
" tenanglah Yuki, aku hanya mengembalikan bukunya yang terjatuh " ucap Roselina menenangkan Yuki yang mau menghajar louwins
Yuki perlahan tenang, matanya tetap menatap tajam louwins. dari atas ke bawah dan seterusnya, Roselina hanya bisa menepuk jidatnya lagi akan kelakuan abesud temannya ini.
" Roselina jadi maukah anda berkencan dengan say-" ucapan louwins terpotong
bughhhh..
Yuki menendang masa depan louwins dengan keras, Roselina menutup mulutnya. sedangkan louwins berguling-guling di lantai, Yuki hanya tersenyum angkuh.
" Yuki..." ucap Roselina
" maaf, ayo Roselina aku membuatkan puding coklat " ucap Yuki mengalihkan pembicaraan dan menarik tangan Roselina
" cowek gila " gauman louwins
" kau sedang apa? " suara datar terdengar
seorang pria berambut merah dengan mata emas, menatap louwins dingin. sedangkan empu tak bisa menjawab hanya bisa mendengus.
.
.
" masakanmu makin meningkat saja Yuki " puji Roselina sambil memakan puding karamel
sedangkan yang di bicarakan ngeblus dan wajahnya Sekarang menjadi sangat-sangat merah, empat mata menatap iri Yuki yang di puji sendiri.
siapa lagi kalau enggak dua bersaudara yang di tolong Roselina, atas penindasan si mahluk ' menjijikan '.
" nona Roselina saya membuat cookies coklat " ucap Farina itu nama salah satu dua bersaudara brans
Roselina langsung menoleh, dan mengambil satu cookies. wajahnya sangat bahagia Yang sedang mengunyah cookies itu.
" masakanmu sedikit ke sempurna, jika kau menambah sprinkle sebagai hiasan pasti enak " ucap Roselina memuji
sama dengan Yuki wajah Farina memerah Semerah kepiting rebus, sang adik Fika hanya mendengus. ia mengeluarkan candy apple .
Roselina juga memuji akhirnya mereka bertiga yang berebut Pujian impas.
pink pun selesai, karena para murid kelas di bawah Roselina harus belajar. sambil menyemangati tiga Sahabatnya itu, Roselina memakan.
sebuah notifikasi muncul dengan deretan nama ada di sana.
...[ Ding! target ke-tiga Michelle Ziudith ]...
...[ rasa suka Michelle kepada anda ]...
...0%...
...[ rasa suka hendraza kepada Anda ]...
...0%...
uhuk...uhuk..uhuk..
' apa bagaimana bisa langsung dua hah!!! dua yang lainnya aja belum selesai masa udah nambah lagi sih anji*g ' pikir Roselina
.
.
" anak-anak hari ini kita akan pergi ke kota menulis dan mencatat setiap kegiatan para pedagang dan juga berpasangan " ucap Mrs. Oni
" baik " ucap para murid kelas tinggi itu
" teman sebangku " lanjut Mrs.Oni dengan senyum tipis
Roselina ingin memperotes, namun di hentikan dengan ucapan guru perdagangan itu.
" karena ini tahun ini berkelompok dua orang yang mana satu bangku dengannya " ucap mrs.oni lalu pergi
semua murid sudah keluar meninggalkan Roselina dengan Diego, mata perak Roselina menatap mata merah darah Diego.
" aku m-menolak bersamamu " ucap Roselina gugup
sedangkan Diego hanya diam, namun sedetik kemudian Roselina sudah berada di kereta istana dengan Diego di depannya.
" woi apa maksud mu hah!!! " teriak Roselina mencoba keluar
" kau keluar ku pastikan kerajaanmu hancur, kau tau kan pemilik mata merah darah adalah iblis " ucap Diego tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca
tubuh Roselina menjadi kaku, dan duduk kembali dengan wajah tertunduk menahan amarah sekaligus ketakutan.
" bagus " lanjut Diego
" jadi selama ini kekaisaran sudah di kendalikan iblis yang benar saja " gauman Roselina
" tapi kenapa mereka semua enggak sadar " gaumam lagi Roselina menatap kebawah
" mereka Tak akan pernah bisa menyadarinya Tania, seluruh benua ini sudah di pasang pelindung oleh raja iblis jika mereka ingin berperang dengan kami mungkin yang lebih dahulu kalah adalah benua ini " jelas Diego tepat di telinga Roselina
" kau tak akan pernah bisa membantah perkataan ku rose, aku menanamkan racun dalam jantungmu " ucap Diego lagi sebelum fokus kepada bukunya