I Believe You

I Believe You
Sekolah Baru



Dimalam hari penuh kebisingan oleh lalu lintas kendaraan, dengan angin yang berhembus cukup kencang dan bunyi gemuruh petir. Mampu menggangu lamunan seorang gadis cantik yang berada di kamar nya, seseorang itu adalah grachia atau biasa dipanggil chia.


Chia menghembuskan nafasnya perlahan


" Tau aja nih ujan kalau lagi galau" ucap chia sambil menatap keluar jendela kamarnya.


" Lingkungan baru, sekolah baru dan teman baru... Oke ga boleh overthinking, ku harap semua akan berjalan dengan baik, semoga aku bisa mendapatkan teman" lanjutnya


" Apapun yang terjadi besok harus siap" lanjut chia meyakinkan dirinya sambil berjalan ke tempat tidurnya


Tak lama terdengar suara pintu kamar yang di buka, terlihat bunda chia yaitu bunda Hana yang masuk kedalam kamarnya.


" Chia..kok belum tidur? ini udah malam loh.. besok kan hari pertama chia sekolah" Ujar bunda Hana sambil mengecup pucuk kepala anak semata wayangnya itu.


" Ini chia baru mau tidur Bun" jawab chia sambil memperlihatkan senyum yang membuat dimple pada kedua pipinya terlihat.


" Yaudah kalau gitu, bunda keluar ya selamat malam anak cantik" ucap bunda Hana sambil mencium kening sang anak


" Selamat malam juga bunda cantik"jawab chia sambil tertawa dan menarik selimut untuk menuju ke alam mimpinya.


Bunda Hana hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkah sang anak dan berlalu pergi dari kamar itu.


Pagi hari tepat pukul 6 pagi dikamar terlihat seorang gadis cantik,


" Kaos kaki ku kemana ya?, Kayanya kemarin di lemari kok ga ada ya?"ucap chia sambil terus mencari "nah ini!! Akhirnya ketemu juga " sambung chia.


" Semoga hari ini berjalan dengan baik. Ayo chia semangat, kamu pasti bisa!"ucapnya sambil bercermin dan menampakan senyum manis nya untuk menyemangati diri nya sendiri.


Chia pun mengambil tasnya dan menuruni tangga untuk menghampiri kedua orang tuanya yang ada diruang makan.


" Selamat pagi ayah, bunda" ucap chia sambil mencium pipi kedua orang tuanya


"Pagi sayang, eehh?! udah siap aja anak cantik bunda" jawab bunda Hana sambil mengoleskan selai kacang kesukaan chia.


" Iya nih, biasanya jam segini baru bangun tumben udah siap aja" sambung ayah Reno sambil menikmati secangkir kopi.


" Iya dong Bun..yah.. kan ini hari pertama chia masuk sekolah baru, masa baru hari pertama udah telat aja " jawab chia sambil memakan sepotong apel.


"Bagus itu, bunda harap chia bisa bangun pagi terus, kan bunda jadi gak perlu bangunin chia lagi" ucap bunda Hana sambil memberikan segelas susu kepada chia


" Bun, jangan terlalu berharap lebih sama chia. Paling seminggu kemudia chia susah bangun pagi lagi" ucap ayah Reno berniat menggoda sang anak


" iihh..ayah kok gitu!?chia bisa ya bangun pagi liat aja bukan cuma untuk hari ini tapi untuk seterusnya chia pasti bisa bangun pagi, kecuali hari libur " sanggap chia atas ucapan ayahnya.


" udah buruan makan nanti telat" ucap bunda Hana


"Iya Bun" jawab chia sambil memakan sarapannya


" Bun.. yah, chia udah selesai chia berangkat dulu ya " ucap chia sambil mencium tangan kedua orang tuanya


" Ga mau bareng ayah?" Tanya ayah Reno


" Yaudah hati hati dijalan ya" ucap bunda Hana


" Siap Bun,,chia berangkat sekarang Bun.. yah" jawab chia sambil berlalu pergi


Sekarang chia sudah sampai di depan gerbang sekolah baru nya. Terlihat bangunan bertingkat didepan sana dengan lapangan yang cukup luas dan juga banyak siswa siswi yang juga menempuh pendidikan di sana.


" Lumayan bagus sekolahnya, selamat datang disekolah barumu chia" ucap chia pada dirinya sendiri dengan senyum manis nya


"sekarang aku harus pergi kearah mana? Jalan aja dulu deh" Sambung chia


Chia berjalan mengelilingi sekolah baru nya, ia cukup menikmati suasana yang ada sampai chia tidak sadar bahwa dia sudah berkeliling cukup lama, chia memutuskan untuk melihat kelas barunya.


" Iihh?! Ini kelasnya yang mana sih! Dari tadi gak ketemu mana udah masuk lagi" ucapnya frustasi karena tidak menemukan ruang kelasnya.


" Akhirnya ketemu juga nih kelas" ucap chia sambil tersenyum dan membuka pintu ruang kelas Xl IPS 3


" Whaaatt?!!" Ucap chia sedikit teriak karena kaget, untungnya murid yang ada di kelas itu tidak mendengar teriakan chia.


" Be- beneran ini kelasnya? Kenapa, gimana, kok bisa yang ini sih?!!" Sambung chia dengan suara pelan hanya dia yang mendengarnya, bagaimana tidak kaget jika murid dari kelas barunya ini beraneka ragam tingkah dari yang sedang, bermain game, bernyayi, tidur, bahkan ada yang sedang berdebat entah apa yang mereka debatkan.


" Bener- bener diluar bayangan, mungkin BMKG juga ga bisa prediksi. Semoga bisa kuat dengan tingkah mereka yang luar biasa ini" ucap chia dalam hati


" grachia?! Anak baru kelas Xl IPS 3 ya?," Tanya seorang guru yang akan memasuki kelas. Mendengar itu chia cukup kaget dan menengok kebelakang.


" I-iya Bu, s-saya murid baru" jawab chia sedikit gugup karena terkejut.


" kalau begitu ayo masuk, kelas sudah akan dimulai" lanjut sang guru sambil tersenyum.


Chia memberanikan diri untuk memasuki ruang kelas, terlihat banyak pasang mata yang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.


" Baiklah anak anak.. sebelumnya perkenalkan saya ibu anna, ibu akan menggantikan pak Harto sebagai wali kelas kalian.." ucap ibu Anna sambil menunjukkan senyumnya. "disini ibu juga membawa satu murid baru, silahkan nak perkenalkan dirimu" sambung ibu Anna sambil menatap chia seolah memintanya untuk melakukan perintahnya.


" Ha- hai semuanya perkenalkan aku grachia biasa di panggil chia, semoga kita bisa berteman dengan baik" ucap chia sambil menyembunyikan kegugupannya dengan tersenyum tipis.


" Haaii Chia salam kenal!!" Jawab semua murid berbarengan.


"chia kamu silahkan duduk dibangku yang kosong" perintah ibu anna, chia memilih duduk di bangku pojok bersama seorang murid perempuan.


" dan karena semua guru akan mengadakan rapat, kalian akan ibu berikan tugas dihalaman 25 kerjakan dan kumpulan kepada ketua kelas saat jam istirahat nanti" sambung ibu Anna sambil meninggalkan kelas


" Baik bu" jawab semua murid sambil mulai mengerjakan tugas yang diberikan.


Begitupun dengan chia, walau tidak jarang chia melirik seorang murid perempuan yang duduk di sampingnya. " Dingin sekali, bahkan dia tidak bergeming walau aku duduk di sampingnya, apakah memang sifatnya seperti itu?" Tanya chia dalam hati


" Berhenti melirik ku, kerjakan tugas yang ada" ucap murid perempuan itu, selolah tau akan tingkah chia.


" !!! Oo-oke" ucap chia dengan sedikit gugup dan kaget memdengar suara murid itu yang seolah sadar dengan tingkah chia