I Believe You

I Believe You
cantik?



Disinilah Derryelle dan Nathan berada, tempat yang begitu luas dan indah dengan banyak lampu yang menyala, bunga yang berwarna-warni, semakin banyak kursi taman yang ada,dan banyak pohon yang rindang membuat suasana semakin tenang.


Inilah taman tempat mereka menghabiskan masa kecilnya mereka bersama, sebelum akhirnya Derryelle dan Nathan harus berpisah dengan pendidikan masing-masing.


" Gimana ryelle? Makin keren kan..." tanya Nathan. " aku yakin kamu kaget kan liat keadaan taman ini, berterima kasihlah pada temanmu yang tampan ini" lanjutnya sambil menyisir rambutnya kebelakang.


"Dih... Sombongnya mulai lagi, tapi kali ini percaya sih, beneran makin bagus aja nih taman.. padahal ini malam loh" ucap Derryelle sambil melihat kesana-kemari.


" kalau siang ga kalah bagus... sekarang taman ini makin asik buat bersantai, biasanya banyak orang yang datang ke sini buat nenangin diri.." ucap Nathan.


"Kamu juga sering kesini?"tanya Derryelle.


" Iya... Kalau lagi butuh waktu sendiri atau lagi ga ada kerjaan biasanya aku kesini," jawab Nathan sambil tersenyum Derryelle hanya dapet terdiam.


" Tapi karena sekarang udah ada kamu, jadi mulai sekarang kita berdua bisa kesini bareng sekalian mengenang masa kecil kita ya kan.." lanjut Nathan sambil merangkul bahu Derryelle.


" Inilah yang hebat dari Nathan, dia masih bisa bersikap baik-baik saja, walau tanpa orang lain dan dirinya sadari sebenarnya dia juga butuh sandaran..." Batik Derryelle sambil menatap Nathan.


" Kenapa ngeliat aku dari tadi, aku tau aku tampan," ucap Nathan yang sadar ditatap oleh Derryelle.


" Dih... percaya diri banget.." ucap Derryelle membuat mereka berdua tertawa bersama.


...****************...


Ditengah perjalanan Raka menghentikan kendaraannya.


" Kenapa bang..?"tanya chia.


"Laper nih belum makan hehehe... kita cari makan dulu ya." Ucap Raka sambil tersenyum kearah chia.


"Oh... yaudah gapapa bang, tapi emang disini ada restoran atau kafe bang?"tanya chia.


" Gatau juga makanya kita cari aja ya " jawab Raka.


" Yaudah ayo bang jalan..." Sambung chia.


" Oke... let's go!" Ucap Raka sambil menjalankan kembali kendaraannya.


Setelah mencari cukup lama, akhirnya mereka menemukan satu pedagang kaki lima yang menjual nasi goreng.


" Chi... Ga mau pesan ?" Tanya Raka sambil memakan nasi gorengnya.


" Ga deh bang... Udah kenyang," jawab chia sambil meminum segelas teh hangat.


" Pasti lagi diet kan..?" Tanya Raka.


" Hehehe tau aja.... iya nih bang, badan chia udah berasa berat soalnya bang.." jelas Chia.


" Kebiasaan, buat apa coba diet segala.cowok pasti bisa terima chia apa adanya, mereka pasti ga akan Mandang fisik..." Ucap Raka.


" Apa kata Abang!? Cowok bisa Nerima apa adanya tanpa Mandang fisik? Udah deh bang jangan bicara omong kosong... di zaman sekarang beautiful privilege itu lebih diutamakan dari pada kebaikan hati," Respon Chia atas ucapan Raka.


" Tapi kan ga semua orang Mandang fisik" sambung Raka.


" Iya memang ga semua orang Mandang fisik, soalnya ada juga yang Mandang materi yang kita punya, bukannya itu sama aja ?" Ucap chia yang membuat Raka terdiam.


"suka-suka kamu aja deh chi..." Ucap Raka yang hanya mendapat respon senyuman dari chia.


Setelah menghabiskan makanannya Raka dan chia lanjut untuk pergi mencari hadiah untuk teman Raka,tidak perlu waktu lama, kini chia dan Raka berada di sebuah mall yang cukup besar, mereka mulai berkeliling untuk mencari hadiah yang sesuai, namun lagi dan lagi mereka berdebat hanya karena hal sepele.


" Jaket aja udah bang, modelnya keren terus harganya terjangkau lagi..." Saran chia sambil menunjukkan jaket pilihannya.


" Yang bener aja chi... masa warna pink, yang ada Abang diketawain nanti.. mana ada bulu-bulunya lagi" tolak Raka.


" Loh..!? Kenapa? Padahal keren tau bang, pasti temen Abang suka... Udah bang beli aja " respon Chia.


" Bang Raka... Masa warna hitam sih! warna kaya gitu udah pasaran banget, bagusan warna pink.." ucap chia.


" Masa iya temen Abang dikasih warna pink, dia mana mau pake Jaket kaya gitu.. yang ada nanti bukan di pake sama dia, tapi di kasih ke orang lain." Jelas Raka.


" Ga mungkinlah..!" Ucap chia tak mau kalah.


" Udah deh chi, jangan berasa paling tau semuanya... Abang yang udah temenan sama dia, jadi Abang tau gimana sifat dia," ucap Raka yang sama-sama tak mau mengalah.


Keduanya sama-sama berdiam diri sebelum akhirnya chia kembali membuka suara.


"ihh bang... Ribet banget mau beli hadiah aja," ucap chia.


"Gini ya bang..., cewe mana coba yang ga suka warna pink, apalagi bentuknya lucu banget kaya gini.."lanjut chia menjelaskan.


" Iya Abang tau cewe pasti suka" ucap Raka.


" Yaudah Abang kasih ini aja.. yakin deh temen Abang pasti suka dan cantik banget kalau pake jaketnya" bujuk Chia.


" Tunggu.... Cantik..?" Tanya Raka yang hanya mendapat anggukan kepala dari chia.


" Jangan bilang kalau kamu kira temen Abang itu cewe..." Ucap Raka dengan ragu.


"Loh..!? Emang bukan cewe?" Tanya chia yang hanya dapat gelengan kepala dari Raka.


" Jadi kamu ngeyel buat beli jaket itu, karena kamu kira temen yang mau Abang kasih hadiah itu cewe?" Ucap Raka balik bertanya.


" Iya..." Jawab chia dengan polosnya sambil menganggukkan kepalanya."Chia kira cewe, terus Abang mau kasih hadiah buat dia, biar dia terkesan sama abang... Lagian Abang kenapa ga bilang kalau temen Abang itu cowok, kan chia jadi salah tanggap" Lanjut chia menjelaskan.


" Jadi... dari tadi kita ribut panjang lebar cuma buang-buang waktu aja..?" Tanya Raka sedikit frustasi.


" Ya salah Abang lah!" Ucap chia.


" Lah kok salah Abang!?" Tanya Raka tak terima.


" Iyalah, kenapa Abang ga bilang kalau temen Abang itu cowok... Coba kalau Abang ngomong kan kita ga perlu debat dari tadi!" Jelas chia.


" Chia juga ga tanya dulu, jadi bukan salah Abang sepenuhnya" alasan Raka.


" Kok jadi chia juga yang salah, pokoknya ini semua yang salah Abang titik.." ucap chia tak mau kalah


" Raka baik, Raka tampan, Sabar ya.... Gimanapun chia sepupu kamu.." batin raka.


" Huh... Iya deh ini salah Abang, chia ga salah..' ucap Raka mengalah.


" Nah gitu dong.." ucap chia yang hanya dibalas senyum oleh Raka.


"Udah deh ngalah aja dari pada makin panjang urusannya..." Batin Raka.


" Jadi Abang mau beli jaket yang warna hitam? " Tanya chia Yang hanya diangguki oleh Raka.


"Oke...." Ucap chia kembali sambil mengambil jaket warna pink tadi.


"jadi kalau gitu yang pink buat chia, Abang yang bayarin... Oke thanks bang Raka," Lanjut chia sambil tersenyum dan lagi-lagi hanya mendapat anggukan kepala dari Raka.


Sedetik kemudian Raka tersadar dengan kata-kata chia.


" Ehh..!? Mana ada bayar sendiri lah, kan katanya harganya terjangkau..." Ucap Raka.


" Kalau ada uang abang kenapa uang chia harus keluar.... Lagian kan Abang yang ngajak chia keluar jadi Abang lah yang harus bayarin...oke ayo bang buruan bayar, keburu kemalaman nanti udah cape nih chia kebanyakan debat sama Abang tadi..." Jawab chia sambil berlalu pergi.


" Yaudah, jalan-jalannya jalannya ditunda dulu deh" ucap Raka sambil menyusul Chia.