I Believe You

I Believe You
keluarga Wijaya



Di lain tempat terlihat seorang cowok dengan tinggi sekitar 183 cm berjalan keluar dari bandara, kehadirannya tidak luput dari perhatian banyak orang yang menatapnya kagum terutama para wanita yang ada disana.


Dengan menggunakan kaos berwarna putih di lapisi dengan jaket dan celana jeans membuat siapa saja terpana melihatnya, terutama para kaum hawa. apalagi Dengan wajah tampan, kulit putih,dengan senyum manis memperlihatkan dimple pada kedua pipinya dan jangan lupakan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya membuatnya terlihat sempurna.


Dia adalah Derryelle Amarillo Wijaya, anak semata wayang dari seorang pengusaha sukses yang terkenal yaitu Adi Wijaya dan Anindita Putri


" ini si Nathan mana sih, lama banget Datengnya" ucap Derryelle sambil mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang yang dia panggil Nathan.


" Hallo, udah dimana....?, Aku udah sampe nih..." Ucap Derryelle.


" Iyaa sabar dikit bro, lagi dijalan ini bentar lagi sampe kok..." Jawab Nathan


" Buruan! Udah capek banget nih" sambung Derryelle.


"Pak bisa lebih cepet dikit, keburu si tuan muda ngomel" ucap Nathan pada sang supir


" Jangan panggil aku tuan-" ucap Derryelle terputus karena telponnya di matikan sepihak oleh Nathan.


" Auto kena amuk ini mah, bodoamat deh salah siapa cerewet bener" ucap Nathan sambil tersenyum jahil


"Hallo?.... Nathan? Woy Nathanael Pradipta!!" Seru Derryelle dengan nada sedikit meninggi. " Sial!... Main matiin aja" lanjut Derryelle mengetahui bahwa telponnya dimatikan sepihak oleh Nathan.


Nathanael Pradipta atau biasa dipanggil Nathan adalah seorang sahabat Derryelle dari kecil, kemana-mana mereka selalu bersama, bahkan karena selalu bersama jika orang-orang yang baru mengenal mereka pasti akan mengira mereka adalah kembar.


Nathan sudah menganggap Derryelle sebagai saudaranya begitu juga sebaliknya, begitu juga dengan keluarga mereka. Keluarga Derryelle yang sudah menganggap Nathan adalah bagian dari keluarga wijaya dan keluarga Nathan yang juga menganggap Derryelle sebagai bagian dari keluaga Pradipta.


Tak lama kemudian mobil yang dinaiki Nathan sudah sampai dibandara, Nathan segera mencari sahabatnya siapa lagi kalau bukan Derryelle. Nathan mengambil ponselnya untuk menghubungi Derryelle namun sebelum Nathan menelpon dia melihat seorang yang sangat dia kenal


"Itu Derryelle bukan ya? Samperin aja deh dulu, semoga aja bener dia," ucap Nathan dan memutuskan untuk menghampiri orang yang mirip Derryelle.


" DERRYELLE!!" teriak nathan, sambil menghampiri sang sahabat.


" Lama bener sih jemputnya!? hampir jamuran nih aku nunggu kamu than. Sama satu lagi enak bener main matiin telpon tadi!" ucap Derryelle sambil berkacak pinggang.


" Ya sorry ryelle, tau sendiri jarak rumahku ke bandara kan jauh ditambah kena macet juga tadi" jelas Nathan." Terus kalau masalah matiin telpon tadi, itu sengaja sih soalnya males dengerin ocehan kamu" lanjutnya.


" Terserah... udahlah, ayo pulang kangen rumah nih.." ucap Derryelle yang tidak mau melanjutkan perdebatan sambil pergi menuju mobil.


" Siap tuan muda..." Jawab Nathan sambil mengikuti Derryelle dari belakang.


Tanpa Nathan sadari ucapannya tadi mampu membuat Derryelle berhenti dan menghadap kebelakang sambil menunjukkan tatapan tajam kepada Nathan.


" Kenapa..? Ada yang ketinggalan? Atau mau mampir dulu? " Tanya Nathan yang tidak peka dengan tatapan maut milik Derryelle.


" Bisa ga berhenti manggil tuan muda, kita udah berteman dari kecil loh!" Ucap Derryelle tak suka jika dirinya di panggil seperti itu.


" Iya deh sorry, janji ga ngulangin lagi kalau ga lupa tapi hehehe..." Jawab Nathan sambil tertawa renyah.


" Hmm... Udahlah balik, capek nih pengen istirahat." Sambung Derryelle.


Sesampainya di kediaman keluarga Wijaya, terlihat sebuah mobil memasuki perkarangan rumah yang terlihat begitu mewah bak istana di negeri dongeng.


" Lah!!? Emang ga kamu kasih tau ?" Nathan balik bertanya. " Aku udah lama ga kesini semenjak kamu pergi, jadi aku ga bilang kalau kamu pulang sekarang"lanjut Nathan.


" mampus.... Pasti mana marah nih, kalau tau aku pulang tanpa kasih tau duluan... Gimana dong ini?" Ucap Derryelle.


" Gini aja nanti kalau misalnya mama Anin tanya, kamu jawab aja kalau kamu sengaja karena mau kasih surprise." Usul Nathan.


" Boleh juga tuh, pinter juga kamu..." respon Derryelle mendengar usulan dari Nathan.


" oh,, ya jelas ini kan nathan" ucap Nathan dengan sombongnya.


" Baru dipuji dikit udah sombong, udahlah yok masuk" ucap Derryelle.


" Gapapa lah sekali-kali sombong, kapan lagi coba seorang Derryelle Amarillo Wijaya Muji orang lain... Fenomena langka ini" respon Nathan yang hanya mendapat gelengan kepala dari Derryelle.


Derryelle dan nathan turun dari mobil dan langsung menuju ke dalam rumah, saat memasuki ruang keluarga Derryelle melihat kedua orangtuanya sedang duduk disana dengan semangat Derryelle menghampiri keduanya.


" Mama... Papa.. anak mu yang tampan ini pulang," ucap Derryelle sambil merentangkan kedua tangannya.


" Ya ampun... Sayang!? Kok udah ada disini? kenapa ga kasih kabar dulu kalau mau pulang?" Ucap mama Anin sambil memeluk anak semata wayangnya itu.


" Kan mau kasih surprise buat mama, gimana berhasil kan ma surprise ryelle?" Tanya Derryelle sambil menerima pelukan hangat dari sang mama.


"Maaf ma,, ryelle terpaksa bohong... " Batin Derryelle.


"Beneran dipake dong!!!" Batin Nathan terkejut dengan penuturan Derryelle.


" Sukses banget, mama kangen banget sama kamu sayang" ucap mama Anin Sambil melepaskan pelukannya.


" Ryelle juga kangen banget sama mama.." ucap Derryelle sambil tersenyum manis memperlihatkan dimple miliknya.


" Ehh!!? Ada Nathan juga ternyata, apa kabar nak?" Tanya mama Anin yang baru sadar akan kehadiran Nathan dan memeluknya.


" Nathan baik ma, mama gimana sehat kan?" Jawab Nathan sambil memeluk mama Anin.


" Mama sehat sayang... Omong-omong kamu tau kalau Derryelle mau pulang?" Tanya mama Anin sambil melepaskan pelukannya.


" Ah... Iya ma, Nathan udah tau.. Derryelle tadi pagi kasih kabar mau pulang jadi Nathan jemput di bandara." Jelas Nathan.


" Ehemmm....papa ga dapet pelukan nih?" Papa Adi. Membuat ketiga orang itu tertawa kecil karena melupakan seseorang yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.


" Papa..." Ucap Derryelle sambil memeluk papanya yang juga di balas pelukan hangat dari sang papa.


" Makin tinggi aja kamu ryelle, papa aja udah kalah tinggi dari kamu," papa Adi kembali berucap sambil melepaskan pelukannya.


" Ya harus dong pa, selain tinggi ryelle juga makin tampan kan pa?" Ucap Derryelle berniat sombong.


" Emmm... Kamu emang tampan, tapi masih kalah tampan dari papa.." ucap papa Adi tak mau kalah yang berhasil membuat semua orang tertawa bersama.


Mereka pun memutuskan untuk duduk bersama di ruang keluarga sambil terus mengobrol dan tertawa mendengar ocehan Nathan dan papa Adi yang jika disatukan pasti akan ada saja guyonan yang dibuat.