
Pagi hari ini terlihat seorang gadis cantik sedang berjalan menuruni anak tangga sambil menggendong tasnya, siapa lagi kalau bukan Chia.
" Bunda...! Chia telat bangun Bun.." teriak chia sambil menghampiri sang bunda.
" Katanya bisa bangun pagi.." ucap ayah Reno melihat chia.
" keasikan tidurnya yah... Chia ga denger suara alarm" jawab chia.
" Lagian Bunda kok ga bangunin chia..? " Tanya chia pada sang bunda sambil memakan sepotong roti
" bunda udah coba buat bangunin kamu, tapi kamu nya aja yang susah dibangunin, jadi bunda biarin aja ...." Jelas bunda Hana.
" Tadinya mau ayah siram pake air, tapi sama bunda kamu ga boleh.." sambung ayah Reno.
" iihh.. ayah mah jahat.." ucap chia. " Terus ayah kok masih dirumah ga pergi ke kantor?" Lanjutnya.
" Pagi ini ayah ga ada jadwal, jadi ayah pergi kekantor agak siang nanti.." jelas ayah Reno yang mendapat anggukan kepala dari chia.
" Kalau gitu, ayah anterin chia ke sekolah.. kalau naik bus ga keburu takutnya yah.." minta chia pada sang ayah.
" Yaudah ayo, mau berangkat sekarang?" Tanya ayah Reno pada sang anak.
" iya yah...." Jawab chia.
" Bun, chia berangkat sekarang ya" ucap chia sambil menyalami sang bunda.
" Iya hati-hati ya, belajar yang rajin.." ucap bunda Hana
" Siap Bun...." Ucap chia sambil berlalu pergi menyusul sang ayah yang sudah keluar terlebih dahulu.
Chia berlari menuju kelasnya dengan buru-buru, sesampainya di kelas dengan nafas yang masih ngos-ngosan, chia duduk di bangkunya sambil melepaskan kepalanya di atas meja. Tingkah chia itu tidak luput dari perhatian Risha yang memang duduk disebelahnya.
" Chia.. kenapa kamu ngos-ngosan? Ini masih pagi udah olahraga aja..." Tanya Risha.
" Bentar sha... ngatur nafas dulu... Huffhh... huffh... Aku telat bangun... Untungnya aku belum telat" jawab chia sambil masih mengatur nafasnya.
" Hmm, masih aja waktu 10 menit lagi. Yang lain juga masih banyak yang belum datang.." ucap Risha.
" Ahh.. iya kamu bener harusnya tadi ga usah lari, terlalu panik sampai ga liat jam lagi..." Sambung chia sambil melihat jam pada ponselnya.
" Lagian bisa bisanya telat bangun... Kok bisa" respon Risha atas penuturan chia.
" Cerita panjang Sha... Kalau di ceritain bisa dua hari baru selesai, udah deh aku mau tidur dulu jangan ganggu ya ..." Ucap chia sambil meletakkan kepalanya di meja.
"Dihh... Sekolah buat belajar bukan buat tidur chi, kalau mau tidur tuh di rumah sana..." ucap Risha karena tingkah chia.
" Iya bawel bener... nanti aku pulang ke rumah kalau udah waktunya pulang, tenang aja ga perlu khawatir..." Jawab chia masih dengan memejamkan matanya.
Pletakkk... terdengar suara kening chia yang di sentil oleh Risha.
" Aduh... Sakit tau Sha" ucap chia sambil mengelus keningnya.
" Lagian kamu ada aja alasannya, bentar lagi mau masuk ga usah tidur... Di marahin guru tau rasa kamu.." ucap Risha.
" Cieee... Perhatian nih, kemanakah perginya seorang Sarisha Syifanazia yang dingin dan cuek.. kenapa jadi cerewet gini.." ledek chia.
" Dingin salah, cerewet salah.. sebenernya mau kamu apa sih chi..?" tanya Risha.
" Ga ribet aku cuma mau-" ucap chia terpotong " tidur hehehe... Nanti bangunin kalau ada guru ya... Oke" lanjut chia sambil mengambil posisi untuk tidur kembali, Risha yang melihat hal itu hanya dapat menggelengkan kepalanya.
......................
Tiba sekarang waktunya untuk masuk, semua murid sudah mulai memasuki kelasnya, namun tidak membuat seorang grachia terbangun dari tidurnya.
" Chia... Bangun udah masuk nih, nanti kalau ada guru bisa kena hukum kamu.." ucap Risha berusaha membangunkan Chia namun chia sama sekali tidak terusik sedikit pun sampai guru mulai memasuki kelasnya.
" Chiaa.... Buruan bangun, gurunya udah masuk nih.. chia..! " Ucap Risha kembali sambil mengguncang tubuh chia namun tetap saja chia tidak terganggu.
" Ehh.. beneran tidur kan ya?... Bener kok masih ada denyut nadinya.." ucap Risha sambil memeriksa denyut nadi chia.
" Sha.. itu si Chia ga di bangunin? " Tanya seorang murid yang duduk depannya.
" Iya ini lagi usaha, susah banget bangunnya nih anak.." jawab Risha sambil masih berusaha membangunkan chia.
" Itu yang lagi tidur, tolong bangun... Kita sudah mau mulai belajar, kalau tidak mau belajar silahkan keluar" Ucap seorang guru yang melihat Chia yang tertidur.
" Aawww...!!" Ucap chia terbangun karena lengannya dicubit. " Kenapa dicubit..? Sakit tau" Lanjutnya.
" Tuh udah ada guru, dari tadi.." ucap Risha yang membuat chia menghadap ke depan.
" Hehehe... Maaf ya pak.. saya ketiduran.." ucap chia. Yang mendapat anggukan kepala dari sang guru.
" Sha kenapa ga dibangunin dari tadi?" Tanya chia sambil berbisik.
" Aku udah bangunin kamu dari tadi tau, kamu aja yang susah banget dibangunin.." jawab Risha sambil berbisik.
" Masa sih... Ga kerasa tau" respon Chia.
" Udah diem.. nanti kita kena marah kalau berisik" ucap Risha berbisik yang di angguki oleh chia.
Awalnya pelajaran berjalan dengan lancar, sampai pada akhirnya chia kembali merasa mengantuk. Dia berusaha untuk menahan kantuknya namun selalu gagal.
" Bener-bener deh... Kenapa pelajaran sejarah bikin ngantuk sih. Pengen tidur tapi nanti kena marah, ga tidur tapi ngantuk. aakhh... gimana ini " batin chia sambil menahan kantuknya.
" Kok lama banget ya jam nya abis udah ngantuk banget nih.." batin chia sambil merasa gelisah.
" Alah bodoamat deh udah ngantuk banget ini ga kuat banget.." ucap chia sambil meletakkan kepalanya di meja untuk tidur, Risha yang melihat tingkah chia berusaha untuk membangunkan chia.
" Yaelah.. nih chia kenapa tidur lagi sih, mana susah banget disuruh bangunnya.."ucap Risha lirih.
" Mampus! Ketauan kan.. sorry chi, kali ini ga bisa bantu.." batin Risha yang melihat sang guru datang menghampiri mejanya dan chia.
Brakk... Terdengar suara gebrakan Meja yang dilakukan oleh sang guru, chia seketika terbangun karena kaget mendengar suara gebrakan itu.
" Kamu ya.. malah enak enakan tidur yang lain pada dengerin saya," ucap sang guru kesal dengan ulah chia.
" Maaf pak, saya ga sengaja ketiduran.." ucap chia sambil menunduk kepalanya.
" Alasan aja kamu ini, kamu saya hukum berdiri di luar kelas sampai jam pelajaran selesai." Ucap pak guru.
" Baik pak.." jawab chia sambil berlalu pergi melaksanakan hukumannya.
Chia berjalan ke luar kelasnya dengan lesu sambil merutuki tingkahnya yang tertidur di kelas.
" Kenapa bisa ketiduran lagi sih! Emang nih mata ga bisa diajak kerja sama banget...jadi kena hukum kan, kalau kaya gini mending tadi telat sekalian udah jelas kena hukuman" ucap chia menyesali perbuatanya, walau begitu chia masih beruntung karena tidak ada murid atau guru lain yang lewat sehingga chia tidak merasa terlalu malu.
...----------------...
Satu jam kemudian bell telah berbunyi yang menandakan jam pelajaran telah selesai, dan menandakan bahwa hukuman chia pun telah selesai.
" Udah selesaikan hukumannya?" Tanya chia pada dirinya sendiri.
" Nama kamu grachia kan?" Tanya pak guru sambil membenahi kacamatanya.
" Iya pak, saya grachia murid baru kemarin.." ucap chia sambil menundukkan kepalanya.
" Hukuman kamu sudah selesai, sekarang kamu boleh istirahat. Jangan diulangi lagi ya... kalau masih di ulangi lagi saya suruh berdiri di bawah tiang bendera.."ucap pak guru sambil berlalu pergi yang hanya di angguki oleh chia.
" Uukkhh... Akhirnya selesai juga nih hukumannya," keluh chia sambil meregangkan otot-ototnya. " Aduh... Pegel banget lagi nih kaki.." lanjutnya.
" Gimana... Masih mau coba tidur di kelas lagi? Kebetulan abis ini yang ngajar guru kiler.." ucap seorang dari arah belakang.