
cahaya mentari memasuki jendela kamar seorang gadis berambut merah pekat, keadaan kamar begitu em.. sangatlah memperihatinkan bagaimana tidak kamar itu begitu sangat kotor.
di mana kaca sudah retak, dinding dengan warna sudah sangat luntur, meja, kursi, lemari, dan sebagainya sudah jabuk.
bahkan kasur pun sudah sangat keras seperti bata, selimut sudah bertembel di sana sini, banyak sudah sangat kotor. namun anehnya gadis itu sangatlah nyenyak tertidur di sana.
bulu mata lentik gadis itu terbuka menampakan mata berbeda warna atau Heterochromia, mana mata kanannya kanannya berwarna perak sedikit ungu dan biru dengan biji matanya berwarna coklat sedikit gelap. sedangkan mata kirinya berwarna merah sama dengan rambutnya.
kulit gadis itu berwarna putih susu sangatlah halus dan lembut, kecantikannya dapat menghancurkan kekasiaran. gadis itu menatap sekelilingnya senyum dingin terpapar di wajah cantik gadis itu...
" sungguh menjijikan sekali tempat ini " gaumam gadis itu
jiwa Queen kebersihan gemetaran hebat melihat, tempat yang membuat mata gadis itu sakit. rupanya jiwa gadis itu adalah Tania jiwa dari abad 21..
" lihat saja akan aku usir para hama itu dari rumahku! tidak aku akan pergi dari rumah menjijikan ini " ucap Tania dengan wajah jijik
{ sistem install 1%...5%....10%...25%...35%...45%..69%...89%....99%..100% }
{ sistem berhasil di install }
{ sistem menyesuaikan tubuh host }
{ sistem berhasil menyesuaikan tubuh host }
{ sistem menginstal inventory }
{ sistem berhasil menginstal inventory }
{ sistem mulai memasukan data-data host }
{ sistem berhasil memasukkan data² host }
{ sistem mulai menginstal semua kebutuhan host }
{ sistem berhasil menginstal semua kebutuhan host }
suara aneh dari kepala Tania terdengar, membuat Tania pusing bukan kepalang. ia memegang kepalanya yang pusing dan bersender di dinding berdebu itu.
1 jam kemudian....
suara aneh itu sudah tak terdengar lagi, membuat Tania bernafas lega. Tania menatap penampilannya yang sangat membuat dirinya membenci dirinya sendiri.
karena kulitnya sangat kusam, baju sudah ketinggalan jaman dan lain sebagainya. untung saja anting-anting nya tidak.
{ Ding! tuan..}
Tania mulai berpikir, mungkin ini hadiah tambahan dari Thea kali. Tania berdoa dan berkata berterimakasih atas hadiah tambahan itu.
[ ya? ]
{ Ding! tuan tak mau memeriksa status tuan? }
[ caranya? ]
{ Ding! tuan hanya perlu mengatakan status }
[ oh...]
..._______________________________________________...
...[ setatus ]...
...nama : Roselina Bougenville [ Tania kuswadi ]...
...umur : 15 tahun [ 25 tahun ]...
...class : jobless...
...tittle : the blessed child of the gods, reincarnation from another world...
...level : ???...
...[ setatus boand ]...
...MP : ???...
...HP : ???...
...STR : ???...
...VIT : ???...
...DEX : ???...
...AgI : ???...
...LUK : ???...
...{ inventory } { shop } { skill }...
...{ in short }...
..._____________________________________________...
' hm... lumayan ' batin Tania
[ sistem bagaimana cara membeli gaun? ]
{ Ding! anda hanya perlu mengatakan ' shop ' }
setelah mendapatkan jawaban yang di inginkan, Tania lalu mengecek shop di sistem.
rupanya ada menu dari bumi, dan dunia ini jadi Tania lebih memilih di bumi.
ia membeli gaun dengan perpaduan antara kimono, jas dan gaun pesta modern. ia juga membeli sepatu lebih enak, koper, dan mesin untuk menukar uang kertas menjadi koin.
' hm...apa aku harus mencari tanah dulu kali? ' batin Tania
Tania menarik kopernya, menuju istana utama. raut wajahnya menjadi sangat dingin dan datar, ia tak peduli dengan orang-orang di sana.
Tania tak sadar bahwa ia mengeluarkan aura pembunuh nya, membuat para pelayan dan ksatria di sana menahan nafas.
Tania mendobrak pintu ruangan berwarna coklat tua, yang mana di sana ada keluarga bahagia.
" Yo Duke " ucap Tania malas
" jaga sopan santaunmu Tania!!!! " teriak Duke marah
" sopan santun oh Duke apa kau begitu bego atau bodoh? aku ke sini hanya ingin meminta surat tanda tangan keluar dari keluarga bodoh ini " ucap Tania datar dan dingin
Tania lalu melemparkan berkas yang setebal buku biologi, empat orang di sana terlihat penasaran walau di pasang dengan wajah tenang.
sang Duke tanpa ba-bi-bu langsung menandatangani surat itu, senyum iblis terbentuk di wajah Tania.
" ah..aku lupa bahwa satu persetujuan lagi kau dan keluargamu tak boleh menginjak ke tanah kerajaan rovinstevls " ucap Tania
surat terbakar, mendakan surat itu adalah surat sihir tingkat tinggi. Tania keluar dari ruangan menjijikan itu menuju tempat ibunya lahir dan pergi kerajaan makmur rovinstevls yang sekarang menutup diri.