
" nona Rose!!!!!!!!!!! " teriak Yuki kencang sambil memeluk Roselina
" ah, Yuki " ucap Roselina sedikit kaget
" aku kangen " ucap Yuki setelah berpelukan lama
Roselina dan Yuki sekarang sedang mengadakan piknik di dekat danau sekolah, hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur bagi anak-anak akademi.
Yuki menggelar tikar, dan Roselina meletakkan keranjang kue. mereka berdua bercanda ria dengan semangat dan bergosip tentang masalah akademi.
" nona rose " ucap Yuki
" panggil rose saja " ucap Roselina dengan senyum lembut
" Rose kau tau katanya putri dari mantan keluarga anda membully seorang bangsawan Baron diam-diam " ucap Yuki dengan suara kecil
" hm..."
" bagaimana bisa? " tanya Roselina mengentikan memakan puding
" aku tahu dari sprit milikku yang memantau semua orang " ucap Yuki sambil memakan sandwich
" hah? wah terus.." tanya Roselina
" aku baru tau bahwa putri keluarga screvnts " ucap Roselina sambil menyesap tehnya
" berita itu hanya beberapa keluarga saja yang tau nona " ucap Yuki
namun pembicaraan mereka terhenti karena suara orang jatuh...
brukkkk...
" hiks..hiks..hiks..apa salahku nona? " tanya seorang gadis menjijikan siapa lagi kalau bukan mantan saudara tiri Roselina
" CK jangan berpura-pura polos hah!!! kau telah melukai adikku dan beberapa temanku hah " teriak seorang gadis dengan marah
" sitt rose dia adalah kakak dari gadis yang di bully oleh nona screvnts " ucap Yuki pelan
" oh..." ucap Roselina
' mari kita hancurkan keluarga itu sampai ke ubun-ubun ' batin Roselina dengan senyum iblisnya
" tunggu ada apa? " tanya Roselina berjalan dengan tenang
" tuan putri Roselina salam semoga dewa Dewi selalu bersama anda " ucap gadis yang membuat si ' menjijikan ' itu jatuh
" Roselina hiks..hiks..hiks..dia jahat roselina " ucap ' menjijikan ' sambil memegang gaun Roselina
" nona screvnts apa anda lupa dengan perjanjian satu tahun lalu? kau dan keluargamu tak boleh menyentuh ku atau ikut campur urusanku surat perjanjian no.4 dec " ucap Roselina datar dan dingin sambil menarik kasar gaunnya
" eh.." ucapnya
" nona Barns mari ikut aku kau bisa menceritakan apa yang membuat mu membully? " ucap Roselina lembut sambil memegang tangan gadis itu
sesaat gadis dengan marga Barns itu melihat cahaya silau memancar dari orang yang menolongnya, senyum lembut dan pegangan yang hangat itu membuat gadis itu mengangguk tanpa sadar.
" nona Barns pergilah ke tempat nona Yuki " ucap Roselina dengan senyum
" B-baik " ucap gadis itu sambil berlari
" dan kau nona screvnts, aku adalah seorang putri kerajaan rovinstevls sedangkan kau adalah putri duke kekuatanmu di bawahku. dan kita bukankah keluarga dasar manusia menjijikan " ucap Roselina pergi
sedangkan gadis itu mematung, lalu pergi meninggalkan tempat itu dengan amarah.
.
.
" jadi silahkan bercerita nona Barns " ucap Roselina dengan senyum
" b-baik jadi..." ucap Barns
setelah mendengar seluruh cerita yang penuh kejujuran, ia juga menggunakan mata penguasa yang mana bisa mendeteksi kebohongan dan kejujuran.
" CK nona Barns kau kelas B kan? " tanya Yuki setelah mendengar keseluruhan cerita
" ya putri " ucap Arana nama gadis itu
" hah....tolong berikan surat ini ke dewan kesiswaan " ucap Yuki
menyodorkan kertas dengan segel di dalamnya.
" kau dan adikku selalu sendiri kan? " tanya Roselina setelah sekian lama
" bergabunglah dengan kami " ucap Roselina sambil menjulurkan tangannya
Arana ragu-ragu menyambutnya, dan akhirnya di tarik oleh tangan Roselina dengan lembut. dalam diri Arana ia dan adiknya bersumpah bahwa akan selalu setia kepada Roselina.
Yuki cemberut melihat itu, Yuki sudah terlalu bucin hingga melihat Roselina memegang tangan orang lain menjadi iri dan cemburu.