di sekolah yang lama" jelas chia.


" Tapi mungkin nanti seiring berjalannya waktu chia bisa terbiasa sama mereka" lanjut chia sambil menampakan senyum manis nya.


keadaan menjadi sunyi diantara ibu dan anak itu tidak aja yang membuka suara kembali.


" Yaudah dijalanin aja dulu semampu chia, cepat atau lambat nantinya chia pasti bisa bergaul sama mereka. tapi ingat harus bergaul kearah yang positif ya, kalau yang negatif jangan diikutin " ucap bunda Hana menasehati sang putri.


" siap Bun, percaya deh sama chia kan bunda tau tipe orang yang bisa berteman sama chia yang kaya mana" jawab chia dan dibalas senyum oleh sang bunda.


" bunda gatau aja temen-temen dikelas tingkah nya kaya mana, kalau bunda liat pasti bunda shock banget" batin chia.


"tapi ya Bun chia dapet temen baru tau, ya walau cuma satu " sambung chia.


" Bagus kalau gitu, kan chia setidaknya ga kesepian kalau dikelas" respon bunda Hana mendengar penuturan chia.


"yaudah sana masuk kamar bersih- bersih pasti capek kan? " Lanjut bunda Hana


" Iya Bun, chia masuk kamar dulu ya Bun" ucap chia sambil menuju ke kamarnya.


...----------------...


Selesai membersihkan diri chia merebahkan dirinya di tempat tidurnya


" Hari yang melelahkan, semoga kedepannya bisa lebih baik" ucap chia


" masih ga habis pikir kenapa bisa aku dimasukin ke kelas yang begitu" sambung chia bermonolog sendiri.


" udahlah gapapa pasti bisa bertahan... Ayo chia semangat langkahmu masih panjang " ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


" kalau dipikir-pikir Risha ternyata orangnya asik banget, siapa sangka orang yang keliatannya dingin ternyata bisa ketawa selepas itu" ucap chia sambil menginat kebersamaan bersama Risha.


" Ternyata benar ya, kita ga bisa nilai orang dari covernya aja, harus berteman baik ini sih, soalnya dimana lagi bisa dapet temen kaya dia" lanjut chia.


Tokk...tokk terdengar suara ketukan pintu chia membukan pintu kamarnya, saat di buka ternyata yang datang adalah Raka yang merupakan sepupu dari chia.


" Loh!? Bang Raka, kapan Datengnya?" Tanya chia


" Baru aja, lagian di chat ga bales, di telpon ga aktif sibuk bener ya?" Ucap raka


" Ohh... sorry bang baru pulang sekolah ga buka ponsel dari tadi. Hehehe" jawab chia


"Pantesan, gimana kalau kita ngobrol di taman belakang rumah aja sekalian cari angin" sambung Raka.


" Boleh juga tuh, ayo meluncur sekarang" ucap chia sambil berlalu pergi.


" Lah!?, Main ninggalin aja" omel Raka sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Chia.


" BANG RAKA BURUAN, LELET BANGET SIH JADI MANUSIA!!!" Teriak chia dengan suara nyarinya.


" Buset dah, suara chia keceng banget. Ga sakit apa tuh tenggorokan" respon Raka karena mendengar suara chia


" lelet banget sih bang jalannya!!" ucap chia setelah melihat keberadaan Raka.


" Yee.. sabar kali chi, kakinya cuma dua nih" ucap Raka sambil menghampiri chia.


...----------------...


sesampainya mereka di taman belakang rumah chia, terlihat banyak pohon-pohon yang rimbun dan bunga yang berwarna-warni tidak lupa terdapat kolam yang berisi bunga teratai.


" makin banyak aja bunganya, siapa yang ngerawatnya Chi? pasti bunda kan, mustahil kalau kamu" tanya Raka.


" enak aja!! aku juga ikut bantu ngerawatnya loh bang" ucap chia tak terima dengan penuturan Raka


" ya walau cuma waktu lagi ga mager aja sih, hehehe..." lanjut chia


" udah ketebak pasti jawabannya kaya gitu, lagian nih ya chi, kamu kan selalu mager di setiap harinya" sambung Raka.


" ya mau gimana lagi bang, mager udah jadi kebiasaan udah mendarah daging" jawab chia


" kalau misalnya mager itu pekerjaan, udah pasti aku udah kaya bang" lanjut chia.


" serah mu deh chi, pusing Abang ngomong sama kamu" ucap Raka frustasi dengan tingkah chia.


"omong-omong tujuan Abang main ke rumah mau ngapain?" tanya chia tiba-tiba.


"ehh iya!! sampai lupa kan mau sama tujuan awal Abang jadi gini, Abang mau minta tolong chia buat temenin Abang beli hadiah buat temen sekelas Abang yang mau ulang tahun" jawab Raka." gimana mau kan ?" lanjutnya.


" sorry bang lagi sibuk " jawab chia.


" sibuk ngapain ?" tanya Raka.


" sibuk, rebahan bang" jawab chia dengan santainya. " lagian nih ya bang, kenapa ga pergi sama temen Abang yang lain?" lanjutnya.


" kalau sama mereka bukannya dapet solusi malah bikin emosi yang ada, jadi mau ya temenin Abang?" ucap Raka.


" aku tau Abang lagi ada masalah sama mereka, kenapa Abang ga mau jujur sama chia... walau mungkin chia ga bisa bantu setidaknya chia bisa jadi tempat Abang membagi masalah Abang" ucap chia.


" bukan masalah besok kok, besok juga pasti udah baikan lagi" jawab Raka sambil tersenyum tipis. " lagian Abang bosen kalau pergi sama mereka, kita kan udah lama juga ga jalan bareng" lanjutnya


chia terdiam untuk beberapa detik sebelum akhirnya mengeluarkan suara kembali


" emang Abang mau kasih hadiah apa?" tanya chia.


" belum tau, makanya bantu Abang ya please!" ucap Raka memohon


" boleh deh, mau kapan pergi nya ? " tanya chia kepada Raka.


" nanti malem gimana? biar cepat selesai urusannya, sekalian kita jalan-jalan" jawab Raka." lagi butuh hiburan nih, tugas sekolah lagi banyak banget" lanjutnya.


" boleh banget kalau gitu, beradaptasi sama lingkungan sekolah baru lumayan bikin capek juga" ucap chia setuju. " jadi mau pergi jam berapa, jangan malem-malem besok masih sekolah soalnya" lanjut chia.


" kita berangkat jam 8 aja, nanti pulang sekitar jam setengah 10 biar ga kemalaman " ucap Raka.


" setuju bang " sambung chia.


" yaudah kalau gitu Abang pulang dulu ya, nanti jam 8 kita berangkat" ucap Raka berpamitan.


" hati-hati bang, awas kesandung semut " ucap chia membuat mereka berdua tertawa terbahak-bahak.


" ada-ada aja, yaudah Abang pergi dulu" pamit Raka yang hanya dapat anggukan kepala dari chia.


" setidaknya hari ini aku punya alasan untuk terus bertahan, thanks bang Raka udah mampir ke rumah" batin chia sambil melihat kepergian Raka.


" tuhan, terimakasih walau hari ini begitu menguras energi engkau tetap memberikan ku kesempatan untuk tertawa bersama orang-orang baik" ucap chia sambil menikmati suasana taman.