
setelah menempuh perjalanan cukup lama, kini chia sudah berada di depan sebuah perpustakaan yang menjadi tempat dia dan sahabatnya Risha akan bertemu, ternyata Risha sudah ada di sana.
" Sha... Cepet banget datangnya?udah nunggu lama ya? " Tanya chia sambil menghampiri Risha.
" Emm, engga kok... Aku baru juga sampai, tadi sekalian abis pergi nemuin kakak ku di kantor nya.." jelas Risha.
" Ohh... Emang kantornya Deket sini?.." tanya chia penasaran
" Ya... Lumayan Dekat, jadi sekalian aja.." jawab Risha yang di angguki oleh chia.
" hehehe.... sorry banyak tanya ya..soalnya kalau udah pengen tau suka kepikiran terus..." ucap chia sambil tersenyum manis.
" Santai aja, lagian bukan hal yang terlalu privasi. Masih aman lah buat diceritain.." ucap Risha.
" Tapi kan tetep aja, kaya ga sopan kita kan belum terlalu lama kenal nya.." ucap chia merasa tidak enak.
" Udahlah santai aja, kita kan sekarang udah jadi sahabat..." Jelas Risha. " Udah yuk masuk... Panas nih di luar.." ajak Risha sambil menarik tangan chia masuk ke dalam perpustakaan.
" Gantian nih sekarang kamu yang main tarik tarik tangan..." Ledek chia.
" Biar kamu tau rasanya..." Jelas Risha.
" Jadi ceritanya lagi balas dendam nih..." Ucap chia.
" Ssttt... Udah ga usah banyak omong, ikut aja.." perintah Risha yang mendapat respon anggukan kepala dari chia.
......................
Di sisi lain perpustakaan itu terlihat dua orang tampan yang sedang asik membaca buku, lebih tepatnya hanya salah satu dari mereka yang membaca buku.
" Than... Masih lama ga sih, bosen banget ditempat kaya gini.." ucap Derryelle sambil meletakkan kepalanya di meja.
" Yaelah ryelle... Baru juga 10 menit kita disini, sabar dikit kenapa... Belum ketemu nih materinya.." jelas Nathan sambil Masih fokus membaca setiap huruf pada buku yang dia pegang.
" Lagian, teknologi udah canggih.. tinggal searching di internet aja apa susahnya, atau bisa cari buku-buku digital lebih mudah kan..." Timpal Derryelle.
" Udah deh ryelle jangan ngoceh aja... aku udah pusing sama nih tugas Jangan bikin aku makin pusing, mending kamu bantu aku atau engga kamu baca buku, sapa tau ada buku yang mau kamu baca..." Jelas Nathan sambil masih fokus pada bukunya.
" Hmm... Iya deh yang lagi sibuk-sibuknya, sensi bener.. udahlah aku mau keliling bentar" ucap Derryelle sambil berlalu pergi dan hanya mendapat gelengan kepala dari Nathan.
" Agak nyesel ngajak tuh anak.." ucap Nathan dengan suara kecil, bahkan mungkin hanya dia yang dapat mendengarnya sambil kembali fokus ke bukunya.
Derryelle mulai melihat-lihat buku yang mungkin dapat menghilangkan kebosanannya, rak-rak buku mulai dia lalui. sampai akhirnya dia menemukan satu buku yang menurutnya cukup menarik dan mengambilnya. saat ingin berlalu pergi dari sana, tanpa disengaja dia menabrak seseorang.
Brukkk.... Suara chia terjatuh, saat chia berdiri dan mengambil bukunya yang terjatuh, chia terkejut karena orang yang menabraknya ada orang yang dia temui di taman waktu itu. Cowok tampan bak pangeran menurut chia.
" Kamu..!!" Ucap mereka bersamaan sambil saling menunjuk satu sama lain.
" Gimana sih jalan ga pake mata... masa orang Segede ini ga keliatan" ucap chia.
" Dimana-mana kalau jalan itu pake kaki, bukan pake mata.. lagian kamu juga tuh jalan ga liat ke depan," jelas Derryelle tak mau kalah
"Heh! Enak aja kalau ngomong, yang salah itu kamu... Orang jelas-jelas kamu yang nabrak kok..." Ucap chia lebih tak mau kalah.
" Atau mungkin kamu sengaja ya... Mau bales dendam karena waktu itu..." Lanjut chia menyelidik.
" Dih.. apaan sih main nuduh sembarangan aja... Ga jelas banget" ucap Derryelle.
" Oh iya... buat masalah yang di taman waktu itu, ku harap ga ada korban selanjutnya... Cukup handphone aku aja yang jadi korban.." ucap Derryelle sambil memperlihatkan handphone nya yang berlayar pecah.
Tidak mau memperpanjang masalah Derryelle memilih untuk pergi dari sana tanpa membawa buku nya namun, sebuah suara menghentikan langkahnya.
" Ehh!? Mau kemana, kamu yang salah bukanya minta maaf malah main pergi aja.." ucap chia.
"Sorry... Udah puas?" ucap Derryelle dengan wajah datarnya.
" Terserah...." Ucap Derryelle dan berlalu pergi.
" Ihh... Jadi cowok nyebelin banget sih, semoga habis ini ga ketemu sama dia lagi.." gerutu chia sambil melihat kepergian Derryelle.
Chia pun memilih berlalu pergi menghampiri sang sahabat, walau masih dengan wajah kesalnya. brukk... chia meletakkan bukunya dengan keras, Risha yang melihat hal itu sedikit heran.
"kenapa tuh muka kusut bener? Perasaan tadi masih happy aja.." tanya Risha masih fokus dengan bukunya.
" Gapapa cuma kesel aja, tadi ada cowok yang nabrak aku cuma ga minta maaf.." jelas chia sambil mulai melihat buku yang dibawanya.
" Tapi kamu gapapa kan ?" Tanya Risha sambil melihat ke arah chia.
" Aman kok... Cuma sebel aja sama tuh cowok, ya walaupun aku juga punya salah sih ke dia.." jelas chia kembali.
" Emang kamu punya salah apa?"Risha kembali bertanya.
" Emm.... Sebenarnya cowok yang nabrak aku itu cowok yang waktu itu ga sengaja kena lempar batu dari aku... Hehehe.." jelas chia di iringi tawanya.
Mendengar penuturan chia Risha hanya dapat menggelengkan kepalanya.
" Jadi kalian sama-sama punya salah?" Tanya Risha yang di angguki oleh chia.
" Tapi kok bisa ya kalian ketemu disini lagi? ini pertemuan kedua kalian loh... Atau jangan-jangan kalian jodoh nih...." Ledek Risha.
"Apaan sih! Ga ada ya, males banget berjodoh sama dia ya walaupun tampan sih... Tapi ngeselin banget orangnya.." ucap chia tak terima.
" Kan siapa tau beneran, kaya di novel-novel yang awal ketemunya kaya gitu.. awalnya saling benci lama-lama saling rindu" sambung Risha.
" Kebanyakan baca novel nih, udahlah jangan dibahas lagi bikin badmood aja.." ucap chia sambil melanjutkan membaca bukunya.
Risha yang melihat tingkah chia hanya dapat tersenyum tipis.
"Aku doain semoga kalian berjodoh, " bisik Risha kepada chia dan membuatnya memicingkan matanya.
" Dan aku berdoa supaya doa kamu ga terkabul.." balas bisik chia.
" Kita liat aja nanti," ucap Risha kembali fokus ke bukunya.
...****************...
Disisi lain Derryelle kembali menghampiri sang sahabat yang masih berkutik dengan bukunya.
"Nathan udah selesai belum? Pulang yuk.." tanya Derryelle sambil duduk di depan Nathan.
" Sabar sebentar lagi nih, kamu udah dapet buku yang menarik?" ucap Nathan masih fokus dengan bukunya.
" Ga ada yang menarik, semuanya sama aja, membosankan..." ucap Derryelle.
" Ya udah terserah kamu mau ngapain, tapi sabar ya masih ada yang ku-" ucap Nathan terpotong setelah melihat ekspresi wajah Derryelle.
" Kamu kenapa ryelle? Tuh muka ditekuk gitu..." Tanya Nathan.
" Aku ketemu sama cewek yang bikin layar handphone aku pecah.." jelas Derryelle dengan nada kesal.
" Terus masalahnya di mana? Dia minta maaf ga?" Tanya Nathan penasaran.
" Boro-boro minta maaf, dia marah- marah ga jelas gara-gara kita saling tabrakan tadi... Padahal dia yang ga liat ke depan waktu jalan," Ucap Derryelle masih dengan nada kesalnya.
"Hah... Serius kamu..? Kok bisa..?" Sambung Nathan.
" Udahlah ga usah di bahas bikin kesel aja.. udah buruan selesain tugas kamu terus kita pulang.." ucap Derryelle masih berusaha menetralkan rasa kesalnya.
Beberapa menit kemudian, Nathan sudah menyelesaikan tugasnya. Nathan dan Derryelle berlalu pergi untuk pulang ke rumah, mereka sudah merasa lelah terutama bagi Derryelle yang merasa hari ini adalah hari yang sangat melelahkan, apa lagi setelah pertemuan nya dengan chia untuk yang kedua kalinya.