I Am Roselina Bougenville The One Who Will Seek Revenge

I Am Roselina Bougenville The One Who Will Seek Revenge
bertemu Dewi Thea



Tania kuswadi adalah seorang gadis kuliah jenius jurusan hukum, ekonomi, politik, dan kedokteran. Lulus umur 23 tahun...


Namun tanpa siapapun sadari bahwa Tania juga adalah ilmuwan gila, yang menciptakan berbagai alat sangat canggih dan di simpan di anting-anting nya dan juga seorang mantan mafia no.1


Tania juga banyak mengikuti lomba berbagai bidang, bahkan lomba kecerdasan dalam waktu 10 menit pun ia pernah mengikutinya.


Karena ia memiliki Hyperthymesia atau Highly Superior Autobiographical Memory (HSAM), Yang mana Tania dapat meningkat seluruh hal apapun tanpa terlewatkan.


Tania adalah anak yatim piatu di umurnya yang ke 17 tahun, permintaan terkahir orangtuanya membuat Olivia menjadi anak gila belajar.



Tania juga setiap ia merasa sedih, apapun ia terus datang ke tempat orangtuanya untuk berdoa dan lain sebagainya.


Tania andalah anak berbakti, rumah warisan keluarganya itu adalah rumah klasik yang di antara seluruh rumah di kompleks nya.


Rumah itu selalu ramai akan kedatangan para murid yang ia ajarkan untuk berbagai hal bahkan anak broken home pun ada di sana.


Namun tepat tanggal 01 Desember 2XXX, tepat tanggal lahirnya. Setelah pesta yang di adakan para muridnya, ia meninggal dunia.


Kenangan masa-masa terindahnya sekaligus tersulit nya, terus berputar bak kesek rusak. Namun Tania mengakui dirinya sangat bahagia.


' ayah ibu aku menyusulmu, maafkan kak Tania ini ya para murid kakak tersayang...kakak pergi dulu kalian semua tolong jaga kesehatan ' batin Tania sambil tersenyum manis


Dan senyum itu menghilang dari bibir manis gadis itu, rambut coklat karamelnya sudah berubah warna menjadi merah darah.


Tangan yang selalu melambai-lambai hangat, dan mengelus surai para muridnya perlahan berubah pucat dan kaku layaknya mawar yang kehilangan setiap orang di hidupnya.


Wajah tegas nan galak Tania perlahan di gantikan dengan wajah damai nan tenang.


Orang-orang yang sudah bersama tania bertahun-tahun lamanya, menangis dengan hitriss di tempat di mana tubuh kaku itu di makamkan.


Masih banyak orang yang berada di sana, bahkan para murid Tania terus berbicara sambil menangis.


.


.


Tania menatap sekelilingnya, putih bersih tanpa noda sama seperti hati para anak yang baru lahir ke dunia masih suci dan belum tersentuh dengan hal-hal kejamnya dunia ini...


Tania suka warna putih, merah namun ia juga suka hitam. Karena mereka berdua adalah roda kehidupan yang mewarnai hidup setiap manusia.


" Hei nak..." Suara lembut seperti matahari


" Ya " ucap Tania bingung


Tania sedikit terkejut, melihat Seorang wanita cantik. Di sekelilingnya ada pancaran sinar yang hangat...


Karena Tania sangatlah menghormati orang yang lebih tua, dan menghargai orang yang lebih muda darinya.


Itulah pesan guru SD nya dulu...


" Kau tak perlu berbicara terlalu formal begitu Tania..panggil saja aku Thea " ucap wanita cantik itu


Tania hanya bisa menuruti tentang itu, entah sejak kapan meja penuh dengan makanan ada di sana. Namun karena Tania sedari kecil sudah di ajarkan tata krama jadi Tania hanya bisa mengangguk dan tersenyum sebagai penghormatan.


" Tania kau sungguh orang yang sangat baik " ucap Thea


" Terimakasih Thea " ucap Tania sambil tersenyum lembut


Tania selalu berpikir positif namun juga berpikir negatif saat keadaan yang memungkinkan, karena dulu saat magang ia harus bekerja ekstra.


" Oh...ya karena kau mati belum saatnya dadi kami para dewa-dewi, akan merenkarnasikan dirimu..dan juga ini adalah permintaan seseorang " ucap Thea sambil memakan tart.


" Begitu kah...baiklah.." ucap Tania dengan senyum lembutnya


" Aku akan memberikan mu 3 permiantan.." ucap Thea tak enak hati


" Kenapa? " Tanya Tania bingung


" Karena itu juga adalah permintaan salah satu dewa " ucap Thea agak takut


" B-baiklah " ucap Tania sedikit gugup


" Apa saja? " Tanya Thea


" Permintaan pertama mungkin aku ingin hp baru lengkap dengan power bank sejenis itualah, permiantan kedua aku ingin anting-anting ku juga ikut karena di sana Ribuan alat-alat yang aku buat ada di sana.." ucap Tania


" Baiklah!!! " Ucap Thea


" Em.. permiantan ketigamu? " Tanya Thea


" Aku...ingin ingatanku tetap ada " ucap Tania


" Baiklah aku akan menghadiahkan diriku beberapa hal semoga harimu menyenangkan " ucap Thea


" ya sayonara " ucap Tania sambil tersenyum manis


perlahan tubuh Tania bercahaya dan hancur menjadi serpihan cahaya, di sana Thea menatap serpihan-serpihan kecil cahaya yang perlahan menghilang.


' kado yang kau punya akan membuatmu menjadi orang paling berharga dan berpengaruh Tania ' batin Thea