
" Lina tidurlah istirahat lah dulu " ucap Marina
" baik Tante " ucap Roselina sambil tiduran
" Tante pergi dulu ya jaga kesehatan, semua tugasmu biar para anak Tante saja yang mengurus " ucap Marina sambil mengusap rambut Roselina
" hm..."
" mimpi indah " ucap Marina lalu menutup pintu berwarna putih itu.
.
.
seminggu kemudian...
selama seminggu Roselina hanya istirahat dan istirahat, setoran yang ia minta sudah ada dan akan di setor 3 bulan lagi. namun roselina belum memikirkan rencana apa yang ia buat untuk semua itu.
kerajaan ini semakin maju teknologinya, ia juga akan masuk akademi untuk menempuh pendidikan di sana karena umurnya sebentar lagi 15 tahun ya satu tahun lagi.
bersama pangeran kedua, ketiga udah kaya lintah jika tak ada kakaknya dan ketiga adiknya. ia juga akan bertemu anggota keluarga menjijikan itu lagi.
brakkkk...
" ayam jatuh " ucap Roselina
" kalau mau masuk tolong ketuk pintu nya " ucap Roselina sambil menghelai nafas
" kakak tolong dong....bantu aku mengerjakan tugas dari ayah " ucap Leonardo
" emang apa tugasnya? " tanya Roselina
" hm...membuat sebuah tempat untuk kesenangan para anak-anak kecil " ucap Leonardo sambil berpikir
" kenapa kau tak membuat taman bermain saja " jawab Roselina tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas di tangannya
" taman bermain? apa itu " tanya Leonardo
" kau...hah.......taman bermain itu adalah sebuah tempat yang khusus dirancang agar anak-anak dapat bermain disana, dan di rancang untuk anak umur 3-7 tahun " ucap Roselina menjelaskan
Leonardo hanya mengangguk sambil menulis apa yang di katakan kakaknya itu, tak terlewatkan satupun.
" terus rancangannya seperti apa? " tanya Leonardo
Roselina melotot mendengar itu, sedangkan Leonardo hanya bisa menyengir kuda dan mengharukan kepala nya yang tak gatal.
" kau!!!! sudahlah karena kau adikku jadi aku bantu " ucap Roselina
[ sistem berapa harga cetak biru taman bermain ]
{ Ding! cetak biru taman bermain 7 poin }
[ beli ]
{ Ding! cetak biru telah di beli dan di taruh ke inventory }
muncul kertas berwarna biru dengan gambar setiap tempat semua tempat-tempat untuk bermain, Roselina lalu menyentil kening Leonardo..
" ini harus selesai dalam seminggu!!! dan kembalikan ke tanganku atau tidak habis kau di tanganku " ucap Roselina dingin
" b-baik kak " ucap Leonardo lalu pergi meninggalkan ruang kerja kakaknya.
.
.
selama seminggu Roselina membuat bubuk kopi, dan percobaan kepada 3 buah lainnya. selama itu juga Roselina melarang siapapun datang ke ruangan labolatorium miliknya.
" akhirnya jadi!!!!! selai durian, bubuk kopi, sabun bengkuang, dan sabun luluran " teriak Roselina dengan mata pandanya
Roselina lalu merebus air dan menyeduh bubuk kopi yang halus itu ke mesin pembuat kopi, dan rasanya sangatlah enak saat di minum ada rasa pahit namun menjadi manis.
ada enam jenis rasa kopi, strawberry, karamel, pahit, vanilla, dan manis original.
sabun bengkoang cair yang harum bunga mawar dan juga mencerahkan kulit, sabun lulur yang harum, memutihkan dan mencerahkan kulit.
selai durian yang akan mulai di perjual belikan di toko miliknya ' Roselina's shop ' yang menjual semua hal buatan miliknya.
dengan 8 lantai yang berbeda, lantai pertama gaun-gaun modern perhiasan dan alat-alat kecantikan untuk pria dan wanita , lantai kedua cafe, lantai ketiga restoran, lantai keempat tea room, lantai kelima adalah obat-obatan, lantai keenam hotel dan ketujuh hotel, dan lantai delapan adalah ruang pribadinya.ets jangan salah sangka Roselina memperkerjakan orang, tidak ia menggunakan robot manusia untuk menjadi pelayan.
semuanya, bahkan CCTV pun ada di setiap lantai mengawasi para pembeli.
.
Roselina sekarang menatap taman bermain Yangs sangat luas sesuai dugaannya, berjalan sangat lancar. para anak-anak sangat menyukainya, pertujukan sirkus air lainnya pun ada.
Leonardo terus berterimakasih sampai mengganggu Roselina yang berada di labolatorium, para rakyat dan lainnya juga bersemangat.
karena sekolah di sini sangatlah ketat baik bangsawan maupun rakyat biasa, akademinya juga sangat tinggi peraturannya. karena sihir perkembangan teknologi di dunia ini sangatlah kecil.
itulah yang membuat Roselina bingung...