
Sebuah mobil memasuki lingkungan sekolah dan mampu menarik perhatian para murid yang ada di sana, tidak lama kemudian turunlah dua orang tampan dari dalam mobil itu.
" Liat ryelle... Fans kamu udah pada nungguin tuh..." Ucap Nathan menggoda Derryelle.
" Apaan sih, ga penting banget... di situ juga pasti ada fans kamu juga " Respon Derryelle.
"Tapi bener loh, kamu belum lama sekolah disini tapi udah banyak aja fans kamu... Kalah saing nih aku, karena ada idola baru di sekolah " sambung Nathan menggoda Derryelle.
memang benar yang dikatakan Nathan, Derryelle baru sekitar tiga hari ini dia resmi menjadi siswa disekolah itu namun dia sudah banyak menjadi topik hangat obrolan para murid perempuan apalagi kalau bukan karena wajahnya yang tampan seperti pangeran dalam negri dongeng.
" Aku yakin waktu kamu masuk sekolah ini juga pasti pada heboh, dan pasti kamu pengen aku ngerasain hal yang sama kan" ucap Derryelle sekenanya.
" Hehehe... tau aja, kita kan sahabat susah senang harus dirasain bersama," respon Nathan sambil merangkul bahu Derryelle
"Udahlah ga usah dibahas mending kita masuk kelas aja.." ucap Derryelle sambil berlalu pergi dan diikuti oleh Nathan.
Selama perjalanan menuju kelas banyak terdengar suara berisik dari para murid terutama para murid perempuan yang memuji ketampanan dua mahkluk ciptaan Tuhan tersebut, bagaimana tidak ketampanan Nathanael Pradipta dan Derryelle Amarillo Wijaya yang mampu memikat hati para kaum hawa terlebih mereka sama-sama berasal dari keluarga yang terkenal.
"Ada Nathan di sekolah ini aja udah bikin heboh ditambah ada Derryelle, udah pasti murid perempuan pada makin gila.." ucap salah seorang murid laki-laki.
"Bener banget.. makin kalah saing kita" sambung murid lainnya.
Derryelle maupun Nathan yang mendengar hal itu tidak mau menanggapi, mereka tetap memilih untuk meneruskan perjalanan menuju kelas dan kebetulan mereka berada di kelas yang sama.
......................
Jam istirahat sudah tiba , banyak murid yang sudah mulai meninggalkan kelas untuk mengisi perut mereka di kantin, namun berbeda dengan Derryelle dan Nathan. Mereka memilih untuk berkeliling lingkungan sekolah atau lebih tepatnya Derryelle yang memaksa Nathan untuk mengajaknya berkeliling, awalnya Nathan tidak mau namun karena Derryelle bersikeras dengan berat hati Nathan pun mengiyakan keinginan Derryelle, apalagi Derryelle yang memang masih terbilang sebagai murid baru. Dan jangan lupakan bahwa banyak para murid yang heboh saat melihat mereka berdua, bahkan ada yang dengan percaya dirinya berusaha mendekat pada mereka berdua, namun baik Derryelle maupun Nathan memilih untuk mengacuhkannya.
" Nah ryelle ini perpustakaan, tau lah ya kalau perpustakaan pasti isinya ya buku semua... Dan aku yakin kamu ga tertarik buat Dateng kesini nantinya..." Ucap Nathan menjelaskan.
" Oh ya tentu saja... Dah yuk lanjut ke tempat lain aja" jawab Derryelle sambil menarik Nathan pergi dari perpustakaan itu.
Mereka berkeliling ke banyak tempat dari berbagai ruangan yang ada , lapangan basket,kantin, toilet, bahkan rooftop sekolah pun mereka kunjungi, sampai pada akhirnya mereka berhenti di sebuah taman di dekat lapangan yang biasa di gunakan untuk melaksanakan upacara bendera dan mereka memilih duduk di salah satu kursi yang tersedia.
" Gimana, udah puas kelilingnya?jarang-jarang loh aku keliling kaya gini" Tanya Nathan sambil menyodorkan minum yang dibelinya tadi saat mereka ke kantin kepada Derryelle
" Ya lumayan lah... Tapi berisik banget mereka kaya ga pernah liat orang tampan aja" Seru Derryelle sambil menerima minum dari Nathan.
" Hahaha... Harus terbiasa itu mah, mereka memang gitu... Cuma bisa bilang selamat menikmati" ledek Nathan yang hanya mendapat gelengan kepala dari Derryelle.
" ohh iya, kayanya fans-fans kamu juga ga kalah berisik tadi... Keren sih than kamu bisa bertahan sampai sekarang sama tingkah mereka..." Ucap Derryelle sambil menepuk bahu Nathan.
" hehehe... awalnya emang risih sih, cuma karena udah terbiasa jadi ya biasa aja.. walaupun kadang mereka suka bikin kesel. tapi karena aku adalah orang yang penyabar, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung... jadi aku udah terbiasa deh" Ucap Nathan menyombongkan diri.
" dih! ujung-ujungnya banggain diri sendiri. Nyesel aku muji kamu... " Ucap Derryelle dengan wajah menahan kesal yang dibalas Nathan dengan senyumnya.
"dihh... Pake senyum segala..." Ucap Derryelle sambil mengusap kasar wajah Nathan.
" Iya kamu tampan, saking tampannya rasa aku pengen banget nampol..." Ucap Derryelle sedikit geram.
" Jahat banget sama sahabat sendiri.... Aku sakit hati tau.." ucap Nathan mendramatisir.
" Udah deh than, ga usah cosplay jadi king drama deh.." Ucap Derryelle sambil sedikit menjitak kepala Nathan.
"Aduh!! Main jitak aja, lumayan sakit juga jitakan kamu ryelle ternyata..." Protes Nathan.
" Gapapa, sapa tau abis ini otak kamu bisa berpikir lebih baik... " Ucap Derryelle dengan santainya, sedangkan Nathan yang mendengar hal itu hanya menampakan wajah kesalnya.
"Sebentar lagi udah mau masuk, kita masuk kelas aja yuk... Sekalian ngadem kita" ajak Nathan sambil berdiri yang diangguki oleh Derryelle sambil berlalu pergi.
" main pergi aja tuh bocah, siapa yang ngajak siapa yang ditinggal.." gumam Nathan.
"ehh! ryelle tunggu kenapa!!"lanjutnya sambil mengejar Derryelle.
...----------------...
Dilain tempat, terlihat seorang gadis cantik sedang tiduran di atas tempat tidurnya, siapa lagi kalau bukan Chia. Sudah tiga hari ini dia tidak masuk sekolah karena sedang sakit.
" Bosen banget, pengen sekolah tapi belum sembuh total..." Ucap chia mengeluh, bertepatan dengan masuknya bunda Hana kedalam kamar chia.
" Chia... Bangun sayang, makan dulu yuk" seru bunda Hana menghampiri sang anak.
"Iya Bun..." Jawab chia sambil merubah posisinya menjadi duduk.
" Nih dimakan, abis itu minum obatnya.." ucap bunda Hana memberikan sepiring nasi dan lauknya.
" Bun chia kapan bisa berangkat sekolah lagi? Bosen tau Bun di rumah terus..." Keluh chia pada sang bunda sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
" Sabar ya... Besok kalau chia udah sembuh, chia bisa langsung berangkat sekolah lagi" respon bunda Hana.
" Lagian chia udah ga demam lagi, jadi kemungkinan besok chia bisa berangkat ke sekolah.." lanjut bunda Hana sambil mengelus rambut chia, yang hanya di balas anggukan dan senyum oleh chia.
Setelah selesai makan dan meminum obatnya, chia memilih untuk melihat keadaan di luar melalui balkon kamarnya.
"Udah tiga hari ga sekolah, kira-kira di sekolah ada kejadian apa ya?"ucap chia pada dirinya sendiri. " Semoga aja besok udah beneran bisa berangkat sekolah lagi... Udah kangen suasana kelas rasanya... Risha gimana ya kabarnya? Coba telpon deh" lanjutnya sambil berlalu pergi untuk mengambil handphonenya.
" Tapi ini kayanya masih jam pelajaran deh, nanti ganggu dia belajar gimana.." ucapnya.
"Nanti aja deh kalau udah jam pulang sekolah...mending sekarang tidur lagi aja" Lanjutnya sambil meletakkan kembali handphonenya di meja dan merebahkan dirinya di tempat tidur.
tok.... tok... terdengar suara ketukan pintu, chia yang mendengar suara itu berniat membuka pintu, namun belum sempat dia beranjak dari tempat tidurnya. seseorang telah terlebih dahulu membuka pintunya dan menampakan sosok laki-laki yang sudah beberapa hari tidak dia lihat.