I Am Roselina Bougenville The One Who Will Seek Revenge

I Am Roselina Bougenville The One Who Will Seek Revenge
memulai rencana pembangunan kerajaan menjadi sedikit modern (bubuk kopi & buah)



" lelahnya " ucap Roselina sambil menutup bukunya


" kakak kau lagi ngapain? " tanya salah satu adik sepupunya


Revan letitstiva active de rovinstevls pangeran keempat sekaligus dari 6 bersaudara.


" tidur " ucap Roselina asal


" hah? " ucap Revan


" kakak!!!!!! ayolah kita main ke Utara sambil menikmati danau di sana " ucap Revan bergelut manja setelah ada para kakaknya masuk ke perpustakaan


Roselina menjadi bingung, kenapa dengan bocah ini. Roselina hanya mengangguk dan berdiri dari posisi duduknya karena di tarik kuat oleh Revan


" kak kita ke sana membawa kue-kue manis ya " ucap Revan dengan wajah berbinar-binar


" ah.. Baiklah " ucap Roselina yang lelah melihat kelakuan para saudara dari kakak ibunya


di dapur para pelayan sudah berbaris rapi untuk membantu tuan putri mereka yang selalu di ributin keluarganya, Roselina meminta bahan-bahan membuat kue yang ia minta.


" aku akan membuat brownies, banana roll cake, risol, Japanese Chinesecake, Pie apel dan 3 mie Goreng " ucap Roselina menatap bahan-bahan yang sekarang di depannya


" okkkkk " ucap Revan


.


.


' aku ingin muntah ' pikir Roselina sedari tadi di dalam kereta yang berguncang hebat


' coba ada motor sama mobil pasti lebih enak ' pikir Roselina lagi dan lagi


" kakak kau kenapa " tanya Revan yang sedari tadi tidur di paha Roselina.


" aku tak apa-apa " ucap Roselina lembut sambil mengelus surai hitam Revan


pemandangan indah hutan-hutan dan Padang rumput yang banyak bunganya, mereka hanya di kawal 3 ksatria naga emas dan ksatria white crow.


sampai di desa itu memakan waktu 2 hari sampai di sana...


.


di istana...


" REVAN BERANINYA KAU MENOPOLI KAKAK ROSELINA " teriak Tia dan seorang gadis berambut sama dengan Tia.


" tenangkan diri kalian berdua Tia Sinta " ucap seorang pria dengan dingin


" tapi kak apa kau enggak iri hah!!! Revan selalu MENOPOLI kak Roselina setiap hari " ucap gadis bernama sintaria exsranlhvs active de rovinstevls putri bungsu kerajaan Rovinstevls


" ya aku iri " lirih pria itu


" dia pasti tidur di paha kakak Roselina " ucap Tia


" ya..ya..eh.." ucap mereka semua..


aura di ruang keluarga itu menjadi dingin..


.


.


selama perjalanan Roselina meras punggungnya sangatlah dingin, melihat Revan tertidur lelap itu ia sedikit tersenyum lembut.


" Revan Ayo bangun sudah sampai " ucap Roselina sedikit menepuk-nepuk pipi Revan


tak ada jawaban, hah Roselina hanya bisa mendengus dan berdiri membuat kepala di paha Roselina jatuh ke tempat duduk kereta dengan keras.


dan sang empu langsung bangun sambil mengusap kepalanya yang sakit, sedangkan pelaku sudah keluar dari kereta menyapa para warga.


" kakak!!!!! " teriak Revan


acara santai-santai di mulai mereka berdua lalu berjalan-jalan mengelilingi desa yang asri itu, tak hanya itu Roselina juga mengecek pohon yang di sebut terkutuk itu.


yang rupanya adalah biji kopi yang ada di dataran tinggi, dan rupanya sudah berwarna merah semua. Roselina akhirnya meminta kepala desa untuk menyetor kepada kerajaan tepat saat dirinya pulang.


dan produk akan di pasarkan dan warga desa akan mendapatkan dana pembangunan dan uang gaji sama rata, setelah berdiskusi menghabiskan waktu 3 jam dengan warga desa.


mereka semua setuju, waktu yang di habiskan 1 hari ini adalah bersantai dan bekerja. Revan juga menemukan 3 buah berbeda yang hampir mengenai kepalanya tadi.


" ini buah apa kak? " tanya Revan sambil mengakat buah yang berbentuk bulat berwarna kuning dengan duri-duri tajam di sekelilingnya.


' what!!! bagaimana bisa buah durian ada di sini ' pikir Roselina sambil memandang buah bulat besar itu


" namanya durian, dalamnya warna kuning dan sangat enak, ada juga biji di dalamnya " jelas Roselina


" oh gitu kalau ini kak? " tanya Revan


sambil mengangkat dua buah satu hijau sedikit keras namun lembek dan satu lagi seperti bawang namun berbeda.


" inikan kiwi sama bengkuang " teriak Roselina sambil memegang dua buah itu


" kau menemukannya di mana? " tanya Roselina dengan mata berbinar-binar


" em..dekat pohon kopi itu " ucap Revan


" Mrs. Cho bisakah anda juga menyetor tiga buah ini ke kerajaan tenang saja tak ada yang akan protes jika ini adalah barang milikku " ucap Roselina sambil menaiki kuda dengan senyum mengembang


" baik tuan putri " ucap kepala desa sambil melambaikan tangannya