
' kenapa mereka berdua ini? ' pikir Roselina
ya siapa lagi kalau enggak Sean pangeran kedua dan argenstvio sang pangeran ketiga, senyum mereka sangatlah lebar saat pergi ke akademi sedangkan yang lainnya berwajah cemburu hanya Marina saja yang menangis.
kereta Yang di pakai mereka bertiga langsung ke depan gerbang akademi yang mereka tuju, selama perjalanan pemandangan indah terus terlihat di atas langit.
kereta berjalan dengan kecepatan tinggi, dan sampai di akademi 30 menit saja. kereta berhenti di depan gerbang membuat kereta-kereta di sana langsung menyingkir.
pintu kereta terbuka para calon murid dari kerajaan rovinstevls keluar dengan wajah bahagia, fungsi kartu tak hanya sebagai alat pembayaran naik kereta, namun juga tempat penyimpanan barang sang pemilik, dan satu hal lagi kartu itu menetralkan seluruh hal berkaitan dengan hal-hal bersifat jahat di sekitar pemiliknya
kartu itu juga tak bisa jauh-jauh dari pemiliknya, karena perjanjian darah yang di buat saat di kasih Roselina.
" lihat bukannya itu kereta terbang yang hanya bisa di kendarai oleh rakyat rovinstevls "
" kau benar "
" aku iri dengan mereka "
" lihat gaun dan pakaian mereka sangatlah mewah dan sangat bagus "
" rumornya semua perkembangan kerajaan rovinstevls adalah campur tangan putri dari lady Tiararose Bougenville active de rovinstevls "
" benarkah "
bisikan para calon murid terdengar membuat para orang dari rovinstevls, terus menjunjung tinggi kerajaan mereka.
kini giliran tiga orang yang menyandang nama rovinstevls, dua bersaudara keluar dengan wajah dingin mereka. terkahir seorang gadis berambut perak bermata perak dengan telinga runcing.
" bukannya itu pangeran kedua dan ketiga kerajaan rovinstevls "
" tampannya!!!!! "
" dia!!! bukannya putri dari lady Tiararose, mereka sangatlah mirip apa lagi telinga runcing itu "
" minggir mereka mau lewat "
saat tiga orang itu mau lewat, salah satu kesatria naga emas. memberikan surat.
" bakar " ucap Roselina
" tapi kapten ini kan dari paman anda " ucap ksatria emas itu takut karena hukuman dari Roselina enggak main-main
" bakar sebelum dia menjadi kucing " ucap Roselina lagi
" Yo Lina bagaimana? apa asramanya enak " sebuah video chip terluka
" oh paman " ucap Roselina santai
" bagaimana kabar-" ucapan louns terpotong
karena Roselina mematikan video chip, membakar, dan membekukan benda itu. dan di injak sampai hancur.
" kapten..." ucap ksatria bernama Paul itu
wusss....
" kapten maafkan saya " teriak Paul sebelum lingkaran sihir tertutup
.
.
" kak bagaimana ujiannya " tanya Sean
" terlalu gampang " jawab Roselina
" kak bentar lagi pertandingan dirimu " ucap Argen
" hm..."
" putri Roselina Bougenville active de rovinstevls Vs pangeran mahkota Diego Michiels Alexander de vilionbird " teriak MC
Roselina langsung muncul di pertandingan bersamaan dengan lawannya, Roselina menatap lawannya. mata Roselina melebar...
" kau..." ucap Roselina
ya pria yang pernah bertemu dengan Roselina adalah orang yang merebut ' frist kiss ' miliknya, adalah pangeran kekasiaran paling dingin di dunia.
sedangkan pria itu hanya memasang wajah datar dan dingin sekaligus acuh tak acuh, pertarungan di mulai....
ting...Ting..Ting..Ting...
zrasssss...
ting..Ting...Ting...
duar...duar..duar...
zrasssss...
Ting..Ting..Ting..Ting.....
duar..duar..duar...
itulah bunyi pertarungan antara Roselina dan Diego, semua orang yang menonton hanya bisa melongo karena kecepatan mereka yang tinggi sekaligus tak bisa di lihat dengan nata.
pedang Roselina terlepas, membuat pedang berwarna hitam pekat malam dengan gagang berwarna merah Ruby itu sedikit menggores leher mulus Roselina.
" aku menyerah " ucap Roselina sambil mengangkat tangannya dan berdiri.
pedang hitam itu juga sudah di sarung ke tempatnya lagi, Diego lalu pergi meninggalkan arena sama dengan Roselina.
" p-pemenangnya pangeran mahkota Diego Michiels Alexander de vilionbird " teriak MC