
" nona rose nona rose besok kita jalan-jalan ke kota yukk " ucap seorang gadis berambut emas bermata hijau zambrud
" ok aku juga mau ke kota akademi " ucap Roselina sambil mengangguk
" yey " ucap gadis itu namanya Yuki putri kerajaan romawyst
kenapa Roselina bisa berteman dengan putri terlalu ceria tambah ceroboh ini, di karenakan gadis ini selalu sendiri. melihat peluang kerja sama yang besar Roselina mulai berteman dengan gadis itu namun karena Roselina tak memiliki teman sama sekali jadi ia juga menjadikan Yuki sebagai sahabatnya juga.
" wahhhh " teriak Yuki
' entah kenapa gue nyesal Berteman dengannya ' pikir Roselina
" nona rose ayo ke sana " ucap Yuki menunjuk stand jagung bakar
" nona rose ke sana "
" nona rose ke sana "
" wah ada sirkus "
" non lihat banyak banget ikannya "
" nona rose lihat itu adalah trend terbaru "
" nona rose "
itulah kesibukan mereka selama di kota akademi, sungguh Roselina lelah sekali melihat Yuki terus menarik nya ke sana ke mari mereka bahkan hampir menjelajahi setengah kota akademi.
.
.
" lelahnya " ucap Roselina
" nona kita pijat terapi " ucap Yuki semangat
' pijat? hm.. Baiklah ' pikir Roselina
Roselina mengangguk, mereka berjalan menuju toko pijat di dekat akademi. mereka melupakan waktu bahwa para murid harus kembali sebelum matahari terbenam.
.
di akademi dua saudara sedang mencari kakak mereka yang menghilang entah ke mana, mereka bahkan sudah mutar-mutar akademi 3 kali, berbicara dengan murid yang melihat dan lain sebagainya.
bahkan ketua OSIS turun tangan mencari Roselina, yang rupanya Diego. mereka mencari ke kota akademi...
.
di tempat Roselina..
" Yuki! rasanya enak sekali " ucap Roselina menikmati pijat terapi itu
" l-lady " ucap salah satu pemijat
" ya? " tanya Yuki
" a-akan ada pemeriksaan dari akademi, untuk mencari dua murid yang menghilang " ucap salah satu pemijat dengan nada gugup
" hah? Yuki bukannya kita sudah izin? " tanya Roselina menatap Yuki
" benar kita sudah izin kok " ucap Yuki bingung
setelah sesi pemijatan selesai, dua gadis itu pergi meninggalkan tempat pijat. menuju restoran makan, untuk makan malam.
" kau pesan apa? " tanya Roselina
" steak Salisbury, pancake, teh " ucap Yuki
" spaghetti carbonara dan teh " ucap Roselina
" baik nona tolong tunggu " ucap pelayan
mereka berdua makan sambil berbicara dengan santai, pemeriksaan tinggal tempat dua gadis makan.
" nona rose saya mau pergi ke kamar mandi dulu " ucap Yuki
" ok " ucap Roselina masih makan
selang beberapa menit kemudian...
cklek...
" oh Yuki kau sudah datang " ucap Roselina dengan senyum lalu menoleh
bukan gadis yang ceria namun seorang pria dengan rambut perak dan mata merah darah, Roselina menggelengkan kepalanya bahwa ini hanya halusinasi saja.
" lady Roselina " ucap Diego datar
Roselina hanya bisa mendesah pasrah,bahwa ini bukan halusinasi miliknya. Roselina di bawa ke akademi di sana Yuki sedang menunduk karena di ceramahi oleh orang yang mirip dengan Yuki.
" Yuki " ucap Roselina lalu memeluk Yuki
" nona rose " ucap Yuki terkejut
lalu menangis, membuat pria yang berwajah mirip dengan Yuki kalang kabut melihat Yuki menangis.
akhirnya dua gadis itu di bawa ke akademi kembali, diam-diam dua gadis itu merencanakan lagi pergi ke kota menelusuri setengah kota yang tertinggal.
dua saudara itu memeluk Roselina, membuat Roselina tak bisa bernafas. dan memukul mereka berdua dengan kencang.
" kalian kekanak-kanakan sekali " sakras Roselina lalu menutup asramanya kencang.