I Believe You

I Believe You
si dingin jadi temanku



Kini tiba waktu yang ditunggu semua murid yaitu istirahat, semua murid mulai meninggalkan kelas dan hanya tersisa chia dan murid perempuan yang menjadi teman sebangkunya.


" Apa aku harus berteman dengannya? Dia terlihat tidak peduli dengan lingkungan sekitar, bagaimana cara aku memulai pembicaraan dengannya? Apakah dia mau berteman denganku? " Ucap chia dalam hatinya.


"Udahlah bikin pusing aja" lanjut chia dengan suara sedikit keras tanpa sadar dan mampu menarik perhatian murid perempuan itu.


" Kenapa ?" Tanya murid perempuan itu


" Hmm? Siapa? Aku?" Tanya chia kembali


"Menurut kamu? Selain kita emang ada orang di kelas ini?" Jawab murid perempuan itu yang berhasil membuat chia menoleh untuk mencari orang lain dikelas.


" Hehehe... ga ada sih" jawab chia diiringi tawa canggung


" ya ampun bikin malu aja sih!!" Lanjut chia dalam hati sambil menyesali kelakuannya.


Suasana kelas kembali hening sejenak, sebelum akhirnya chia kembali memulai pembicaraan kembali, dengan mengajukan pertanyaan kepada murid perempuan yang duduk disampingnya.


" emm... aku belum punya Teman satu pun, apa kamu mau berteman dengan ku?"


"Apa untungnya? aku bukan tipe orang yang mau berteman sama siapa aja"jawab murid itu.


" Ya.... Gapapa dong kita temenan biar bisa saling bantu, bisa saling kasih saran. Lagian aku juga bukan tipe orang yang bisa berteman sama siapa aja kok" jawab chia meyakinkan murid itu ditemani senyum manisnya


" Jadi, mau kan berteman sama aku?" Lanjut chia karena tidak mendapat respon Dari lawan bicaranya.


" alasan kamu mau jadi temen aku apa? kenapa harus aku?" tanya si murid.


chia berusaha berpikir untuk meyakinkan si murid tersebut.


" yaa... karna dari temen sekelas yang lain kayanya kamu yang paling kalem ga banyak tingkah kaya yang lain, yang lain tingkahnya bikin pusing sendiri liatnya" jawab chia.


" jadi mau ya jadi temen aku, setidaknya aku punya temen walau cuma satu" lanjut chia berharap.


" Boleh dicoba" jawab singkat murid itu


" Oke,,, kenalin namaku Grachia Amara Mirabelle panggil aja chia biar kita cepet akrab " ucap chia sambil tersenyum ramah


" Iya,, kenalin namaku Sarisha Syifanazia, bisa dipanggil Risha" ucap Risha sambil tersenyum tipis sampai tidak terlihat jelas.


" Boleh minta nomor kamu? Biar kita makin akrab" tanya chia.


diantara keduanya terdiam, antara chia yang sedang menunggu jawaban dan si murid yang sepertinya masih sedikit ragu menerima chia sebagai temannya.


" ini kecepatan ga sih minta nomor telepon dia?" batin chia


" Boleh" jawab Risha dan berhasil membuat chia tersenyum lega.


" gimana menurut kamu murid dikelas kita?" Lanjut Risha sambil mengetikan nomor di ponsel milik chia


" Bener- bener ga kebayang bisa dapet kelas kaya gini, jadi ragu bisa bertahan apa engga" jawab chia


" Tenang aja, walau temen sekelas kita banyak tingkah selama kita ga mengusik mereka, mereka juga ga akan mengusik kita" ucap Risha berusaha meyakinkan


" Gimana cara kamu bisa bertahan sama tingkah mereka?" Tanya chia.


"Awalnya memang bukan hal mudah untuk diterima semua terasa asing, bertemu lingkungan baru dengan orang-orang baru,sikap dan sifat mereka juga yang berbeda-beda. Tapi seiring berjalannya waktu aku berusaha menipu diriku sendiri untuk bisa menerima mereka" jawab Risha.


" Bukanya itu jahat ya? Maksa diri sendiri buat beradaptasi" ucap chia


" Lebih jahat kalau kita biarin diri kita hidup dirasa ga nyaman" jawab Risha


" cukup fokus sama apa tujuan kita sekolah, ga harus akrab sama mereka kalau cuma say hello udah paling nyaman buat kita, yaudah" lanjutnya sambil tersenyum tipis.


" diliat- liat dari tadi murid yang lain pada cuek , bahkan kamu ga diajak becanda atau ngobrol sama mereka... apa kamu ada masalah sama mereka?" tanya chia


" ga ada masalah sama sekali, mungkin menurut mereka aku kurang asik buat diajak bergaul mungkin" jawab Risha.


" yang pertama, aku ga pernah merasa kesepian. aku memang selalu sendirian tapi aku suka kesendirian itu, dibanding banyak orang dan penuh keramaian. terus yang kedua, buat apa sedih karena ga di ajak ngobrol sama mereka, karena prinsip ku disapa ya jawab ga disapa yaudah." jelas Risha.


" kamu bener, karena temen ga menjamin kita bahagia. bisa aja mereka baik waktu ada maunya aja" ucap chia setuju dengan penjelasan Risha.


...----------------...


Semua murid kini sudah mulai meninggalkan kelas karena waktu jam pulang sudah tiba, dikelas sendiri tinggal chia dan Risha.


" akhirnya.... selesai juga pelajaran hari ini yeey" ucap chia senang


" ya ampun,,, lelahnya hari ini" lanjut chia sambil berdiri dari kursinya.


" baru hari pertama udah ngeluh aja" sambung Risha sambil memasukkan bukunya.


" iya ya, kayanya harus siapin fisik sama mental yang kuat" seru chia yang mampu menghentikan aktivitas Risha.


" mental!? buat apa?" tanya Risha


" buat menghadapi temen-temen sekelas kita, tingkah mereka kan luar biasa hebohnya" jawab chia dengan santainya.


" bisa aja kamu, cuekin aja lah ga usah ditanggapi kalau ga penting. tapi siapin mental juga perlu" ucap Risha setuju dengan ucapan chia.


" udah yuk pulang, udah sepi juga" lanjut Risha


" ayolah, udah rindu kasur juga nih. hehehe" jawab chia sambil keluar kelas membuat Risha hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah chia.


diperjalanan keluar lingkungan sekolah chia dan Risha asik bercanda ria, entah apa yang mereka bahas.


"chia, seneng deh bisa berteman sama kamu. biasanya aku ga pernah sampai ketawa lepas kaya gini" ucap Risha tiba-tiba.


"ciiieee,, si dingin udah mulai menjadi si hangat nih " ledek chia


"siapa yang dingin?" tanya Risha.


" kamu lah, siapa lagi yang dari waktu aku masuk kelas cuek, mana jawab pertanyaan ku singkat banget" jelas chia.


" masa sih, perasaan biasa aja tuh aku " sanggah Risha tak terima.


" mungkin, karena aku emang males nanggepin omongan yang ga penting. makanya keliatan dingin, padahal biasa aja"lanjutnya


" ga tau dan ga mau tau, yang penting sekarang si dingin jadi temanku" ucap chia.


"ohh iya sha, kamu pulang naik apa ?" lanjut chia


" Rumahku Deket dari sini... Ya sekitar 15 menit kalau jalan, jadi aku jalan kaki aja " jawab Risha.


" hmmm, enak juga yang rumahnya Deket sekolah" sambung chia.


" emang rumah kamu jauh?" tanya Risha.


" ya,, lumayan naik bus aja bisa sampe 30 menitan, kalau jalan kaki bisa lebih lama" jawab chia.


" jadi kamu pulang naik bus?" sambung Risha.


" iya, sekalian biar tau daerah sini soalnya aku baru pindah juga" jawab chia.


" yaudah sana, cepetan keburu bus nya lewat nanti" ucap Risha.


"Ohh iya, yaudah kalau gitu aku duluan ya, keburu bus nya lewat nanti" pamit chia


" hati-hati ya" sambung Risha


" Oke,, sampai jumpa besok " ucap chia sambil berlalu pergi.


Bersambung……………